Ega H

18 November 2021 04:08

Iklan

Ega H

18 November 2021 04:08

Pertanyaan

Jelaskan secara singkat mengenai kehidupan politik pada masa Kerajaan Aceh!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

03

:

37

:

21

Klaim

4

3

Jawaban terverifikasi

Iklan

Ruth A

18 November 2021 04:11

Jawaban terverifikasi

1. Kehidupan Politik Aceh cepat tumbuh menjadi kerajaan besar karena didukung oleh beberapa faktor sebagai berikut. a. Letak ibu kota Aceh yang sangat strategis yaitu di pintu gerbang pelayaran dari lndia dan Timur Tengah yang akan ke Malaka, Cina, atau ke Jawa. b. Pelabuhan Aceh (Olele) memiliki persyaratan yang baik sebagai pelabuhan dagang. c. Daerah Aceh kaya dengan tanaman lada yang merupakan dagangan ekspor yang penting. d. Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis menyebabkan pedagang lslam banyak yang singgah ke Aceh, apalagi setelah jalur pelayaran beralih melalui sepanjang pantai Barat Sumatra. Corak pemerintahan Aceh adalah pemerintahan sipil dan pemerintahan atas dasar agama. a. Pemerintahan sipil dipimpin oleh kaum bangsawan. Setiap kampung (gampong) dipimpin oleh seorang ulebalang. Beberapa gampong digabung menjadi sagi yang dipimpin oleh seorang panglima sagi. Kaum bangsawan yang mernegang kekuasaan sipil disebut teuku. b. Pemerintahan atas dasar agama, yang dilakukan dengan menyatukan beberapa ganpong dengan sebuah masjid yang disebut mukim. Kepala tiap-tiap mukim disebut imam. Kaum ulama yang berkuasa dalam bidang keagamaan disebut teuku. Raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Aceh sebagai berikut a. Sultan Ali Mughayat Syah Raja pertama ini memerintah Kerajaan Aceh pada tahun 1514-1528 M. Di bawah kepemimpinannya, ia melakukan beberapa penyerangan seperti pada saat Portugis menduduki Malaka dan penyerangan terhadap Kerajaan Aru yang terletak di Pantai Timur Sumatra Utara. Kerajaan Aceh juga membentangkan sayap kekuasaannya pada waktu itu hingga ke wilayah Pasai dan Daya di Sumatra Utara. b. Sultan Salahuddin Putra dari Sultan Ali Mughayat Syah ini otomatis menggantikan kedudukan sang ayah ketika beliau wafat. Ia mulai memimpin sejak tahun 1528-1537 M. Pada masa kepemimpinannya, kejayaan Kerajaan Aceh mulai menurun. Sultan Salahuddin tidak memiliki strategi mempertahankan kejayaan dan hanya duduk di tahtanya saja. Oleh karena itu, serta merta ia digantikan oleh saudaranya, Sultan Alauddin Riayat Syah Al-Kahar. c. Sultan Alauddin Riayat Syah Al-Kahar Sultan Alauddin Riayat Syah Al-Kahar memerintah tahun 1537-1568 M. Perombakan demi perombakan dilakukannya demi mengembalikan kejayaan Kerajaan Aceh seperti semula, bahkan lebih hebat. Perombakan di pemerintahan menjadi titik beratnya. Karena, pemerintahan yang baik akan membantunya menjalankan kepemimpinannya. Sultan Alauddin berusaha melakukan perluasan kekuasaan dengan menyerang Kerajaan Malaka namun usaha ini gagal. Selanjutnya, ia mendapat hadiah dengan berhasil ditaklukkannya wilayah Kerajaan Aru. Sepeninggal Sultan Alauddin Syah, Kerajaan Aceh berangsur-angsur mengalami masa suramnya. Perebutan kekuasaan dan pemberontakan kerap terjadi di Kerajaan Aceh. Beruntung, datang seorang Sultan Iskandar Muda yang meredam gejolak di Tanah Rencong. d. Sultan Iskandar Muda Masa kerajaan aceh atau yang biasa lebih dikenal dengan Kesultanan Aceh mengalami kemajuan dan kemunduran. Kesultanan Aceh mengalami masa keemasan atau kejayaan pada masa Iskandar Muda. Wilayah Aceh sangat luas hingga penjajah portugis saja berhasil diusir dan tidak bisa masuk ke dalam wilayah Aceh. Masa Sultan Iskandar Muda adalah masa kejayaan kerajaan atau Kesultanan Aceh. Negeri Acehini amat kaya dan makmur pada waktu Sultan Iskandar Muda memimpin Kesultanan Aceh. Wilayah yang dikuasaianya pun sangat luas.


Iklan

Pemula P

18 November 2021 04:13

Kehidupan politik pada masa Kerajaan Aceh diwarnai dengan adanya perebutan hegemoni di selat malaka antara 3 kekuatan besar, yaitu Aceh, Johor (dinasti Malaka yang digulingkan Portugis dan membuat kerajaan baru) serta Malaka-Portugis. Sejak pertengahan abad 16 M, ketiga kekuatan tersebut seringkali terlibat peperangan dan saling menyerbu satu sama lain. Aceh sendiri merupakan kerajaan yang berhasil menguasai daerah sumatera bagian utara hingga sejauh pedalaman Batak di selatan Aceh, serta juga menguasai kota-kota pelabuhan lain di sepanjang pantai Utara dan Timur Sumatera (deli, Samudera, Pedir, Pasai). Kehidupan Politik dalam kerajaan Aceh ditunjang oleh banyaknya para bangsawan, atau disebut Orang Kaya, yang masing-masing memiliki kekuasaan atas sebuah wilayah/urusan tertentu. Baik atau tidaknya pemerintahan seorang Sultan di Aceh, tergantung dari seberapa mampu Sultan tersebut mengendalikan para orang kaya/kuat di aceh tersebut. Pada masa Iskandar Muda, dia berhasil membentuk sebuah kelas sosial baru yang terdiri dari para “panglima perang” (biasa disebut Hulubalang uleebalang) dan mereka menguasai sebuah daerah/mukim berdasarkan garis keturunan feodal, kelas sosial ini mirip para bangsawan di Jawa ataupun Baron bila di Eropa. Pada masa Iskandar Muda, seluruh kelas sosial ini dipaksa untuk mendukung cita-cita raja, termasuk urusan misi penyerangan ke berbagai daerah yang memerlukan biaya dan tenaga yang tidak sedikit, ketika Iskandar Muda digantikan, para hulubalang ini tidak ingin hal tersebut terulang, maka banyak dari mereka berupaya untuk membatasi kekuasaan para raja pengganti Iskandar Muda.


Sofia A

20 September 2022 22:32

dalam keadaan kerajaan malaka selama masa pemerintahan sultan alauddin syah di tinjau dari segi politik


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

28

5.0

Jawaban terverifikasi