Sanjaya S

19 Februari 2022 19:05

Iklan

Sanjaya S

19 Februari 2022 19:05

Pertanyaan

Jelaskan perkembangan arsitektur banunan di Indonesia pada masa kolonial Belanda!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

09

:

13

:

14

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

R. Setyawan

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Semarang

26 Februari 2022 05:51

Jawaban terverifikasi

Hai Sanjaya S. Kakak bantu jawab ya Perkembangan arsitektur masa kolonial di Indonesia terbagi kedalam tiga periode yaitu empire style, arsitektur transisi dan arsitektur kolonial modern Untuk lebih jelasnya, simaklah penjelasan berikut ini Arsitektur Kolonial Belanda di Indonesia dalam perkembangannya terbagi menjadi tiga periode yaitu Indische Empire style (Abad 18-19); Arsitektur Transisi (1890-1915) dan Arsitektur Kolonial modern (1915-1940). 1. Gaya Arsitektur Indische Empire Style (Abad 18-19). Gaya arsitektur ini diperkenalkan oleh Herman Willen Daendels saat bertugas sebagai Gubernur Jendral Hindia Belanda (1808-1811). Ciri-ciri bangunannya adalah : a. denah berbentuk simetris. b. teras yang sangat luas dan diujungnya terdapat barisan kolom yang bergaya Yunani (Doric, Ionic dan Corinthian). c. dapur, toilet dan gudang yang merupakan bagian terpisah dari bangunan utama, letaknya ada di1 bagian belakang. d. di samping bangunan utama terdapat paviliun yang digunakan sebagai kamar tidur tamu. 2. Gaya Arsitektur Kolonial Transisi (1890-1915) Arsitektur transisi di Indonesia berlangsung sangat singkat yaitu pada akhir abad 19 sampai awal abad 20 antara tahun 1890 sampai 1915. Ciri-ciri bangunannya adalah: a. denah masih sama seperti dengan gaya arsitektur Indische Empire, gevel-gevel, aksen berkesan romantis, dan terdapat menara pada pintu masuk utama. b. bentuk atap pelana dengan penutup genteng masih banyak dipakai dan perisai memakai konstruksi tambahan sebagai ventilasi pada atap (dormer). 3. Gaya Arsitektur Kolonial Modern (1915- 1940). Arsitektur kolonial modern merupakan sebuah bentuk protes yang dilontarkan oleh arsitek Belanda setelah tahun 1900 atas gaya Empire Style. Ciri-ciri bangunannya adalah: a. denah lebih bervariasi sesuai kreatifitas dalam arsitektur modern, namun bentuk simetri banyak dihindari, dan teras keliling bangunan sudah tidak digunakan lagi. Sebagai gantinya sering digunakan elemen penahan sinar, serta tampak bangunan lebih mencerminkan Form Follow Function atau Clean Design. b. bentuk atapnya masih didominasi oleh atap pelana atau perisai, dengan bahan penutup genting sirap. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perkembangan arsitektur bangunan di Indonesia pada masa kolonial Belanda terbagi menjadi tiga periode yaitu Indische Empire style (Abad 18-19); Arsitektur Transisi (1890-1915) dan Arsitektur Kolonial modern (1915-1940). Semoga bermanfaat


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

24

5.0

Jawaban terverifikasi