Khashia R

14 Mei 2023 16:10

Iklan

Khashia R

14 Mei 2023 16:10

Pertanyaan

jelaskan proses pembentukan ovum pada sistem organ reproduksi wanita. jelaskan pula setelah ovulasi sampai terjadi pembuahan.

jelaskan proses pembentukan ovum pada sistem organ reproduksi wanita. jelaskan pula setelah ovulasi sampai terjadi pembuahan.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

10

:

20

:

17

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Sanji V

15 Mei 2023 11:07

Jawaban terverifikasi

<p>Proses pembentukan ovum, juga dikenal sebagai oogenesis, terjadi dalam sistem organ reproduksi wanita di dalam indung telur (ovarium). Berikut adalah langkah-langkah utama dalam pembentukan ovum:</p><p>&nbsp;</p><p>1. Perkembangan Folikel: Pada masa bayi perempuan yang baru lahir, ovariumnya berisi sejumlah besar folikel kecil yang disebut folikel primordial. Setiap folikel primordial berisi sel telur yang tidak matang, yang disebut oosit primer. Saat perempuan mencapai masa pubertas, beberapa folikel primordial mulai berkembang menjadi folikel primer yang lebih besar di bawah pengaruh hormon follicle-stimulating hormone (FSH) dari kelenjar pituitari. Hanya satu folikel yang dominan akan terus berkembang.</p><p>&nbsp;</p><p>2. Pertumbuhan Folikel: FSH dalam tubuh akan merangsang pembentukan folikel primer di dalam ovarium. Folikel primer tersebut mengelilingi oosit primer dan akan tumbuh menjadi folikel matang atau biasa disebut folikel de Graff. Bersamaan dengan tumbuhnya folikel primer, tubuh juga menghasilkan hormon estrogen. Proses ini mengarah pada pertumbuhan oosit primer dalam folikel menjadi oosit sekunder.</p><p>&nbsp;</p><p>3. Ovulasi: Ketika folikel mencapai tahap matang, sekitar pertengahan siklus menstruasi, hormon luteinizing hormone (LH) meningkat drastis dan merangsang ovulasi. Ovulasi adalah pelepasan oosit sekunder yang matang dari ovarium ke dalam saluran tuba falopi. Proses ini membutuhkan pemecahan folikel dan dikelilingi oleh sejumlah kecil sel folikel, yang membentuk korpus luteum.</p><p>&nbsp;</p><p>Setelah ovulasi terjadi, oosit sekunder yang dilepaskan akan bergerak melalui tuba falopi menuju rahim. Proses ini membutuhkan bantuan dari getaran serabut rambut di dalam tuba falopi serta kontraksi otot halus. Selama waktu ini, sel telur dapat bertahan hidup selama sekitar 12 hingga 24 jam jika tidak dibuahi oleh sperm'a.</p><p>&nbsp;</p><p>Jika sperm'a bertemu dengan sel telur di saluran tuba falopi dan terjadi pembuahan, maka proses pembuahan akan terjadi. Sperm'a akan memasuki sel telur dan menggabungkan materi genetiknya dengan materi genetik dalam sel telur, membentuk zigot. Zigot kemudian akan melakukan perjalanan kembali ke rahim, melekat pada dinding rahim dalam proses yang disebut implantasi. Setelah implantasi, sel telur yang dibuahi akan terus berkembang menjadi embrio, dan kehamilan pun dimulai. Jika pembuahan tidak terjadi, sel telur akan diresorbsi oleh tubuh, dan tubuh akan mempersiapkan siklus menstruasi berikutnya.</p>

Proses pembentukan ovum, juga dikenal sebagai oogenesis, terjadi dalam sistem organ reproduksi wanita di dalam indung telur (ovarium). Berikut adalah langkah-langkah utama dalam pembentukan ovum:

 

1. Perkembangan Folikel: Pada masa bayi perempuan yang baru lahir, ovariumnya berisi sejumlah besar folikel kecil yang disebut folikel primordial. Setiap folikel primordial berisi sel telur yang tidak matang, yang disebut oosit primer. Saat perempuan mencapai masa pubertas, beberapa folikel primordial mulai berkembang menjadi folikel primer yang lebih besar di bawah pengaruh hormon follicle-stimulating hormone (FSH) dari kelenjar pituitari. Hanya satu folikel yang dominan akan terus berkembang.

 

2. Pertumbuhan Folikel: FSH dalam tubuh akan merangsang pembentukan folikel primer di dalam ovarium. Folikel primer tersebut mengelilingi oosit primer dan akan tumbuh menjadi folikel matang atau biasa disebut folikel de Graff. Bersamaan dengan tumbuhnya folikel primer, tubuh juga menghasilkan hormon estrogen. Proses ini mengarah pada pertumbuhan oosit primer dalam folikel menjadi oosit sekunder.

 

3. Ovulasi: Ketika folikel mencapai tahap matang, sekitar pertengahan siklus menstruasi, hormon luteinizing hormone (LH) meningkat drastis dan merangsang ovulasi. Ovulasi adalah pelepasan oosit sekunder yang matang dari ovarium ke dalam saluran tuba falopi. Proses ini membutuhkan pemecahan folikel dan dikelilingi oleh sejumlah kecil sel folikel, yang membentuk korpus luteum.

 

Setelah ovulasi terjadi, oosit sekunder yang dilepaskan akan bergerak melalui tuba falopi menuju rahim. Proses ini membutuhkan bantuan dari getaran serabut rambut di dalam tuba falopi serta kontraksi otot halus. Selama waktu ini, sel telur dapat bertahan hidup selama sekitar 12 hingga 24 jam jika tidak dibuahi oleh sperm'a.

 

Jika sperm'a bertemu dengan sel telur di saluran tuba falopi dan terjadi pembuahan, maka proses pembuahan akan terjadi. Sperm'a akan memasuki sel telur dan menggabungkan materi genetiknya dengan materi genetik dalam sel telur, membentuk zigot. Zigot kemudian akan melakukan perjalanan kembali ke rahim, melekat pada dinding rahim dalam proses yang disebut implantasi. Setelah implantasi, sel telur yang dibuahi akan terus berkembang menjadi embrio, dan kehamilan pun dimulai. Jika pembuahan tidak terjadi, sel telur akan diresorbsi oleh tubuh, dan tubuh akan mempersiapkan siklus menstruasi berikutnya.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Ciri ciri vertebrata yang hanya dimiliki oleh Aves adalah

27

4.8

Jawaban terverifikasi