Nabila P

09 September 2024 11:27

Iklan

Nabila P

09 September 2024 11:27

Pertanyaan

jelaskan mengenai implementasi optimasi penjadwalan dalam bentuk komponen DFD(data flow diagaram)

jelaskan mengenai implementasi optimasi penjadwalan dalam bentuk komponen DFD(data flow diagaram)

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

14

:

34

:

58

Klaim

3

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Kanza A

15 September 2024 15:17

Jawaban terverifikasi

<h2>Penjelasan</h2><p>Implementasi optimasi penjadwalan dalam bentuk komponen DFD (Data Flow Diagram) berkaitan dengan bagaimana alur data dan proses saling berinteraksi dalam sistem penjadwalan. Secara umum</p><p>1.External Entities:<br>&nbsp; - Entitas yang berinteraksi dengan sistem dari luar, seperti Pengguna yang memberikan input atau menerima output penjadwalan.<br>&nbsp;&nbsp;<br>&nbsp; Contoh: Pengguna memberikan informasi waktu yang tersedia.</p><p>&nbsp;2. Data Flow (Aliran Data):<br>&nbsp; - Aliran data menunjukkan pergerakan informasi dari satu komponen ke komponen lainnya. Dalam optimasi penjadwalan, data yang mengalir bisa berupa:<br>&nbsp; &nbsp; - Waktu tersedia<br>&nbsp; &nbsp; - Preferensi pengguna<br>&nbsp; &nbsp; - Informasi kelas atau ruang</p><p>&nbsp; Contoh: Pengguna memasukkan preferensi waktu -&gt; data mengalir ke sistem.</p><p>&nbsp;3. Processes (Proses):<br>&nbsp; - Proses adalah kegiatan atau fungsi yang mengolah data. Dalam penjadwalan, bisa ada proses seperti:<br>&nbsp; &nbsp; - Optimasi Jadwal: Menggunakan algoritma tertentu untuk menghasilkan jadwal yang optimal.<br>&nbsp; &nbsp; - Validasi Data: Memastikan data yang dimasukkan valid dan sesuai.</p><p>&nbsp; Contoh: Sistem memproses data input untuk mencari waktu yang sesuai bagi semua pengguna.</p><p>&nbsp;4. Data Stores (Penyimpanan Data):<br>&nbsp; - Ini adalah tempat penyimpanan data sementara atau permanen. Dalam penjadwalan, data yang disimpan bisa berupa:<br>&nbsp; &nbsp; - Database Penjadwalan: Menyimpan informasi jadwal yang telah dioptimasi.<br>&nbsp; &nbsp; - Riwayat Pengguna: Data preferensi sebelumnya.</p><p>&nbsp; Contoh: Setelah proses optimasi selesai, jadwal disimpan di database.</p><p>5. Feedback Loop:<br>&nbsp; - Setelah jadwal dibuat, pengguna menerima output berupa jadwal optimal dan memberikan feedback jika ada perubahan yang diinginkan.</p><p>&nbsp;Contoh Alur DFD:<br>1. Pengguna memberikan data waktu yang tersedia.<br>2. Data mengalir ke proses Optimasi Jadwal.<br>3. Proses melakukan perhitungan untuk mencari jadwal terbaik.<br>4. Hasil jadwal disimpan ke Database Penjadwalan.<br>5. Jadwal disampaikan kembali ke pengguna.</p><p>Melalui komponen DFD, kita jadinya bisa liat bagaimana sistem optimasi penjadwalan bekerja dengan aliran data yang efisien, juga dpt membantu menghasilkan jadwal yang palingggg sesuai.</p><p>Aku nemu nih kak dari temen ku, maaf ya kalo salah</p>

Penjelasan

Implementasi optimasi penjadwalan dalam bentuk komponen DFD (Data Flow Diagram) berkaitan dengan bagaimana alur data dan proses saling berinteraksi dalam sistem penjadwalan. Secara umum

1.External Entities:
  - Entitas yang berinteraksi dengan sistem dari luar, seperti Pengguna yang memberikan input atau menerima output penjadwalan.
  
