Ruslan R

08 November 2021 20:22

Iklan

Ruslan R

08 November 2021 20:22

Pertanyaan

Jelaskan proses dari Kesultanan Demak menjadi Kesultanan Pajang hingga menjadi Kesultanan Mataram Islam!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

08

:

31

:

50

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Ruth A

08 November 2021 23:42

Jawaban terverifikasi

Hai Ruslan,aku bantu jawab ya Kerajaan Demak merupakan Kerajaan yang menjadikan Islam sebagai landasan pemerintahannya, kerajaan ini adalah kerajaan Islam pertama di Tanah Jawa. Didirikan oleh Raden Patah di Glagah atau Bintoro yang merupakan daerah kekuasaan Kerajaan Majapahit yang saat itu (akhir abad 15) sedang menemui ajalnya. Raden Wijaya, menurut Babad Tanah Jawa, adalah putra dari Prabu Brawijaya V yang merupakan raja terakhir dari kerajaan Majapahit. Kematian Majapahit sebagai kerajaan besar di tanah Jawa tersebut membuat Demak menemukan momentum untuk berkembang dan menjadi pusat perdagangan. Dengan dibantu para Wali Sanga, kerajaan ini pun akhirnya menjadi kerajaan yang menjadi pusat penyebaran agama Islam di Tanah Jawa dan beberapa wilah timur Nusantara. Demak juga dikenal dengan angkatan lautnya yang kuat. Dan dengan kekuatan maritimnya tersebut turut terlibat dalam peperangan melawan Portugis di Selat Malaka. Adipati Unus (1518-1521) menjadi raja selanjutnya dari kerajaan Demak setelah mangkatnya Raden Patah. Sayagnya, saat meninggal Adipati Unus tidak memiliki anak, sehingga statusnya sebagai Raja Demak digantikan oleh adiknya yang bernama Pangeran Sekar Seda Lepen. Demak mencapai puncak kejayaannya pada saat Sultan Trenggana menjadi raja, dibawah kuasa, wilayah kekuasaannya hamper mencapai seluruh Tanah Jawa. Masa kemunduran kerajaan Demak berlangsung tak lama setelah wafatnya Sultan Trenggana, perebutan kekuasaan yang terjadi antara Arya Penangsang yang merupakan anak Pangeran Sekar Sedo Lepen dan Sunan Prawoto yang merupakan putra sultran Trenggana menjadi factor awal kemunduran kerajaan ini. Kerajaan Mataram Islam Kesultanan Mataram (Kerajaan Mataram Islam) berdiri pada abad 17, Raja pertama kesultanan ini adalah Sutawijaya atau yang dikenal dengan nama Panembahan Senopati yang merupakan anak dari Ki Ageng Pemanahan. Asal-usul kerajaan Mataram Islam berawal dari suatu Kadipaten di bawah Kesultanan Pajang, berpusat di 'Bumi Mentaok' yang diberikan untuk Ki Ageng Pemanahan sebagai hadiah atas jasa yang diberikannya. Pada masa kejayaannya, kesultanan Mataram menguasai hamper seluruh tanah Jawa dan Madura, kerajaan ini pun pernah menyerbu VOC yang berpusat di Batavia sebagai upaya untuk mencegah berkuasanya VOC di Tanah Jawa. Meski pada akhirnya, disaat keruntuhannya, kerajaan Mataram malah menerima bantuan VOC. Pusat pemerintahan Kesultanan Mataram berada di daerah Mentaok, wilayahnya berada di Selatan Bandar Udara Adisupto saat ini. Banguntapan menjadi lokasi awal Kraton sebelum dipindahkan ke Kotagede. Pada masa pemerintahan Amangkurat I tahun 1647, kerajaan Mataram Islam berada diambang keruntuhannya. Banyak terjadi pemberontakan yang disebabkan oleh ketidakpuasan rakyat atas pemerintahan Amangkurat I. Pemberontakan terhebat dalam sejarah Mataram Islam adalah pemberontakan yang dipimpin oleh Trunojoyo. Pemberontakan Trunojoyo ini memaksa Kerajaan Mataram pada akhirnya bekerja sama dengan VOC yang dulunya adalah musuh yang mereka perangi. Pada tahun 1677 Amangkurat I meninggal di Tegalarum ketika mengungsi sehingga ia dijuluki Sunan Tegalarum. Penggantinya, Amangkurat II (Amangkurat Amral), sangat tunduk pada VOC sehingga kalangan istana banyak yang tidak suka dan pemberontakan terus terjadi. Pada tahun 1680 kraton dipindahkan lagi ke Kartasura. karena kraton yang lama dianggap telah tercemar. Pengganti Amangkurat II berturut-turut adalah Amangkurat III (tahun 1703-1708), Pakubuwana I (tahun 1704-1719), Amangkurat IV (tahun 1719-1726), Pakubuwana II (tahun 1726-1749). VOC tidak menyukai Amangkurat III karena ia tidak patuh(tunduk) kepada VOC sehingga VOC menobatkan Pakubuwana I sebagai raja. Akibatnya Mataram memiliki dua orang raja dan hal tersebut menyebabkan perpecahan internal di Kerajaan. Amangkurat III kemudian memberontak dan menjadi ia sebagai "king in exile" hingga akhirnya tertangkap di Batavia dan dibuang ke Ceylon. Pada pemerintahan Pakubuwana III, Mataram menjadi lebih stabil. Mataram dibagi menjadi 2 kerajaan, yaitu Kasunanan Surakarta dan Kesultanan NGayogyakarta. Pembagian kerajaan mataram menjadi 2 ini tertulis dalam perjanjian Giyanti, dan menandakan berakhirnya era kerajaan Mataram Islam sebagai 1 negara utuh.


