Anonim N
24 September 2023 01:59
Iklan
Anonim N
24 September 2023 01:59
Pertanyaan
Jelaskan posisi Soekarno-Hatta pada masa Demokrasi Liberal !
4
1
Iklan
Vincent M

Community
24 September 2023 08:53
Pada masa "Demokrasi Liberal" di Indonesia, yang berlangsung sekitar tahun 1950 hingga awal tahun 1960-an, Presiden pertama Indonesia, Soekarno, dan Wakil Presiden Mohammad Hatta memegang peranan penting dalam mengelola negara yang baru merdeka ini. Posisi Soekarno-Hatta selama periode ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
Pendiri dan Pemimpin Utama: Soekarno dan Hatta adalah dua tokoh utama dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dan merupakan pendiri Republik Indonesia. Soekarno, dengan karismanya, menjadi presiden pertama sementara Hatta menjabat sebagai wakil presiden.
Pemimpin Demokrasi Liberal: Meskipun Soekarno cenderung memiliki visi politik yang lebih otoriter, selama periode Demokrasi Liberal, mereka menjalankan pemerintahan yang lebih demokratis. Periode ini dicirikan oleh kebebasan politik dan pluralisme yang relatif, termasuk parlemen yang aktif, partai-partai politik yang berkembang, dan pers yang lebih bebas.
Sikap Netral dalam Perang Dingin: Indonesia, di bawah pimpinan Soekarno-Hatta, mengambil sikap netral dalam Perang Dingin. Mereka menolak berpihak pada blok Barat (AS dan sekutunya) atau Blok Timur (Uni Soviet dan sekutunya), dan secara aktif mempromosikan "politik luar negeri bebas aktif." Sikap ini memungkinkan Indonesia untuk menjaga hubungan dengan berbagai negara di seluruh dunia.
Dukungan untuk Dekolonisasi: Soekarno-Hatta aktif mendukung gerakan dekolonisasi di Asia dan Afrika. Indonesia menjadi salah satu pendiri Gerakan Non-Blok pada tahun 1961, sebuah inisiatif diplomatik yang bertujuan menggabungkan negara-negara yang tidak terikat dengan blok politik manapun.
Krisis Ekonomi: Meskipun periode Demokrasi Liberal memberikan kebebasan politik yang lebih besar, itu juga diwarnai oleh krisis ekonomi yang serius. Inflasi melonjak, dan ekonomi mengalami tekanan berat. Ini menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh pemerintahan Soekarno-Hatta.
Penurunan Stabilitas Politik: Meskipun awalnya periode Demokrasi Liberal relatif stabil, seiring berjalannya waktu, stabilitas politik mulai terancam. Terjadi perpecahan dan persaingan antara berbagai kelompok politik dan militer, yang berujung pada pengunduran diri Hatta sebagai wakil presiden pada tahun 1956.
Akhir Demokrasi Liberal: Demokrasi Liberal berakhir pada tahun 1959 ketika Soekarno membubarkan parlemen dan mengumumkan konsep "Demokrasi Terpimpin," yang mengkonsolidasikan kekuasaan eksekutif di tangan presiden. Hal ini mengawali transisi menuju otoritarianisme di bawah rezim Soekarno dan kemudian berlanjut dengan awal Orde Baru di bawah Jenderal Soeharto.
Periode Demokrasi Liberal dalam sejarah Indonesia menunjukkan dinamika politik yang kompleks dan perubahan yang signifikan dalam pemerintahan. Soekarno-Hatta, sebagai tokoh-tokoh utama dalam perjuangan kemerdekaan, memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas selama periode ini, meskipun akhirnya perlu menghadapi tantangan dan perubahan dalam dinamika politik nasional.
· 0.0 (0)
Iklan
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!