Putri P

02 Februari 2023 12:10

Iklan

Putri P

02 Februari 2023 12:10

Pertanyaan

jelaskan proses perombakan empedu pada hati!

jelaskan proses perombakan empedu pada hati!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

07

:

00

:

21

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

T. Teaching.Asistant.Agustien

03 Februari 2023 09:26

Jawaban terverifikasi

<p>Empedu merupakan hasil perombakan eritrosit yang sudah tua.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Hati merupakan organ yang dapat mengekskresikan cairan empedu. <strong>Cairan empedu ini berasal dari penghancuran hemoglobin eritrosit yang tua</strong>. Proses perombakan eritrosit yang sudah tua terjadi di organ hati adalah sebagai berikut:</p><ol><li>Eritrosit tua dan rusak akan difagosit atau dimakan oleh makrofag di limpa atau di hati.</li><li>Hemoglobin di dalam eritrosit akan dirombak dan dipecah menjadi <strong>heme, zat besi (ion Fe) dan globin.</strong></li><li>Globin akan dirombak menjadi asam amino yang akan digunakan kembali oleh tubuh untuk membentuk protein, sedangkan heme akan dirombak menjadi ion Fe dan biliverdin.</li><li>Ion Fe&nbsp;akan ditransfer ke hati dan akan dikembalikan ke sumsum tulang untuk digunakan kembali dalam pembuatan eritrosit yang baru.</li><li>Senyawa heme akan diubah menjadi zat warna pada empedu, yaitu bilirubin dan biliverdin.&nbsp;</li></ol><p>Demkian proses perombakan eritosit yang sudah tua di dalam hati yang menghasilkan empedu.</p>

Empedu merupakan hasil perombakan eritrosit yang sudah tua. 

 

Hati merupakan organ yang dapat mengekskresikan cairan empedu. Cairan empedu ini berasal dari penghancuran hemoglobin eritrosit yang tua. Proses perombakan eritrosit yang sudah tua terjadi di organ hati adalah sebagai berikut:

  1. Eritrosit tua dan rusak akan difagosit atau dimakan oleh makrofag di limpa atau di hati.
  2. Hemoglobin di dalam eritrosit akan dirombak dan dipecah menjadi heme, zat besi (ion Fe) dan globin.
  3. Globin akan dirombak menjadi asam amino yang akan digunakan kembali oleh tubuh untuk membentuk protein, sedangkan heme akan dirombak menjadi ion Fe dan biliverdin.
  4. Ion Fe akan ditransfer ke hati dan akan dikembalikan ke sumsum tulang untuk digunakan kembali dalam pembuatan eritrosit yang baru.
  5. Senyawa heme akan diubah menjadi zat warna pada empedu, yaitu bilirubin dan biliverdin. 

Demkian proses perombakan eritosit yang sudah tua di dalam hati yang menghasilkan empedu.


