Ryosuke A

07 September 2023 02:05

Iklan

Ryosuke A

07 September 2023 02:05

Pertanyaan

Jelaskan proses singkat jalannya perlawanan Mataram melawan VOC!

Jelaskan proses singkat jalannya perlawanan Mataram melawan VOC!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

11

:

20

:

32

Klaim

4

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Sasa S

07 September 2023 03:29

Jawaban terverifikasi

<p>Perlawanan Mataram melawan VOC adalah serangkaian konflik antara Kesultanan Mataram dan Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) pada abad ke-17 hingga awal abad ke-18 di Jawa, Indonesia. Awalnya, mereka menjalin hubungan dagang yang baik, tetapi VOC berusaha mengendalikan perdagangan di Jawa, yang memicu ketegangan.</p><p>Pada 1628, VOC merebut Jayakarta dari Mataram, memicu serangkaian serangan balasan dari Mataram. Salah satu serangan besar terjadi pada 1629 saat Mataram mengepung Benteng Batavia. Konflik berlanjut di bawah pemerintahan Sultan Amangkurat I, dan puncaknya terjadi pada masa pemerintahan Amangkurat II.</p><p>Meskipun ada perubahan wilayah, perlawanan Mataram berakhir pada 1755 dengan pembagian kesultanan menjadi Surakarta yang bersekutu dengan VOC dan Yogyakarta yang melawan VOC. Belanda akhirnya menguasai hampir seluruh Jawa pada abad ke-19.</p>

Perlawanan Mataram melawan VOC adalah serangkaian konflik antara Kesultanan Mataram dan Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) pada abad ke-17 hingga awal abad ke-18 di Jawa, Indonesia. Awalnya, mereka menjalin hubungan dagang yang baik, tetapi VOC berusaha mengendalikan perdagangan di Jawa, yang memicu ketegangan.

Pada 1628, VOC merebut Jayakarta dari Mataram, memicu serangkaian serangan balasan dari Mataram. Salah satu serangan besar terjadi pada 1629 saat Mataram mengepung Benteng Batavia. Konflik berlanjut di bawah pemerintahan Sultan Amangkurat I, dan puncaknya terjadi pada masa pemerintahan Amangkurat II.

Meskipun ada perubahan wilayah, perlawanan Mataram berakhir pada 1755 dengan pembagian kesultanan menjadi Surakarta yang bersekutu dengan VOC dan Yogyakarta yang melawan VOC. Belanda akhirnya menguasai hampir seluruh Jawa pada abad ke-19.


Iklan

Vincent M

Community

09 September 2023 02:39

Jawaban terverifikasi

<p>Perlawanan Mataram terhadap VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) merupakan salah satu konflik penting dalam sejarah Indonesia pada abad ke-17 dan awal abad ke-18. Berikut ini adalah gambaran singkat tentang jalannya perlawanan Mataram melawan VOC:</p><p>Awal Konflik:</p><ul><li>Perang-perang antara Kesultanan Mataram dan VOC dimulai pada awal abad ke-17.</li><li>Mataram adalah salah satu kerajaan besar di Jawa yang mencakup wilayah yang luas dan memiliki pengaruh besar di pulau tersebut.</li><li>VOC adalah perusahaan perdagangan Belanda yang berusaha memonopoli perdagangan rempah-rempah di wilayah Nusantara.</li></ul><p>Traktat Banten (1681):</p><ul><li>Konflik antara Mataram dan VOC mencapai puncaknya pada tahun 1681 ketika Mataram menyerang pelabuhan Batavia (sekarang Jakarta) yang dikuasai VOC.</li><li>Setelah serangkaian pertempuran dan pembicaraan diplomatik, Traktat Banten ditandatangani pada tahun 1681 yang mengakhiri serangan tersebut.</li></ul><p>Perang Besar (Amangkurat I):</p><ul><li>Konflik kemudian berkembang menjadi "Perang Besar" (Perang Jawa Besar) yang berlangsung dari 1677 hingga 1681.</li><li>Perang ini melibatkan konflik antara penguasa Mataram, Sultan Amangkurat I, dan saingan-saingannya, termasuk Pangeran Puger dan Pangeran Arya Mataram, yang mendapatkan dukungan dari VOC.</li><li>Perang ini berakhir dengan Traktat Banten, yang sekaligus memberikan keuntungan strategis bagi VOC.</li></ul><p>Perlawanan Trunajaya (1674-1680):</p><ul><li>Salah satu faktor yang memengaruhi konflik tersebut adalah perlawanan Trunajaya, pemimpin pemberontakan lokal di Jawa Timur yang menantang Mataram dan memaksa Sultan Amangkurat I untuk bersekutu dengan VOC untuk menghadapinya.</li></ul><p>Konflik Berkelanjutan:</p><ul><li>Setelah Traktat Banten, konflik berlanjut dengan sengketa suksesi dan perjuangan politik di Mataram.</li><li>Pada tahun 1740-an, konflik melibatkan Perang Jawa Kedua yang melibatkan Mataram, VOC, dan berbagai pihak lainnya.</li></ul><p>Akhir Konflik:</p><ul><li>Konflik Mataram dengan VOC dan pihak lain berakhir pada akhir abad ke-18, ketika VOC mengalami kemerosotan dan runtuh.</li><li>Dalam periode pasca-VOC, Mataram berada dalam konflik internal dan eksternal dengan kekuatan kolonial lainnya, termasuk Inggris dan Perancis.</li></ul><p>Konflik antara Mataram dan VOC adalah bagian penting dari sejarah kolonialisme dan perjuangan politik di Indonesia pada masa itu. Konflik ini memiliki dampak besar terhadap perkembangan politik, ekonomi, dan sosial di pulau Jawa dan wilayah Nusantara pada umumnya.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>

