Sanjaya S

20 Januari 2022 19:42

Iklan

Sanjaya S

20 Januari 2022 19:42

Pertanyaan

Jelaskan kehidupan politik, ekonomi, sosial, dan budaya pada kerjaan Bali dan Kediri!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

20

:

13

:

53

Klaim

4

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

R. Setyawan

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Semarang

25 Januari 2022 08:16

Jawaban terverifikasi

Hai Sanjaya S. Kakak bantu jawab ya Kehidupan di kerajaan bali dan kearajaan kediri terdiri dari kehidupan sosial, budaya, politik, ekonomi dan sosial Untuk lebih jelasnya, simaklah penjelasan berikut ini Kehidupan politik di Kerajaan Kediri ditandai dengan perang saudara antara Samarawijaya yang berkuasa di Panjalu dan Panji Garasakan yang berkuasa di Jenggala. Pada tahun 1052 M, terjadi peperangan perebutan kekuasaan di antara keduanya. Panji Garasakan dapat mengalahkan Samarawijaya, sehingga Panji Garasakan berkuasa. Pada masa pemerintahan Raja Jayabaya di Kerajaan kediri, kondis sosial masyarakat Kediri sudah sangat teratur. Para penduduk sudah memakai pakaian yang wajar, rambut terurai, dan hunian masyarakat Kediri terjaga kebersihan dan kerapiannya. Raja Kediri juga sangat perhatian terhadap rakyatnya. kehidupan sosial budaya Kerajaan Kediri sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Penduduk dari Kerajaan Kediri sudah sangat teratur, mereka sudah memakai kain sampai di bawah lutut, kemudian rambut diurai serta memiliki tempat tinggal yang bersih dan rapi. Kerajaan Kediri menggantungkan kegiatan perekonomian pada sektor pertanian dan perdagangan. Sebagai kerajaan agraris, Kediri memiliki lahan pertanian di sekitar Sungai Brantas yang subur dan menghasilkan banyak padi. Sektor perdagangannya dikembangkan melalui jalur pelayaran Sungai Brantas. Struktur masyarakat pada masa Kerajaan Bali didasarkan atas empat hal, yaitu pembagian golongan dalam masyarakat, pembagian warisan, kesenian, serta agama dan kepercayaan. 1. Golongan masyarakat dibagi dua, yaitu caturwarna (empat kasta dalam agama Hindu) dan golongan luar kasta yang disebut jaba. 2. Pembagian hak waris, anak laki-laki memiliki hak lebih besar dari perempuan. 3. Kesenian, dibedakan antara seni keraton dan seni rakyat. 4. Agama dan kepercayaan, masyarakat menyembah banyak dewa yang bukan hanya berasal dari dewa Hindu dan Buddha, tetap dari kepercayaan animisme. Disamping itu, raja memberi kebebasan kepada rakyatnya untuk mengeluarkan pendapat mengenai kehidupan kerajaan. Demikian juga dengan peraturan-peraturan lainnya, seperti perkawinan, kematian, warisan, budak, peternakan, dan perpindahan penduduk. Untuk mencukupi kebutuhan rakyatnya, raja-raja Kerajaan Bali memusatkan perhatiannya pada sektor pertanian. Berdasarkan sumber informasi berupa prasasti-prasasti, diketahui bahwa rakyatnya hidup dengan mengolah sawah, sawah kering, ladang, kebun, dan membuka ladang. Sistem pertanian subak yang dikenal sekarang sudah dikembangkan masyarakat Bali sejak abad ke-11. Selain itu, para petani juga mengembangkan peternakan dan perburuan. Sementara golongan lainnya mengerjakan kerajinan seperti perhiasan emas, dan perak, serta alat-alat rumah tangga dan senjata. Semoga bermanfaat


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

28

5.0

Jawaban terverifikasi