  Contoh: Pengguna memberikan informasi waktu yang tersedia.

 2. Data Flow (Aliran Data):
  - Aliran data menunjukkan pergerakan informasi dari satu komponen ke komponen lainnya. Dalam optimasi penjadwalan, data yang mengalir bisa berupa:
    - Waktu tersedia
    - Preferensi pengguna
    - Informasi kelas atau ruang

  Contoh: Pengguna memasukkan preferensi waktu -> data mengalir ke sistem.

 3. Processes (Proses):
  - Proses adalah kegiatan atau fungsi yang mengolah data. Dalam penjadwalan, bisa ada proses seperti:
    - Optimasi Jadwal: Menggunakan algoritma tertentu untuk menghasilkan jadwal yang optimal.
    - Validasi Data: Memastikan data yang dimasukkan valid dan sesuai.

  Contoh: Sistem memproses data input untuk mencari waktu yang sesuai bagi semua pengguna.

 4. Data Stores (Penyimpanan Data):
  - Ini adalah tempat penyimpanan data sementara atau permanen. Dalam penjadwalan, data yang disimpan bisa berupa:
    - Database Penjadwalan: Menyimpan informasi jadwal yang telah dioptimasi.
    - Riwayat Pengguna: Data preferensi sebelumnya.

  Contoh: Setelah proses optimasi selesai, jadwal disimpan di database.

5. Feedback Loop:
  - Setelah jadwal dibuat, pengguna menerima output berupa jadwal optimal dan memberikan feedback jika ada perubahan yang diinginkan.

 Contoh Alur DFD:
1. Pengguna memberikan data waktu yang tersedia.
2. Data mengalir ke proses Optimasi Jadwal.
3. Proses melakukan perhitungan untuk mencari jadwal terbaik.
4. Hasil jadwal disimpan ke Database Penjadwalan.
5. Jadwal disampaikan kembali ke pengguna.

Melalui komponen DFD, kita jadinya bisa liat bagaimana sistem optimasi penjadwalan bekerja dengan aliran data yang efisien, juga dpt membantu menghasilkan jadwal yang palingggg sesuai.

