Rahmat S

10 November 2021 14:53

Iklan

Rahmat S

10 November 2021 14:53

Pertanyaan

Jelaskan faktor-faktor yang menyebabkan Belanda dan sekutu ingin menguasai dan menjajah kembali bangsa Indonesia?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

21

:

03

:

45

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

A. Armanda

Mahasiswa/Alumni Universitas Indraprasta PGRI

09 Desember 2021 17:59

Jawaban terverifikasi

Hai Rahmat S, Kakak bantu jawab ya. Faktor yang menyebabkan Belanda dan sekutu ingin kembali menguasai dan melakukan penjajahan di Indonesia salah satunya adalah kekalahan Jepang saat Perang Dunia II. Untuk lebih jelasnya, simaklah penjelasan berikut ini. Pasca penyerahan Jepang tanpa syarat kepada Sekutu pada 2 September 1945, Sekutu memutuskan bahwa pasukan Amerika ditugaskan untuk mengamankan dan mengendalikan Jepang, sedangkan tanggung jawab atas Indonesia dipindahkan dari South West Pacific Command (SWPC) atau Komando Pasifik Barat Daya (di bawah Amerika Serikat) kepada South East Asia Command (SEAC) atau Komando Asia Tenggara (di bawah Inggris). SEAC berada di bawah komando jenderal Inggris, Letnan Jenderal Lord Louis Mountbatten. Di tengah berkecamuknya pertempuran antara pasukan Jepang dan Indonesia, pada 8 September 1945, Louis Mountbatten mengutus tujuh perwira Inggris di bawah pimpinan Mayor A. G. Greenhalgh ke Indonesia. Tugas pokok mereka adalah mempelajari serta melaporkan keadaan di Indonesia menjelang pendaratan pasukan Sekutu. Laporan pengamatan mereka kemudian menjadi dasar bagi kedatangan rombongan perwakilan Sekutu pada 16 September 1945. Rombongan perwakilan Sekutu ini berlabuh di Tanjung Priok (Jakarta di bawah pimpinan Laksamana Muda W. R. Patterson. Dalam rombongan ini, ikut pula C. H. 0. van der Plas, seorang wakil dari NICA (Netherlands Indies Civil Administration). NICA adalah sebuah lembaga pemerintahan semimiliter yang dibentuk pada April 1944 dan dipersiapkan oleh Sekutu untuk memulihkan dan mengendalikan pemerintahan sipil di Hindia-Belanda (Indonesia). Meskipun merupakan lembaga bentukan Sekutu, pucuk pimpinan tertinggi NICA dipegang oleh orang Belanda bernama Dr. H. J. van Mook. Adapun wakil NICA dipegang Raden Abdul Kadir Widjojoatmodjo, seorang warga kebangsaan Belanda berdarah Jawa. Pada 29 September 1945, tibalah pasukan Inggris (SEAC) di Jakarta di bawah pimpinan Letnan Jenderal Sir Philip Christison. Sejumlah besar pegawai NICA juga ikut serta. Pasukan SEAC bernaung di bawah bendera baru yang disebut AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies/Pasukan Sekutu Hindia-Belanda). Pasukan AFNEI dipusatkan di wilayah barat Indonesia, terutama Sumatra dan Jawa. Adapun daerah Indonesia lainnya, terutama wilayah Timur, diserahkan kepada angkatan perang Australia. AFNEI diserahi beberapa tugas sebagai berikut. • Menerima penyerahan Jepang. • Membebaskan para tawanan perang Jepang yang berasal dari Eropa. • Melucuti tentara Jepang dan mengumpulkan mereka untuk dipulangkan. • Menegakkan serta memelihara kondisi damai untuk diserahkan kepada pemerintahan sipil. • Mencari informasi tentang para penjahat perang Jepang untuk selanjutnya diserahkan ke pengadilan Sekutu. Kedatangan AFNEI disambut hangat rakyat dan pemimpin Indonesia. Apalagi, dalam pernyataannya pada 1 Oktober 1945, panglima AFNEI Philip Christison mengakui pemerintahan Republik Indonesia di daerah-daerah sebagai kekuasaan de facto. Sepintas, tidak ada yang patut dikhawatirkan dan dicurigai. Pemimpin Indonesia bahkan menyerukan agar pejabat-pejabat di daerah membantu tugas-tugas AFNEI. Rakyat Indonesia tidak menyadari bahwa pegawai lembaga pemerintahan sipil yang dibawa AFNEI (Sekutu) sebagian besar diisi orang Belanda dan bahwa Belanda memang sudah dipersiapkan untuk mengambil alih pemerintahan sipil di Indonesia. Belanda tidak mungkin mampu mengambil alih kekuasaan di Indonesia sendirian tanpa dibonceng Sekutu. Namun, berlawanan dengan perkataan Christison, NICA dengan dukungan Sekutu aktif mempersenjatai kembali bekas anggota Koninklijk Nederlands Indies Leger (KNIL) yang baru saja bebas dari tahanan Jepang. Di berbagai daerah, NICA dan KNIL yang didukung Sekutu (Inggris) melancarkan provokasi dan teror terhadap para pemimpin nasional. Semuanya bertujuan memuluskan rencana Belanda menduduki kembali Indonesia. Tampak semakin jelas bahwa NICA memang ingin mengambil alih kekuasaan di Indonesia. Hal ini berarti AFNEI menyimpang dari misi awalnya memelihara keamanan dan menjamin kemerdekaan Indonesia. Hal ini kemudian memicu ketegangan-ketegangan baru dengan Indonesia. Di berbagai daerah, seperti Surabaya, Sukabumi, Medan Area, Ambarawa, Manado, dan Bandung, terjadi pertempuran melawan Sekutu (dan NICA). Berikut ini upaya bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan dengan kekuatan bersenjata. Semoga bermanfaat.


Iklan

Syifa U

10 November 2021 15:13

Belanda kembali ke Indonesia karena ingin menguasai dan menjajah lagi Indonesia. Pembahasan: Seusai kalahnya Jepang pada Perang Dunia II, pasukan Sekutu mendarat di Indonesia. Pasukan Sekutu ini awalnya bertujuan untuk melucuti pasukan Jepang di Indonesia dan mengembalikan pasukan Jepang ke negaranya.   Namun kemudian pasukan Sekutu membebaskan dan mempersenjatai para tahanan Belanda, dan membantu Netherlands Indies Civil Administration (NICA) untuk membentuk kembali pemerintahan Hindia Belanda dan menjadikan kembali Indonesia sebagai wilayah jajahan Belanda. Pasukan Sekutu juga berupaya melucuti dan membubarkan pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR).   Kembalinya Belanda ini menyebabkan konflik dan berbagai pertempuran antaa pasukan Sekutu dan terntara Indonesia di berbagai daerah. NICA ini dipimpin oleh Hubertus van Mook, dan berusaha mengembalikan kekuasaan Belnda dengan membentuk negara boneka di wilayah-wilayah yang diduduki pasukan Sekutu dan Belanda, seperti Negara Pasundan, Negara Indonesia Timur dan Negara Sumatra Timur, dengan total sebanyak 15 negara bagian dan daerah otonom. Pembentukan negara bagian ini adalah upaya Belanda mempertahankan kekuasaannya. Dengan negara-negara bagian kecil, Belanda lebih mudah mengatur wilayah Indonesia yang diduduki. Belanda mengumpulkan para pemimpin negara federal ini dalam suatu lembaga yang mereka sebut Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO).


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

40

5.0

Jawaban terverifikasi