Perlawanan Mataram terhadap VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) merupakan salah satu konflik penting dalam sejarah Indonesia pada abad ke-17 dan awal abad ke-18. Berikut ini adalah gambaran singkat tentang jalannya perlawanan Mataram melawan VOC:

Awal Konflik:

  • Perang-perang antara Kesultanan Mataram dan VOC dimulai pada awal abad ke-17.
  • Mataram adalah salah satu kerajaan besar di Jawa yang mencakup wilayah yang luas dan memiliki pengaruh besar di pulau tersebut.
  • VOC adalah perusahaan perdagangan Belanda yang berusaha memonopoli perdagangan rempah-rempah di wilayah Nusantara.

Traktat Banten (1681):

  • Konflik antara Mataram dan VOC mencapai puncaknya pada tahun 1681 ketika Mataram menyerang pelabuhan Batavia (sekarang Jakarta) yang dikuasai VOC.
  • Setelah serangkaian pertempuran dan pembicaraan diplomatik, Traktat Banten ditandatangani pada tahun 1681 yang mengakhiri serangan tersebut.

Perang Besar (Amangkurat I):

  • Konflik kemudian berkembang menjadi "Perang Besar" (Perang Jawa Besar) yang berlangsung dari 1677 hingga 1681.
  • Perang ini melibatkan konflik antara penguasa Mataram, Sultan Amangkurat I, dan saingan-saingannya, termasuk Pangeran Puger dan Pangeran Arya Mataram, yang mendapatkan dukungan dari VOC.
  • Perang ini berakhir dengan Traktat Banten, yang sekaligus memberikan keuntungan strategis bagi VOC.

Perlawanan Trunajaya (1674-1680):

  • Salah satu faktor yang memengaruhi konflik tersebut adalah perlawanan Trunajaya, pemimpin pemberontakan lokal di Jawa Timur yang menantang Mataram dan memaksa Sultan Amangkurat I untuk bersekutu dengan VOC untuk menghadapinya.

Konflik Berkelanjutan:

  • Setelah Traktat Banten, konflik berlanjut dengan sengketa suksesi dan perjuangan politik di Mataram.
  • Pada tahun 1740-an, konflik melibatkan Perang Jawa Kedua yang melibatkan Mataram, VOC, dan berbagai pihak lainnya.

Akhir Konflik:

  • Konflik Mataram dengan VOC dan pihak lain berakhir pada akhir abad ke-18, ketika VOC mengalami kemerosotan dan runtuh.
  • Dalam periode pasca-VOC, Mataram berada dalam konflik internal dan eksternal dengan kekuatan kolonial lainnya, termasuk Inggris dan Perancis.

Konflik antara Mataram dan VOC adalah bagian penting dari sejarah kolonialisme dan perjuangan politik di Indonesia pada masa itu. Konflik ini memiliki dampak besar terhadap perkembangan politik, ekonomi, dan sosial di pulau Jawa dan wilayah Nusantara pada umumnya.

 

 


 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

31

5.0

Jawaban terverifikasi