Annisa F

29 Mei 2022 05:54

Iklan

Annisa F

29 Mei 2022 05:54

Pertanyaan

jelaskan secara rinci latar belakang sultan Baabullah ,dan sultan Baabullah yang melawan portugis di ternate dan perlawananya di aceh tolong secara rinci ya kak,soalnya mau dibuat presentasi : ) aku kasih bonus 100 koin deh kk

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

13

:

55

:

34

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Halimah

Mahasiswa/Alumni Universitas Indraprasta PGRI

29 Mei 2022 06:46

Jawaban terverifikasi

Mungkin maksud pertanyaanya adalah perlawanan Sultan Baabullah dari Ternate dan Sultan Iskandar Muda dari Aceh terhadap Portugis ya. Perlawanan Sultan Baabullah dari Ternate, berawal dari wafatnya Sultan Khairun, dan sejak saat itu Sultan Baabullah berhasil mengusir Portugis dari Ternate. Sedangkan perlawanan Sultan Iskandar Muda dari Aceh terhadap Portugis untuk mengambil alih dan memonopoli perdagangan lada, namun perlawanan terus saja mengalami kegagalan. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut. Di bawah ini akan dijabarkan secara rinci mengenai perlawanan Sultan Baabullah dari Ternate dan Sultan Iskandar Muda dari Aceh terhadap Portugis : 1. Perlawanan Sultan Baabullah dari Ternate Pasca dilakukan Perianjian Saragosa (1529) antara Portugis dan Spanyol. Sejak saat itu pengaruh Portugis di Maluku semakin besar. Portugis berhasil memaksakan monopoli perdagangannya. Rakyat Maluku akhirnya kehilangan kebebasannya dan mengalami kerugian yang sangat besar. Selain itu, Portugis mulai mencampuri urusan pemerintahan kerajaan- kerajaan di Maluku dengan cara melakukan praktik adu domba sehingga kehidupan istana menjadi kacau. Rakyat Maluku semakin tertekan sehingga mereka mulai melakukan perlawanan terhadap Portugis. Akhirnya pada tahun 1531, berkobar perlawanan terhadap Portugis di Ternate dan Maluku. Pada 1560-an, konflik antara Kerajaan Ternate dan Portugis pun pecah pada masa Sultan Khairun. Sultan Khairun gugur dibunuh oleh keponakan Kapten Diogo Lopes de Mesquita. Setelah Khairun gugur, Sultan Baabullah pun ditunjuk sebagai penggantinya dan Kapten Diogo Lopes de Mesquita diadili. Sejak saat itu perlahan strategi Sultan Baabulah berhasil mengusir dan menghilangkan pengaruh bangsa Portugis dari Ternate dan sebagian Maluku. Dampaknya dari kemunduran Portugis di Maluku adalah , sebagian tanah yang pernah dikuasai Portugis di Maluku, diambil alih oleh Ternate, benteng-benteng Portugis di Ternate, yaitu Tolucco, Santa Lucia, dan Santo Pedro jatuh dalam waktu yang singkat, menyisakan Sao Joao Baptista (kediaman Lopes) sebagai pertahanan terakhir, Portugs juga kehilangan kekuasaan di laut atas perdagangan cengkeh. Oleh sebab itu, Portugis pun menyerah dan pergi meninggalkan Ternate akan tetapi Sultan Baabulah menyatakan bahwa orang Portugis masih diperbolehkan berkunjung sebagai pedagang, serta harga cengkeh untuk mereka tidak akan berubah. Setelah Portugis meninggalkan Maluku di bawah kepemimpinan Baabullah, Kesultanan Ternate menggapai masa jayanya. 2. Perlawanan Sultan Iskandar Muda dari Aceh. Kerajaan Aceh adalah kerajaan Islam di Sumatera yang didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah pada 1496 M dan runtuh pada abad ke-20 M. Karena letaknya yang strategis, yaitu dekat dengan Selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan internasional, kerajaan Aceh berkembang menjadi kerajaan maritime yang berkembang dengan pesat. Puncak kejayaan Kerajaan Aceh dapat diraih pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, yang berkuasa antara 1607-1636 Masehi. Sultan Iskandar Muda lahir di Banda Aceh pada 1593, sejak kecil orangtua Iskandar Muda sudah mendidiknya dengan pengetahuan agama dan kepemimpinan, hal itu disebabkan karena beliau akan mewarisi tahta dari sang ayah sebagai Sultan Aceh. Pada tahun 1607, Iskandar muda memimpin pasukan Aceh untuk memukul mundur pasukan Portugis yang mencoba mendarat di pantai Aceh. Saat itu maksud kedatangan Portugis ke Aceh adalah untuk mengambil alih dan memonopoli perdagangan lada. Namun perlawanan mengalami kegagalan terus-menerus, hingga nanti berlanjut dengan kependudukan kolonial VOC Belanda. Dengan demikian, perlawanan Sultan Baabullah dari Ternate, berawal dari wafatnya Sultan Khairun, dan sejak saat itu Sultan Baabullah berhasil mengusir Portugis dari Ternate. Sedangkan perlawanan Sultan Iskandar Muda dari Aceh terhadap Portugis untuk mengambil alih dan memonopoli perdagangan lada, namun perlawanan terus saja mengalami kegagalan. Semoga membantu yaa :))


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

24

5.0

Jawaban terverifikasi