Iklan

Nur S

27 November 2021 14:38

Jawaban terverifikasi

Halo Ruslan Perubahan dari Kerajaan Demak ke Kerajaan Pajang dilakukan oleh Jaka Tingkir. Sedangkan perubahan dari Pajang ke Mataram Islam dilakukan oleh Sutawijaya. Yuk simak penjelasannya. Awalnya Pajang adalah kerajaan vasal ( kadipaten ) Kesultanan Demak yang pusat kekuasaannya berada di wilayah pedalaman, sementara Demak pusat kekuasaannya berada di pesisir. Pasca Trenggono meninggal dunia terjadi perebutan kekuasaan diantara pewaris kesultanan Demak, sehingga politik kesultanan berada di ambang kehancuran, dalam suasana yang tidak mementu itulah muncul Jaka Tingkir yang menyelamatkan Demak dari kehancuran, sementara Jaka Tingkir saat itu adalah bupati pajang yang merupakan kerajaan vasal Demak. Selanjutnya Jaka Tingkir memindahkan pusat kekuasaan Demak yang berada di wilayah pesisir ke wilayah pedalam dan statusnya menjadi terbalik, Demak menjadi vasal kerajaan Pajang. Beberapa alasan Joko Tingkir memindahkan pusat kerajaan Demak ke Pajang adalah. 1. Kerajaan Demak mengalami kehancuran total akibat perang saudara yang berlarut-larut. 2. Untuk mendekati daerah pertanian yang subur yaitu di sekitar Surakarta dan Klaten. 3. Menjauhi musuh-musuh politiknya yang ada di sekitar Demak. 4. Mendekati daerah pendukungnya yaitu di sekitar Tingkir dan Pajang Kesultanan Mataram adalah kerajaan Islam di Pulau Jawa yg berdiri pada abad ke-17. Kerajaan ini dipimpin oleh dinasti keturunan Ki Ageng Sela dan Ki Ageng Pemanahan. Kerajaan Mataram ini berawal dari sebuah Kadipaten di bawah kekuasaan Kerajaan Pajang, yang berada di Bumi Mentaok. Kerajaan ini diberikan oleh Raja Pajang Jaka Tingkir kepada Ki Ageng Pemanahan sebagai hadiah atas jasanya mengalahkan Arya Panangsang dari Jipang. Ki Ageng Pemanahan sebagai bupati di Mataram memiliki putra yang bernama Sutawijaya. Sutawijaya sangat berbakat di bidang militer, ia adalah orang yang mengalahkan Arya Panangsang. Karena kecakapannya dalam perang, Sutawijaya diangkat menjadi anak angkat Jaka Tingkir dan dijadikan saudara dengan putra mahkota yaitu Pangeran Benawa. Pada tahun 1575 M, Ki Ageng Pemanahan wafat. Sutawijaya kemudian di angkat sebagai Bupati Mataram menggantikan ayahnya. Dibawah kepemimpinannya, Mataram semakin berkembang dengan pesat. Di tahun 1582M, Jaka tingkir Raja Pajang meninggal dunia. Kerajaan Pajang direbut oleh Arya Panggiri yang saat itu menjadi adipati di Demak dengan mengalahkan Pangeran Benawa yang merupakan penerus tahta. Dalam masa kepemimpinannya, Arya Panggiri yang sewenang-wenang tidak disukai oleh rakyat Pajang. Pangeran Benawa melihat adanya kesempatan untuk merebut kembali kerajaannya. Dengan bantuan dari Bupati Mataram yaitu Sutawijaya, mereka berhasil mengalahkan Arya Panggiri. Kemudian di tahun 1586 M, Pajang diambil alih oleh Sutawijaya karena tidak ada putra mahkota yang menggantikan kepemimpinan Pangeran Benawa dan pusat pemerintahan Pajang kemudian di pindahkan ke Mataram. Pemindahan pusat pemerintahan ini menandai berdirinya Kesultanan Mataram. Semoga membantu ya :)


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

28

5.0

Jawaban terverifikasi