Celine K

23 Juni 2022 13:15

Iklan

Celine K

23 Juni 2022 13:15

Pertanyaan

jelaskan keterkaitan tradisi slametan dengan akulturasi islam!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

22

:

18

:

42

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Halimah

Mahasiswa/Alumni Universitas Indraprasta PGRI

24 Juni 2022 08:59

Jawaban terverifikasi

Akulturasi dalam budaya slametan adalah budaya doa atas rasa syukur atau permintaan pengampunan dengan disisipi ritual atau keyakinan masyarakat setempat. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut. Slametan adalah tradisi budaya beberapa masyarakat Indonesia yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atau juga rasa untuk memperingati suatu peristiwa dengan memanjatkan doa-doa yang dikakukan bersama-sama. Slametan adalah tradisi yang muncul atas adanya percampuran budaya Islam engan budaya pra-Islam. Dalam Islam semakin banyak doa di panjatkan secara bersama-sama maka doa akan lebih cepat ikabulkan an diterima, apalagi di barengi dengan sedekah berupa makanan, uang, dll dalam acara selamatan / slametan. Dalam beberapa acara slametan biasanya disisipi ritual-ritual khusus kepada leluhur sebagai tanda penghormatan dan juga di isi dengan keyakinan-keyakinan khusus yang dipercayai masyaraklat setempat. Contohnya slametan bagi orang yang meninggal. Slametan tersebut dilakukan pada malam ketiga setelah seseorang tersebut wafat, lalu malam ke-7, malam ke-40, malam ke-100 dan malam ke 1000. Pada malam-malam tersebut kerabat dekat, seperti keluarga, saudara, kerabat dari mayit akan datang berkumpul ke rumahnya melakukan doa bersama yang dipimpin kyai, ulama/ustad dengan tujuan agar mayit tenang, damai dan diampuni dosanya. Selain berdoa bagi mayit, doa tersebut juga diharapkan dapat membawa hal-hal yang baik bagi orang-orang yang ditinggalkan. Slametan bagi orang yang sudah meninggal yang dilakukan oleh orang-orang islam di Indonesia merupakan wujud percampuran budaya antara budaya Islam dan pra-islam. Dalam budaya pra-islam, yaitu budaya nenek moyang, proses dan tahap pembusukan ketika mayit dikubur hingga menjadi tulang-belulang dianggap sebagai suatu hal mistis yang berpengaruh dalam hidup, lahir, bathin dan kematian sang mayit. Sedangkan dalam islam, membacakan doa pada orang yang meninggal memang perlu dilakukan, karena dalam ajaran Islam ada kehidupan setelah kematian, ada pertanggung jawaban atas perbuatan yang telah dilakukan di dunia yang dinamakan alam kubur. Dengan demikian, akulturasi dalam budaya slametan adalah budaya doa atas rasa syukur atau permintaan pengampunan dengan disisipi ritual atau keyakinan masyarakat setempat. Semoga membantu yaa :))


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

30

5.0

Jawaban terverifikasi