Aku nemu nih kak dari temen ku, maaf ya kalo salah


Iklan

Rendi R

Community

19 September 2024 13:50

Jawaban terverifikasi

<p>Implementasi optimasi penjadwalan dalam bentuk komponen DFD (Data Flow Diagram) berfungsi untuk memetakan aliran data dalam sistem penjadwalan, termasuk bagaimana data diproses dan informasi dipertukarkan antar komponen. Berikut adalah penjelasan mengenai cara membuat DFD untuk sistem optimasi penjadwalan:</p><p>Komponen Utama DFD:</p><p>1. Entitas Eksternal (External Entities):<br>• Entitas eksternal merupakan pihak yang berinteraksi dengan sistem penjadwalan, seperti pengguna, manajer, atau perangkat lain yang terhubung.<br>2. Proses (Processes):<br>• Setiap proses dalam DFD merepresentasikan operasi yang dilakukan oleh sistem untuk mengolah data. Dalam konteks penjadwalan, proses ini dapat meliputi:<br>• Pengumpulan Data: Mengumpulkan data mengenai tugas, sumber daya, dan waktu yang tersedia.<br>• Pemrosesan Penjadwalan: Algoritme yang digunakan untuk mengoptimalkan penjadwalan berdasarkan berbagai parameter, seperti waktu atau prioritas tugas.<br>• Pembuatan Jadwal: Sistem memproses data dan menghasilkan jadwal yang optimal.<br>3. Aliran Data (Data Flows):<br>• Aliran data menunjukkan bagaimana data bergerak dari satu proses atau entitas ke entitas lainnya. Misalnya, data tugas dikirimkan ke proses optimasi, lalu hasil penjadwalan dikirimkan kembali ke pengguna atau disimpan dalam database.<br>4. Penyimpanan Data (Data Stores):<br>• Penyimpanan data merepresentasikan database atau file tempat data disimpan. Dalam penjadwalan, ini bisa meliputi:<br>• Data Tugas: Informasi tentang tugas-tugas yang harus dijadwalkan.<br>• Data Sumber Daya: Informasi tentang ketersediaan sumber daya yang digunakan dalam penjadwalan (misalnya, karyawan, ruang, peralatan).<br>• Hasil Penjadwalan: Hasil dari optimasi penjadwalan disimpan dan bisa diakses oleh pengguna.</p><p>Langkah-Langkah Implementasi DFD untuk Optimasi Penjadwalan:</p><p>Berikut ini adalah komponen-komponen DFD dalam konteks optimasi penjadwalan:</p><p>1. Entitas Eksternal:</p><p>• Pengguna/Manajer: Pihak yang memberikan masukan mengenai tugas atau sumber daya, serta menerima hasil jadwal yang dioptimalkan.</p><p>2. Proses-Proses dalam Sistem Penjadwalan:</p><p>• Proses 1: Pengumpulan Data Tugas dan Sumber Daya:<br>• Pengguna menginputkan data tugas (misalnya, deskripsi, tenggat waktu, durasi) dan data sumber daya (misalnya, ketersediaan karyawan, ruang).<br>• Proses 2: Optimasi Penjadwalan:<br>• Sistem memproses data yang sudah dikumpulkan menggunakan algoritma optimasi (misalnya, algoritma Genetic Algorithm, Simulated Annealing, atau algoritma Greedy).<br>• Proses 3: Pembuatan Jadwal Optimal:<br>• Setelah melalui proses optimasi, sistem menghasilkan jadwal optimal berdasarkan parameter tertentu, seperti waktu minimum, distribusi sumber daya yang merata, atau prioritas tugas.</p><p>3. Aliran Data:</p><p>• Masukan dari Pengguna:<br>• Pengguna memberikan masukan berupa data tugas dan sumber daya ke sistem.<br>• Aliran ke Proses Optimasi:<br>• Data tugas dan sumber daya mengalir ke proses optimasi penjadwalan.<br>• Aliran Hasil Penjadwalan:<br>• Setelah proses optimasi selesai, hasil penjadwalan dikirimkan kembali ke pengguna atau disimpan dalam penyimpanan data.</p><p>4. Penyimpanan Data:</p><p>• Data Tugas: Penyimpanan informasi mengenai semua tugas yang harus dijadwalkan.<br>• Data Sumber Daya: Penyimpanan informasi tentang sumber daya yang tersedia.<br>• Data Jadwal: Penyimpanan hasil dari jadwal yang sudah dioptimalkan untuk keperluan referensi di masa mendatang.</p><p>Contoh DFD (Level 0) untuk Sistem Optimasi Penjadwalan:</p><p>• Entitas Eksternal: Pengguna<br>• Proses 1: Pengumpulan Data Tugas dan Sumber Daya<br>• Aliran Data: Data Tugas dan Data Sumber Daya dari Pengguna ke Sistem<br>• Penyimpanan Data: Database Tugas dan Database Sumber Daya<br>• Proses 2: Optimasi Penjadwalan<br>• Aliran Data: Data Tugas dan Sumber Daya ke Proses Optimasi<br>• Proses 3: Hasil Penjadwalan<br>• Aliran Data: Jadwal yang dihasilkan kembali ke Pengguna<br>• Penyimpanan Data: Hasil Penjadwalan di Database</p><p>Kesimpulan:</p><p>Dengan menggunakan DFD, Anda dapat menggambarkan bagaimana sistem penjadwalan yang dioptimalkan bekerja dengan aliran data yang jelas antara pengguna, proses, dan penyimpanan data. Komponen utama dari DFD adalah entitas eksternal (pengguna), proses (pengumpulan data, optimasi, dan pembuatan jadwal), aliran data, dan penyimpanan data (data tugas, data sumber daya, dan hasil penjadwalan).</p><p>Ini adalah cara efektif untuk merancang sistem penjadwalan yang lebih mudah dipahami dan dioptimalkan.</p>

