Alya L

13 Juli 2024 07:22

Iklan

Alya L

13 Juli 2024 07:22

Pertanyaan

jelaskan sistem saraf pusat dan perifer

jelaskan sistem saraf pusat dan perifer

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

23

:

02

:

05

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Kevin L

Gold

13 Juli 2024 10:43

Jawaban terverifikasi

Sistem Saraf Pusat dan Perifer Sistem saraf merupakan jaringan kompleks yang memungkinkan tubuh kita untuk merasakan, bergerak, dan berpikir. Sistem ini terdiri dari dua bagian utama: 1. Sistem Saraf Pusat (SSP) SSP adalah "pusat kendali" tubuh, yang terdiri dari: * Otak: Terletak di dalam tengkorak, otak bertanggung jawab atas semua fungsi tubuh yang kompleks, seperti pemikiran, emosi, memori, penglihatan, pendengaran, gerakan, dan banyak lagi. * Sumsum Tulang Belakang: Terletak di sepanjang tulang belakang, sumsum tulang belakang menghubungkan otak ke seluruh bagian tubuh. Sumsum tulang belakang meneruskan informasi sensorik dari tubuh ke otak dan mengirimkan sinyal motorik dari otak ke otot untuk menghasilkan gerakan. 2. Sistem Saraf Perifer (SSP) SSP adalah jaringan saraf yang menghubungkan SSP ke seluruh bagian tubuh. SSP terdiri dari: * Saraf Kranial: Ada 12 pasang saraf kranial yang keluar dari otak dan mengendalikan berbagai fungsi, seperti penglihatan, pendengaran, keseimbangan, wajah, dan menelan. * Saraf Spinal: Ada 31 pasang saraf spinal yang keluar dari sumsum tulang belakang dan mengendalikan gerakan dan sensasi di seluruh tubuh. * Ganglion: Ganglion adalah kumpulan sel saraf yang terletak di luar SSP. Ganglion berfungsi untuk memproses informasi sensorik dan mengirimkan sinyal ke sumsum tulang belakang. Perbedaan Utama antara SSP dan SSP | Fitur | Sistem Saraf Pusat (SSP) | Sistem Saraf Perifer (SSP) | |---|---|---| | Lokasi | Terletak di dalam tengkorak dan tulang belakang | Terletak di luar SSP | | Komponen | Otak dan sumsum tulang belakang | Saraf kranial, saraf spinal, dan ganglion | | Fungsi | Mengontrol semua fungsi tubuh yang kompleks | Menghubungkan SSP ke seluruh bagian tubuh | Kerja Sama SSP dan SSP SSP dan SSP bekerja sama untuk memungkinkan tubuh kita berfungsi dengan baik. SSP menerima informasi sensorik dari SSP, memproses informasi tersebut, dan mengirimkan sinyal motorik ke SSP untuk menghasilkan respons yang sesuai. Contoh Fungsi SSP dan SSP * Saat Anda menyentuh sesuatu yang panas: Reseptor sensorik di kulit Anda mendeteksi panas dan mengirimkan sinyal ke sumsum tulang belakang. Sumsum tulang belakang kemudian mengirimkan sinyal ke otak, yang memproses informasi dan memutuskan bagaimana merespons. Otak kemudian mengirimkan sinyal ke otot-otot di lengan Anda untuk menarik tangan Anda dari panas. * Saat Anda memikirkan masalah matematika: Otak Anda memproses informasi dan mencari solusi. Otak kemudian mengirimkan sinyal ke otot-otot di tangan Anda untuk menuliskan jawabannya. Kesimpulan Sistem saraf pusat dan perifer adalah dua bagian penting dari sistem saraf yang bekerja sama untuk memungkinkan tubuh kita merasakan, bergerak, dan berpikir. SSP adalah "pusat kendali" tubuh, sedangkan SSP menghubungkan SSP ke seluruh bagian tubuh. SSP dan SSP bekerja sama untuk memungkinkan kita untuk berinteraksi dengan dunia di sekitar kita dan menjalani hidup kita.


