Pitaloka M

13 Oktober 2022 12:58

Iklan

Pitaloka M

13 Oktober 2022 12:58

Pertanyaan

jelaskan dampak di bidang politik, sosial ekonomi, agama dan pelaksanaan imperialisme kolonialisme di indonesia!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

12

:

09

:

12

Klaim

3

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

M. Indah

Mahasiswa/Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

07 November 2022 09:26

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban yang tepat dari pertanyaan di atas yaitu dampak kolonialisme-imperialisme dalam bidang politik, ekonomi, sosial budaya, dan agama adalah berubahnya sistem pemerintahan, pusat pemerintahan berada di Pulau Jawa, adanya sistem ekonomi uang, dibangunnya fasilitas umum melalui kerja rodi, ikatan tradisi yang melemah, hilangnya kekuasaan tradisional, dan berkembangnya agama Kristen.</p><p>&nbsp;</p><p>Dampak kolonialisme-imperialisme bagi bangsa Indonesia masih dapat dirasakan hingga saat ini. Dampak tersebut terjadi dalam bidang politik, ekonomi, sosial budaya, dan agama. Berikut merupakan dampak dari praktik kolonialisme-imperialisme di Indonesia.</p><p>&nbsp;</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bidang politik</p><p>Kedatangan Belanda merubah keadaan politik di Indonesia yang sebelumnya sistem pemerintahannya kerajaan menjadi pemerintahan modern yang menjadikan bupati sebagai alat kekuasaan pemerintahan. Pegawai pemerintahan atau pamong praja pun ditempati oleh tenaga terdidik. Selain itu, kolonialisme Belanda menjadikan Batavia sebagai pusat pemerintahan. Hal ini masih dipertahankan ketika NKRI sudah berdiri dengan menjadikan Jakarta sebagai ibukota negara.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bidang ekonomi</p><p>Diberlakukannya sistem sewa tanah, penanaman modal asing, serta pembangunan fasilitas umum seperti jalan raya Anyer-Panarukan melalui kerja rodi.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bidang sosial budaya.</p><p>Tersebarnya penduduk di Jawa ke wilayah lain akibat transmigrasi atau bahkan exile (pembuangan), adanya perkampungan berdasarkan etnis, penggunaan kata serapan Bahasa Belanda, juga adanya akulturasi kuliner Belanda dan Indonesia melalui budaya rijstaffel. Bentuk akulturasi pangan ini adalah perpaduan penyajian lauk pauk khas Belanda seperti bistik dan perkedel dengan nasi sebagai makanan pokok orang Indonesia.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bidang agama</p><p>Kehidupan beragama rakyat Indonesia pada masa kolonial Belanda ialah berkembangnya agama Kristen Katolik dan Protestan di daerah-daerah, sekolah, dan rumah sakit. Pemerintah membangun gereja dan membentuk badan zending, setelah berangsur-angsur, terjadi penggabungan kekristenan dengan budaya lokal.</p><p>&nbsp;</p><p>Dengan demikian dampak kolonialisme-imperialisme dalam bidang politik, ekonomi, sosial budaya, dan agama adalah berubahnya sistem pemerintahan, pusat pemerintahan berada di Pulau Jawa, adanya sistem ekonomi uang, dibangunnya fasilitas umum melalui kerja rodi, ikatan tradisi yang melemah, hilangnya kekuasaan tradisional, dan berkembangnya agama Kristen.</p>

Jawaban yang tepat dari pertanyaan di atas yaitu dampak kolonialisme-imperialisme dalam bidang politik, ekonomi, sosial budaya, dan agama adalah berubahnya sistem pemerintahan, pusat pemerintahan berada di Pulau Jawa, adanya sistem ekonomi uang, dibangunnya fasilitas umum melalui kerja rodi, ikatan tradisi yang melemah, hilangnya kekuasaan tradisional, dan berkembangnya agama Kristen.

 

Dampak kolonialisme-imperialisme bagi bangsa Indonesia masih dapat dirasakan hingga saat ini. Dampak tersebut terjadi dalam bidang politik, ekonomi, sosial budaya, dan agama. Berikut merupakan dampak dari praktik kolonialisme-imperialisme di Indonesia.

 

1.       Bidang politik

Kedatangan Belanda merubah keadaan politik di Indonesia yang sebelumnya sistem pemerintahannya kerajaan menjadi pemerintahan modern yang menjadikan bupati sebagai alat kekuasaan pemerintahan. Pegawai pemerintahan atau pamong praja pun ditempati oleh tenaga terdidik. Selain itu, kolonialisme Belanda menjadikan Batavia sebagai pusat pemerintahan. Hal ini masih dipertahankan ketika NKRI sudah berdiri dengan menjadikan Jakarta sebagai ibukota negara.

2.       Bidang ekonomi

Diberlakukannya sistem sewa tanah, penanaman modal asing, serta pembangunan fasilitas umum seperti jalan raya Anyer-Panarukan melalui kerja rodi.

3.       Bidang sosial budaya.

Tersebarnya penduduk di Jawa ke wilayah lain akibat transmigrasi atau bahkan exile (pembuangan), adanya perkampungan berdasarkan etnis, penggunaan kata serapan Bahasa Belanda, juga adanya akulturasi kuliner Belanda dan Indonesia melalui budaya rijstaffel. Bentuk akulturasi pangan ini adalah perpaduan penyajian lauk pauk khas Belanda seperti bistik dan perkedel dengan nasi sebagai makanan pokok orang Indonesia.

4.       Bidang agama

Kehidupan beragama rakyat Indonesia pada masa kolonial Belanda ialah berkembangnya agama Kristen Katolik dan Protestan di daerah-daerah, sekolah, dan rumah sakit. Pemerintah membangun gereja dan membentuk badan zending, setelah berangsur-angsur, terjadi penggabungan kekristenan dengan budaya lokal.

 

Dengan demikian dampak kolonialisme-imperialisme dalam bidang politik, ekonomi, sosial budaya, dan agama adalah berubahnya sistem pemerintahan, pusat pemerintahan berada di Pulau Jawa, adanya sistem ekonomi uang, dibangunnya fasilitas umum melalui kerja rodi, ikatan tradisi yang melemah, hilangnya kekuasaan tradisional, dan berkembangnya agama Kristen.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

40

5.0

Jawaban terverifikasi