Maria G

07 April 2020 13:02

Iklan

Iklan

Maria G

07 April 2020 13:02

Pertanyaan

jelaskan perbedaan kerja rodi dan romusha!


2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

M. Anisa

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

22 Januari 2022 23:11

Jawaban terverifikasi

Hai Maria G, Kakak bantu jawab ya. Kerja Rodi pada masa Hindia Belanda dan Romusha pada masa pendudukan Jepang. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut. Pada masa penjajahan bangsa pribumi Indonesia oleh bangsa asing, penduduk pribumi sekitar diperas tenaganya dengan melakukan kerja paksa dengan upah yang sangat sedikit bahkan tanpa upah hingga mereka kelelahan, kelaparan, dan mengalami kematian. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, kerja paksa yang dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda terhadap masyarakat pribumi. Saat masa pemerintahan Hindia Belanda saat itu sebenarnya Hindia Belanda saat di bawah kekuasaan Kolonial Prancis, saat Prancis menguasai Belanda maka termasuk juga daerah jajahannya yaitu Hindia Belanda. Kerja Rodi yang menjadi kebijakan pada masa Herman Willem Daendles bertujuan untuk membangun jalan agar tersambung dari Anyer hingga Panarukan. Meski tak hanya itu, tapi rakyat juga harus membangun jalan dan jembatan, membangun benteng, menebang kayu, bekerja di perkebunan, dan mendayung perahu. Meskipun terdapat sumber mengatakan bahwa sebenarnya Daendles telah menyiapkan upah sebesar 30.000 ringgit namun upah tersebut tidak pernah sampai kepada masyarakat diduga dikorupsi oleh para bupati sehingga tidak sampai ke tangan para pekerja, sehingga yang tadinya rakyat ketahui mereka bekerja tanpa dipaksa namun menjadi terpaksa hingga banyak yang kelaparan, sakit hingga akhirnya meninggal. Sementara Romusha omusha merupakan panggilan pekerja paksa di masa penjajahan Jepang, Kebutuhan sumber daya untuk menyokong pertempuran melawan sekutu membawa Jepang mengeluarkan berbagai kebijakan yang menyiksa para Romusha. Mulai dari anak kecil, hingga orang dewasa, diberikan tugas secara paksa untuk mengurus lahan kosong agar pangan bisa berlipat ganda. Bukan hanya ekonomi, bahkan pada awal 1943, militer Jepang yang terpojok oleh kubu musuhnya juga mengajak para petani untuk ikut serta di medan pertempuran sebagai prajurit cadangan. Jepang yang tidak memiliki transportasi untuk bisa menjangkau berbagai daerah di pulau Jawa, menarik penduduk Indonesia untuk membangun rel kereta. Salah satu hasil kerja Romusha adalah jalur Saketi menuju Bayah yang digunakan ketika mengangkut barang. Selama masa pembuatannya, rel yang dijuluki “Death Railway” ini telah menelan banyak korban jiwa karena musti bekerja tanpa henti. Lalu, ada lagi Romusha seks (Iugun Yanfu) yang diambil dari para wanita Indonesia dan beberapa negara asia lainnya. Wanita yang telah diambil paksa oleh Jepang dalam bidang ini, akan ditugaskan untuk memuaskan nafsu para prajurit Jepang. Mereka dibawa dengan iming-iming akan disekolahkan ke Jepang tapi ternyata di bawa ke sebuah pulau dan diperkosa berulang setiap harinya. Begitulah keadaan Romusha Jepang yang tidak memandang dewasa, anak, remaja, maupun perempuan semua diberdayakan untuk dipekerjakan bagi keuntungan Jepang Semoga membantu ya..


Iklan

Iklan

Avic T

07 April 2020 14:39

kerja rodi pelaksanaan nya pada masa penjajahan belanda sedangkan romusha pelaksanaan nya pada masa penjajahan jepang


lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Tolong jelaskan bagaimana proses dan latar belakang penjajahan perancis di indonesia

42

5.0

Jawaban terverifikasi