Implementasi optimasi penjadwalan dalam bentuk komponen DFD (Data Flow Diagram) berfungsi untuk memetakan aliran data dalam sistem penjadwalan, termasuk bagaimana data diproses dan informasi dipertukarkan antar komponen. Berikut adalah penjelasan mengenai cara membuat DFD untuk sistem optimasi penjadwalan:

Komponen Utama DFD:

1. Entitas Eksternal (External Entities):
• Entitas eksternal merupakan pihak yang berinteraksi dengan sistem penjadwalan, seperti pengguna, manajer, atau perangkat lain yang terhubung.
2. Proses (Processes):
• Setiap proses dalam DFD merepresentasikan operasi yang dilakukan oleh sistem untuk mengolah data. Dalam konteks penjadwalan, proses ini dapat meliputi:
• Pengumpulan Data: Mengumpulkan data mengenai tugas, sumber daya, dan waktu yang tersedia.
• Pemrosesan Penjadwalan: Algoritme yang digunakan untuk mengoptimalkan penjadwalan berdasarkan berbagai parameter, seperti waktu atau prioritas tugas.
• Pembuatan Jadwal: Sistem memproses data dan menghasilkan jadwal yang optimal.
3. Aliran Data (Data Flows):
• Aliran data menunjukkan bagaimana data bergerak dari satu proses atau entitas ke entitas lainnya. Misalnya, data tugas dikirimkan ke proses optimasi, lalu hasil penjadwalan dikirimkan kembali ke pengguna atau disimpan dalam database.
4. Penyimpanan Data (Data Stores):
• Penyimpanan data merepresentasikan database atau file tempat data disimpan. Dalam penjadwalan, ini bisa meliputi:
• Data Tugas: Informasi tentang tugas-tugas yang harus dijadwalkan.
• Data Sumber Daya: Informasi tentang ketersediaan sumber daya yang digunakan dalam penjadwalan (misalnya, karyawan, ruang, peralatan).
• Hasil Penjadwalan: Hasil dari optimasi penjadwalan disimpan dan bisa diakses oleh pengguna.

Langkah-Langkah Implementasi DFD untuk Optimasi Penjadwalan:

Berikut ini adalah komponen-komponen DFD dalam konteks optimasi penjadwalan:

1. Entitas Eksternal:

• Pengguna/Manajer: Pihak yang memberikan masukan mengenai tugas atau sumber daya, serta menerima hasil jadwal yang dioptimalkan.

2. Proses-Proses dalam Sistem Penjadwalan:

• Proses 1: Pengumpulan Data Tugas dan Sumber Daya:
• Pengguna menginputkan data tugas (misalnya, deskripsi, tenggat waktu, durasi) dan data sumber daya (misalnya, ketersediaan karyawan, ruang).
• Proses 2: Optimasi Penjadwalan:
• Sistem memproses data yang sudah dikumpulkan menggunakan algoritma optimasi (misalnya, algoritma Genetic Algorithm, Simulated Annealing, atau algoritma Greedy).
• Proses 3: Pembuatan Jadwal Optimal:
• Setelah melalui proses optimasi, sistem menghasilkan jadwal optimal berdasarkan parameter tertentu, seperti waktu minimum, distribusi sumber daya yang merata, atau prioritas tugas.

3. Aliran Data:

• Masukan dari Pengguna:
• Pengguna memberikan masukan berupa data tugas dan sumber daya ke sistem.
• Aliran ke Proses Optimasi:
• Data tugas dan sumber daya mengalir ke proses optimasi penjadwalan.
• Aliran Hasil Penjadwalan:
• Setelah proses optimasi selesai, hasil penjadwalan dikirimkan kembali ke pengguna atau disimpan dalam penyimpanan data.

