Hanifa N

Ditanya 3 hari yang lalu

Iklan

Hanifa N

Ditanya 3 hari yang lalu

Pertanyaan

jelaskan proses kimiawi pada pembuatan tapai. jelaskan pula peran mikroorganisme yang bekerja pada pembuatan tapai

jelaskan proses kimiawi pada pembuatan tapai. jelaskan pula peran mikroorganisme yang bekerja pada pembuatan tapai

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

09

:

40

:

59

Klaim

2

1


Iklan

Cyndi C

Dijawab 2 hari yang lalu

<p>Tapai adalah makanan tradisional Indonesia yang dihasilkan melalui proses fermentasi bahan berkarbohidrat seperti singkong atau beras ketan. Proses fermentasi ini melibatkan berbagai mikroorganisme yang bekerja sama untuk mengubah komponen-komponen dalam bahan dasar menjadi produk dengan rasa, aroma, dan tekstur yang khas.</p><p><strong>Proses Kimiawi dalam Pembuatan Tapai</strong>:</p><p>1. <strong>Penguraian Pati menjadi Gula Sederhana</strong>:</p><ul><li>Bahan utama seperti singkong atau beras ketan kaya akan pati (karbohidrat kompleks).</li><li>Mikroorganisme seperti kapang <i>Aspergillus</i> dan <i>Rhizopus</i> menghasilkan enzim amilase yang menghidrolisis pati menjadi maltosa (gula disakarida).</li><li>Selanjutnya, enzim maltase memecah maltosa menjadi glukosa (gula monosakarida) yang lebih sederhana.</li></ul><p>2. <strong>Fermentasi Gula menjadi Alkohol dan Asam</strong>:</p><ul><li>Khamir seperti <i>Saccharomyces cerevisiae</i> memfermentasi glukosa dalam kondisi anaerob menjadi etanol (alkohol) dan karbon dioksida (CO₂). Reaksi kimianya: <i><strong>C120<sub>6 </sub>→ 2C<sub>2</sub>H<sub>5</sub>OH + 2CO<sub>2 </sub>+ energi</strong></i>.</li><li>Beberapa bakteri asam laktat dapat mengubah glukosa menjadi asam laktat, sementara bakteri <i>Acetobacter</i> dapat mengoksidasi etanol menjadi asam asetat.</li></ul><p><br><strong>Peran Mikroorganisme dalam Pembuatan Tapai</strong>:</p><p>1. <strong>Kapang</strong> (<i><strong>Aspergillus, Rhizopus, Mucor</strong></i>):</p><ul><li>Menghasilkan enzim amilase yang menghidrolisis pati menjadi gula sederhana, menyediakan substrat bagi mikroorganisme lain untuk fermentasi lebih lanjut.</li></ul><p>2. <strong>Khamir</strong> (<i><strong>Saccharomyces cerevisiae, Saccharomycopsis fibuligera</strong></i>):</p><ul><li>Memfermentasi gula sederhana menjadi etanol dan CO₂, memberikan rasa manis, aroma khas, dan tekstur lembut pada tapai.</li></ul><p>3. <strong>Bakteri</strong> (<i><strong>Pediococcus, Bacillus, Acetobacter</strong></i>):</p><ul><li>Menghasilkan asam-asam organik seperti asam laktat dan asam asetat, yang berkontribusi pada rasa asam dan sebagai pengawet alami dalam tapai.</li></ul><p>Kolaborasi antara mikroorganisme ini menghasilkan tapai dengan karakteristik sensori yang unik dan meningkatkan nilai gizi melalui peningkatan kandungan vitamin serta ketersediaan nutrisi yang lebih mudah dicerna oleh tubuh.</p>

Tapai adalah makanan tradisional Indonesia yang dihasilkan melalui proses fermentasi bahan berkarbohidrat seperti singkong atau beras ketan. Proses fermentasi ini melibatkan berbagai mikroorganisme yang bekerja sama untuk mengubah komponen-komponen dalam bahan dasar menjadi produk dengan rasa, aroma, dan tekstur yang khas.

Proses Kimiawi dalam Pembuatan Tapai:

1. Penguraian Pati menjadi Gula Sederhana:

  • Bahan utama seperti singkong atau beras ketan kaya akan pati (karbohidrat kompleks).
  • Mikroorganisme seperti kapang Aspergillus dan Rhizopus menghasilkan enzim amilase yang menghidrolisis pati menjadi maltosa (gula disakarida).
  • Selanjutnya, enzim maltase memecah maltosa menjadi glukosa (gula monosakarida) yang lebih sederhana.

2. Fermentasi Gula menjadi Alkohol dan Asam:

  • Khamir seperti Saccharomyces cerevisiae memfermentasi glukosa dalam kondisi anaerob menjadi etanol (alkohol) dan karbon dioksida (CO₂). Reaksi kimianya: C1206 → 2C2H5OH + 2CO2 + energi.
  • Beberapa bakteri asam laktat dapat mengubah glukosa menjadi asam laktat, sementara bakteri Acetobacter dapat mengoksidasi etanol menjadi asam asetat.


Peran Mikroorganisme dalam Pembuatan Tapai:

1. Kapang (Aspergillus, Rhizopus, Mucor):

  • Menghasilkan enzim amilase yang menghidrolisis pati menjadi gula sederhana, menyediakan substrat bagi mikroorganisme lain untuk fermentasi lebih lanjut.

2. Khamir (Saccharomyces cerevisiae, Saccharomycopsis fibuligera):

  • Memfermentasi gula sederhana menjadi etanol dan CO₂, memberikan rasa manis, aroma khas, dan tekstur lembut pada tapai.

3. Bakteri (Pediococcus, Bacillus, Acetobacter):

  • Menghasilkan asam-asam organik seperti asam laktat dan asam asetat, yang berkontribusi pada rasa asam dan sebagai pengawet alami dalam tapai.

Kolaborasi antara mikroorganisme ini menghasilkan tapai dengan karakteristik sensori yang unik dan meningkatkan nilai gizi melalui peningkatan kandungan vitamin serta ketersediaan nutrisi yang lebih mudah dicerna oleh tubuh.


Iklan

Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Jika sebuah mobil bergerak dengan kecepatan tetap, apakah terdapat gaya yang bekerja pada mobil tersebut? Jika ada, tentukan resultan gayanya! Jika tidak, apa alasannya?

24

5.0

Jawaban terverifikasi