Iklan

Salsabila M

Community

14 Juli 2024 05:59

Jawaban terverifikasi

<p>&nbsp;</p><p>Sistem saraf manusia terbagi menjadi dua bagian utama: sistem saraf pusat (SSP) dan sistem saraf perifer (SSPf). Berikut adalah penjelasan singkat mengenai keduanya:</p><p><strong>Sistem Saraf Pusat (SSP)</strong>:</p><ul><li><strong>Fungsi</strong>: Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Ini adalah pusat pengendalian utama tubuh manusia dan mengkoordinasikan fungsi-fungsi tubuh yang kompleks.</li><li><strong>Otak</strong>: Berlokasi di tengkorak, otak mengatur persepsi sensorik, pemrosesan informasi, kontrol gerakan sukarela, regulasi fungsi otomatis (seperti pernapasan dan detak jantung), emosi, dan fungsi kognitif tingkat tinggi.</li><li><strong>Sumsum Tulang Belakang</strong>: Terletak di dalam saluran tulang belakang, sumsum tulang belakang bertanggung jawab untuk mengirimkan sinyal-sinyal saraf antara otak dan bagian tubuh lainnya. Ini juga mengkoordinasikan gerakan refleks yang cepat.</li></ul><p><strong>Sistem Saraf Perifer (SSPf)</strong>:</p><ul><li><strong>Fungsi</strong>: Sistem saraf perifer terdiri dari semua saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang. Ini menghubungkan tubuh ke sistem saraf pusat dan bertanggung jawab untuk membawa informasi sensorik ke otak serta mengirimkan sinyal motorik dari otak ke otot-otot tubuh.</li><li><strong>Komponen</strong>: Termasuk saraf-saraf sensorik (afferent) yang membawa informasi dari reseptor sensorik di kulit, otot, dan organ lain ke sumsum tulang belakang dan otak, serta saraf-saraf motorik (efferent) yang membawa sinyal dari otak dan sumsum tulang belakang ke otot-otot untuk mengatur gerakan tubuh.</li><li><strong>Fungsi sensorik</strong>: SSPf membawa informasi sensorik seperti rasa sakit, sentuhan, suhu, dan tekanan ke otak untuk diproses.</li><li><strong>Fungsi motorik</strong>: SSPf mengirimkan sinyal motorik dari otak ke otot-otot tubuh untuk menghasilkan gerakan sukarela dan refleks.</li></ul>

 

Sistem saraf manusia terbagi menjadi dua bagian utama: sistem saraf pusat (SSP) dan sistem saraf perifer (SSPf). Berikut adalah penjelasan singkat mengenai keduanya:

Sistem Saraf Pusat (SSP):

  • Fungsi: Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Ini adalah pusat pengendalian utama tubuh manusia dan mengkoordinasikan fungsi-fungsi tubuh yang kompleks.
  • Otak: Berlokasi di tengkorak, otak mengatur persepsi sensorik, pemrosesan informasi, kontrol gerakan sukarela, regulasi fungsi otomatis (seperti pernapasan dan detak jantung), emosi, dan fungsi kognitif tingkat tinggi.
  • Sumsum Tulang Belakang: Terletak di dalam saluran tulang belakang, sumsum tulang belakang bertanggung jawab untuk mengirimkan sinyal-sinyal saraf antara otak dan bagian tubuh lainnya. Ini juga mengkoordinasikan gerakan refleks yang cepat.

Sistem Saraf Perifer (SSPf):

  • Fungsi: Sistem saraf perifer terdiri dari semua saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang. Ini menghubungkan tubuh ke sistem saraf pusat dan bertanggung jawab untuk membawa informasi sensorik ke otak serta mengirimkan sinyal motorik dari otak ke otot-otot tubuh.
  • Komponen: Termasuk saraf-saraf sensorik (afferent) yang membawa informasi dari reseptor sensorik di kulit, otot, dan organ lain ke sumsum tulang belakang dan otak, serta saraf-saraf motorik (efferent) yang membawa sinyal dari otak dan sumsum tulang belakang ke otot-otot untuk mengatur gerakan tubuh.
  • Fungsi sensorik: SSPf membawa informasi sensorik seperti rasa sakit, sentuhan, suhu, dan tekanan ke otak untuk diproses.
  • Fungsi motorik: SSPf mengirimkan sinyal motorik dari otak ke otot-otot tubuh untuk menghasilkan gerakan sukarela dan refleks.

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1. Jelaskan akibat keberagaman masyarakat Indonesia! 2. Jelaskan dan berilah masing-masing dua contoh akibat positif dari konflik yang terjadi dalam masyarakat! 3. Jelaskan macam-macam konflik yang terjadi akibat keberagaman masyarakat dan berilah contohnya! 4. Mengapa dalam masyarakat yang memiliki keberagaman diperlukan harmoni? 5. Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman baik dilihat dari agama, suku, ras, bahasa, dan budaya. Berdasarkan pernyataan tersebut, apa yang dapat kalian lakukan untuk menjaga keberagaman supaya terhindar dari konflik?

30

5.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

11

0.0

Jawaban terverifikasi