Indah P

14 September 2022 12:25

Iklan

Indah P

14 September 2022 12:25

Pertanyaan

jelaskan lima bentuk eksploitasi sdm(tenaga kerja) indonesia pada masa militerisme jepang?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

07

:

25

:

43

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Ramadhan

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

30 Oktober 2022 22:14

Jawaban terverifikasi

<p>Bentuk-bentuk eksploitasi SDM (tenaga kerja) Indonesia pada masa militerisme Jepang dapat dilihat dari organisasi-organisasi yang dibuat oleh Jepang seperti PETA, Heiho, Seinendan, dan Jawa Hokokai serta pengerahan Romusha.</p><p>&nbsp;</p><p>Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut.</p><p>&nbsp;</p><p>Jepang menggunakan sistem pemerintahan berdikari dalam menjalankan pemerintahan di daerah kependudukannya. Berdikari berarti “berdiri sendiri”. Maksudnya, pemerintah pusat tidak banyak berperan dalam upaya pemenuhan kebutuhan pasukan di daerah kependudukannya. Dengan demikian, pemerintahan militer Jepang di Indonesia lebih leluasa untuk menerapkan sistem penjajahan. Hal ini pun yang kemudian membuat Jepang melakukan ekploitasi SDM atau tenaga kerja melalui organisasi-organisasi yang dibuat oleh Jepang seperti PETA, Heiho, Seinendan, dan Jawa Hokokai serta pengerahan Romusha.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Dengan demikian, bentuk-bentuk eksploitasi SDM (tenaga kerja) Indonesia pada masa militerisme Jepang dapat dilihat dari organisasi-organisasi yang dibuat oleh Jepang seperti PETA, Heiho, Seinendan, dan Jawa Hokokai serta pengerahan Romusha.</strong></p><p>&nbsp;</p><p>Semoga membantu.</p>

Bentuk-bentuk eksploitasi SDM (tenaga kerja) Indonesia pada masa militerisme Jepang dapat dilihat dari organisasi-organisasi yang dibuat oleh Jepang seperti PETA, Heiho, Seinendan, dan Jawa Hokokai serta pengerahan Romusha.

 

Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut.

 

Jepang menggunakan sistem pemerintahan berdikari dalam menjalankan pemerintahan di daerah kependudukannya. Berdikari berarti “berdiri sendiri”. Maksudnya, pemerintah pusat tidak banyak berperan dalam upaya pemenuhan kebutuhan pasukan di daerah kependudukannya. Dengan demikian, pemerintahan militer Jepang di Indonesia lebih leluasa untuk menerapkan sistem penjajahan. Hal ini pun yang kemudian membuat Jepang melakukan ekploitasi SDM atau tenaga kerja melalui organisasi-organisasi yang dibuat oleh Jepang seperti PETA, Heiho, Seinendan, dan Jawa Hokokai serta pengerahan Romusha.

 

Dengan demikian, bentuk-bentuk eksploitasi SDM (tenaga kerja) Indonesia pada masa militerisme Jepang dapat dilihat dari organisasi-organisasi yang dibuat oleh Jepang seperti PETA, Heiho, Seinendan, dan Jawa Hokokai serta pengerahan Romusha.

 

Semoga membantu.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

27

5.0

Jawaban terverifikasi