4. Penyimpanan Data:

• Data Tugas: Penyimpanan informasi mengenai semua tugas yang harus dijadwalkan.
• Data Sumber Daya: Penyimpanan informasi tentang sumber daya yang tersedia.
• Data Jadwal: Penyimpanan hasil dari jadwal yang sudah dioptimalkan untuk keperluan referensi di masa mendatang.

Contoh DFD (Level 0) untuk Sistem Optimasi Penjadwalan:

• Entitas Eksternal: Pengguna
• Proses 1: Pengumpulan Data Tugas dan Sumber Daya
• Aliran Data: Data Tugas dan Data Sumber Daya dari Pengguna ke Sistem
• Penyimpanan Data: Database Tugas dan Database Sumber Daya
• Proses 2: Optimasi Penjadwalan
• Aliran Data: Data Tugas dan Sumber Daya ke Proses Optimasi
• Proses 3: Hasil Penjadwalan
• Aliran Data: Jadwal yang dihasilkan kembali ke Pengguna
• Penyimpanan Data: Hasil Penjadwalan di Database

Kesimpulan:

Dengan menggunakan DFD, Anda dapat menggambarkan bagaimana sistem penjadwalan yang dioptimalkan bekerja dengan aliran data yang jelas antara pengguna, proses, dan penyimpanan data. Komponen utama dari DFD adalah entitas eksternal (pengguna), proses (pengumpulan data, optimasi, dan pembuatan jadwal), aliran data, dan penyimpanan data (data tugas, data sumber daya, dan hasil penjadwalan).

Ini adalah cara efektif untuk merancang sistem penjadwalan yang lebih mudah dipahami dan dioptimalkan.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Jelaskan Dalam bentuk apa dukungan Vatikan dalam merespon berita proklamasi???

7

5.0

Jawaban terverifikasi

[1] Gaya hidup sedentari alias kurang gerak atau mager (malas gerak) adalah masalah yang sering dialami oleh penduduk perkotaan. [2] Bekerja di depan layar komputer sepanjang hari, kelamaan terjebak macet di jalan,atau hobi main gim tanpa diimbangi olahraga merupakan bentuk dari gaya hidup sedentari. [3] Jika Anda termasuk salah satu orang yang sering melakukan berbagai rutinitas tersebut, Anda harus waspada. [4] Pasalnya, gaya hidup sedentari sangat berbahaya karena membuat Anda berisiko terkena diabetes tipe 2. [5] Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas bergerak. [6] Coba ingat-ingat, dalam sehari ini, sudah berapa kali Anda dalam menggunakan aplikasi online untuk memenuhi kebutuh Anda? [7] Selain itu, tilik juga berapa banyak langkah yang sudah Anda dapatkan pada hari ini? [8] Seiring dengan pengembangan teknologi yang makin canggih, apa pun yang Anda butuhkan kini bisa langsung diantar ke ruangan kantor Anda atau depan rumah. [9] Selain hemat waktu, Anda pun jadi tak perlu mengeluarkan energi untuk mendapatkan apa yang Anda mau. [10] Namun, tahukah Anda bahwa segala kemudahan tersebut menyimpan bahaya bagi tubuh Anda? [11] Minimnya aktifitas fisik karena gaya hidup ini membuatmu berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes. [12] Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa gaya hidup ini juga termasuk 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. [13] Selain itu, data terbaru dari Riskedas 2018 menguak bahwa DKI Jakarta merupakan provinsi dengan tingkat diabetes melitus tertinggi di Indonesia. [14] Ini menunjukkan bahwa gaya hidup mager amat erat kaitannya dengan tingkat diabetes di perkotaan. Bentuk bahasa yang sejenis dengan mager pada kalimat 1 adalah.... a. magang b. oncom c. rudal d. pugar

12

5.0

Jawaban terverifikasi