Rahmat S

22 Desember 2021 07:56

Iklan

Rahmat S

22 Desember 2021 07:56

Pertanyaan

Jelaskan hubungan antara hasil Perjanjian Renville dan Gerakan pemberontak DI/TII Jawa Barat!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

11

:

22

:

16

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

S. Salsabilla

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

06 Januari 2022 18:55

Jawaban terverifikasi

Hai Rahmat S, Kakak bantu jawab ya. Hubungan antara hasil Perjanjian Renville dan Gerakan pemberontak DI/TII Jawa Barat adalah hasil Perjanjian Renville menjadi latar belakang pemberontakan. Pimpinan DI/TII menolak hasil perjanjian, karena dari hasil tersebut, wilayah Jawa Barat tidak termasuk dalam wilayah Indonesia. Untuk lebih jelasnya, yuk simak penjelasan berikut. Perjanjian Renville, terjadi pada tanggal 8 Desember 1947 sampai 17 Agustus 1948 di atas kapal perang milik Amerika Serikat. Pernjanjian Renville dibuat karena masih ada konflik pasca ditandatanganinya perjanjian Linggarjati. Isi dari perjanjian Renville diantaranya ialah: 1. Pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan segera. 2.Republik Indonesia merupakan negara bagian dalam RIS. 3. Belanda tetap menguasai seluruh Indonesia sebelum RIS terbentuk. 4. Wilayah Indonesia yang diakui Belanda hanya Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Sumatera. 5. Wilayah kekuasaan Indonesia dengan Belanda dipisahkan oleh garis demarkasi yang disebut Garis Van Mook. 6. Tentara Indonesia ditarik mundur dari daerah-daerak kekuasaan Belanda (Jawa Barat dan Jawa Timur). 7. Akan dibentuk Uni Indonesia-Belanda dengan kepalanya Raja Belanda. 8. Akan diadakan semacam referendum (pemungutan suara) untuk menentukan nasib wilayah dalam RIS. 9. Akan diadakan pemilihan umum untuk membentuk Dewan Konstituante RIS. DI/TII merupakan pemberontakan yang bermotif agama Islam, tujuan dari pemberontakan ini adalah untuk mendirikan negara Islam. Pemimpin dari pemberontakan ini adalah Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo. Kartosuwiryo bersama para pengikutnya termasuk golongan yang menolak perundingan Renville. Karena dalam perjanjian itu, pemerintah Indonesia setuju untuk meninggalkan Jawa Barat. Atas dasar itu Kartosuwiryo menganggap daerah Jawa Barat sebagai daerah de facto NII. Puncak aksi DI/TII terjadi pada 7 Agustus 1949. Semoga membantu ya...


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

40

5.0

Jawaban terverifikasi