Vira R
15 Januari 2023 13:19
Iklan
Vira R
15 Januari 2023 13:19
Pertanyaan
2
1
Iklan
D. Trinuria
Mahasiswa/Alumni Universitas Jember
13 Februari 2023 08:04
Jawaban benar adalah perlawanan yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro pada tahun 1825 sampai 1830 yang disebabkan karena Belanda memasang patok-patok penanda pembangunan jalan yang melewati tanah leluhur Pangeran Diponegoro di Tegalrejo.
Pada tahun 1825, Smissaert dan Patih Danurejo memerintahkan pemasangan patok-patok dalam rangka membuat jalan baru. Pemasangan patok-patok tersebut tanpa seizin Pangeran Diponegoro bahkan melewati makam leluhur Pangeran Diponegoro di Tegalrejo. Pangeran Diponegoro kemudian memerintahkan untuk mencabuti patok-patok tersebut. Namun, Patih Danurejo memerintahkan untuk memasang kembali patok-patok itu dengan dikawal pasukan Macanan (pasukan pengawal Kepatihan).
Pengikut Pangeran Diponegoro kemudian mencabut patok-patok yang baru dan menggantinya dengan tombak-tombak, sebagai simbol perlawanan terhadap Belanda. Insiden patok tersebut merupakan konflik terbuka Smissaert dan Danurejo dengan Pangeran Diponegoro yang menjadi penyebab terjadinya Perang Diponegoro pada 20 Juli 1825. Perang Diponegoro berlangsung selama 5 tahun yaitu tahun 1925 sampai 1830.
Jadi, perang Diponegoro adalah perang yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro terjadi tahun 1825-1830 karean Belanda memasang patok-patok penanda pembangunan jalan yang melewati tanah leluhur Pangeran Diponegoro di Tegalrejo.
· 0.0 (0)
Iklan
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!