Iklan

Khaidar R

26 Februari 2023 04:31

<p>Selain berperan dalam sistem pencernaan, hati juga berperan dalam sistem ekskresi, yaitu mengekskresikan zat warna empedu yang disebut dengan bilirubin. Bilirubin dihasilkan dari pemecahan hemoglobin yang terdapat pada sel darah merah. Sel darah merah hanya memiliki rentang waktu hidup antara 100-120 hari karena sel darah merah tidak memiliki inti sel dan membran selnya selalu bergesekan dengan pembuluh kapiler darah. Karena tidak memiliki inti sel sel darah merah tidak dapat membentuk komponen baru untuk menggantikan komponen sel yang rusak. Sel darah merah yang rusak akan dihancurkan oleh makrofag di dalam hati dan limpa. Hemoglobin yang terkandung dalam sel darah merah dipecah menjadi zat besi, globin, dan hemin. Zat besi selanjutnya dibawa menuju sumsum merah tulang untuk digunakan membentuk hemoglobin baru. Globin dipecah menjadi asam amino untuk digunakan dalam pembentukan protein lain. Sedangkan hemin diubah menjadi zat warna hijau yang disebut biliverdin. Biliverdin kemudian diubah menjadi bilirubin yang merupakan zat warna kuning orange. Bilirubin selanjutnya dikeluarkan bersama getah empedu. Getah empedu dikeluarkan ke usus 12 jari, kemudian menuju usus besar. Di dalam usus besar bilirubin diubah menjadi urobilinogen. Urobilinogen diubah menjadi urobilin sebagai pewarna zat kuning urine dan sterkobilin sebagai pigmen coklat pada feses.</p><p>Setiap hari, sel-sel hati menghasilkan 800-1000 mL getah empedu. Getah empedu tersusun atas air garam empedu (garam natrium dan garam kalium), lesitin, kolesterol, pigmen empedu,dan beberapa ion. Apabila getah empedu kekurangan lesitin, garam empedu, atau terlalu banyak kolesterol, maka kolesterol tersebut akan membentuk kristal menjadi batu empedu. Jika batu empedu terus terbentuk akan menyumbat saluran empedu, sehingga getah empedu tidak dapat dikeluarkan menuju usus halus. Penanganan yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini yaitu Dengan meminum obat pelarut batu empedu, terapi dengan gelombang ultrasonik maupun sinar laser, dan melalui operasi.</p><p>Organ hati juga berfungsi mengubah amonia (NH3) yang berbahaya jika berada di dalam tubuh, menjadi zat yang lebih aman, yaitu urea. Aminoa tersebut dihasilkan dari proses metabolisme asam amino. Urea dari dalam hati akan dikeluarkan dan diangkut oleh darah menuju ginjal untuk dikeluarkan bersama urine.</p><p>Semangat yaaa belajarnya&nbsp;</p>

Selain berperan dalam sistem pencernaan, hati juga berperan dalam sistem ekskresi, yaitu mengekskresikan zat warna empedu yang disebut dengan bilirubin. Bilirubin dihasilkan dari pemecahan hemoglobin yang terdapat pada sel darah merah. Sel darah merah hanya memiliki rentang waktu hidup antara 100-120 hari karena sel darah merah tidak memiliki inti sel dan membran selnya selalu bergesekan dengan pembuluh kapiler darah. Karena tidak memiliki inti sel sel darah merah tidak dapat membentuk komponen baru untuk menggantikan komponen sel yang rusak. Sel darah merah yang rusak akan dihancurkan oleh makrofag di dalam hati dan limpa. Hemoglobin yang terkandung dalam sel darah merah dipecah menjadi zat besi, globin, dan hemin. Zat besi selanjutnya dibawa menuju sumsum merah tulang untuk digunakan membentuk hemoglobin baru. Globin dipecah menjadi asam amino untuk digunakan dalam pembentukan protein lain. Sedangkan hemin diubah menjadi zat warna hijau yang disebut biliverdin. Biliverdin kemudian diubah menjadi bilirubin yang merupakan zat warna kuning orange. Bilirubin selanjutnya dikeluarkan bersama getah empedu. Getah empedu dikeluarkan ke usus 12 jari, kemudian menuju usus besar. Di dalam usus besar bilirubin diubah menjadi urobilinogen. Urobilinogen diubah menjadi urobilin sebagai pewarna zat kuning urine dan sterkobilin sebagai pigmen coklat pada feses.

Setiap hari, sel-sel hati menghasilkan 800-1000 mL getah empedu. Getah empedu tersusun atas air garam empedu (garam natrium dan garam kalium), lesitin, kolesterol, pigmen empedu,dan beberapa ion. Apabila getah empedu kekurangan lesitin, garam empedu, atau terlalu banyak kolesterol, maka kolesterol tersebut akan membentuk kristal menjadi batu empedu. Jika batu empedu terus terbentuk akan menyumbat saluran empedu, sehingga getah empedu tidak dapat dikeluarkan menuju usus halus. Penanganan yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini yaitu Dengan meminum obat pelarut batu empedu, terapi dengan gelombang ultrasonik maupun sinar laser, dan melalui operasi.

Organ hati juga berfungsi mengubah amonia (NH3) yang berbahaya jika berada di dalam tubuh, menjadi zat yang lebih aman, yaitu urea. Aminoa tersebut dihasilkan dari proses metabolisme asam amino. Urea dari dalam hati akan dikeluarkan dan diangkut oleh darah menuju ginjal untuk dikeluarkan bersama urine.

Semangat yaaa belajarnya 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Ciri ciri vertebrata yang hanya dimiliki oleh Aves adalah

56

4.8

Jawaban terverifikasi