Agung S

13 April 2022 15:13

Iklan

Agung S

13 April 2022 15:13

Pertanyaan

Jelaskan pengertian historiografi tradisional!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

09

:

25

:

57

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Halimah

Mahasiswa/Alumni Universitas Indraprasta PGRI

14 April 2022 12:31

Jawaban terverifikasi

Hai Agung S, kakak bantu jawab ya. Historiografi tradisional adalah penulisan sejarah penulisan sejarah yang umumnya dilakukan oleh para sastrawan atau pujangga keraton dan bangsawan kerajaan dan bersifat Istana-sentris. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut. Penulisan sejarah atau historiografi ada banyak macam jenisnya, salah satunya ialah historiografi tradisional. Historiografi tradisional adalah penulisan sejarah penulisan sejarah yang umumnya dilakukan oleh para sastrawan atau pujangga keraton dan bangsawan kerajaan dan bersifat Istana-sentris, artinya segala sesuatu dipusatkan kepada raja atau keluarga raja. Ciri-ciri historiografi tradisional antara lain sebagai berikut; 1. Bersifat Istana-sentris : Istana sentris artinya kisah sejarah tradisional hanya berisi kehidupan raja atau keluarga kerajaan yang berdiam di istana tersebut. 2. Bersifat Religio-magis : Religiomagis artinya kisah sejarah tradisional selalu dihubungkan dengan kepercayaan mengenai hal-hal yang bersifat gaib. Raja atau pemimpin kadang-kadang juga digambarkan sebagai seorang yang sakti dan memiliki hubungan dengan makhluk-makhluk gaib atau dewa-dewa setempat yang menguasai kekuatan alam gaib. 3. Bersifat Regio-sentris : Bersifat region-sentris berarti banyak dipengaruhi daerah misalnya oleh-oleh cerita gaib atau cerita-cerita dewa di daerah sekitar. 4. Bersifat Feodalistis-aristokratis : Bersifat feodalistis aristokratis, artinya yang dibicarakan hanyalah kehidupan kaum bangsawan feodal tidak ada sifat kerakyatannya. historiografi tersebut tidak memuat riwayat kehidupan rakyat tidak membicarakan segi segi rakyat. 5. Memperkuat Legitimasi Penguasa Di dalam kisah historiografi tradisional, para pujangga istana menyusun silsilah yang menghubungkan raja dengan dinasti-dinasti sebelumnya atau dengan para nabi dan dewa. Tujuan pemberian silsilah tersebut ialah untuk memperkuat legitimasi kekuasaan raja sebagai keturunan dari raja-raja terdahulu. Dengan demikian, historiografi tradisional adalah penulisan sejarah penulisan sejarah yang umumnya dilakukan oleh para sastrawan atau pujangga keraton dan bangsawan kerajaan dan bersifat Istana-sentris. Semoga membantu yaa :))


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

38

5.0

Jawaban terverifikasi