Leni L

17 Januari 2023 09:10

Iklan

Leni L

17 Januari 2023 09:10

Pertanyaan

Jelaskan berbagai pertempuran dengan kekuatan senjata antara Indonesia dengan Belanda

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

16

:

46

:

18

Klaim

5

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

G. Fitri

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

24 Januari 2023 12:20

Jawaban terverifikasi

<p>Pertempuran bersenjata antara Indonesia dan Belanda pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan ialah Pertempuran Medan Area dan Bandung Lautan Api.</p><p>&nbsp;</p><p>Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut.</p><p>&nbsp;</p><p>Tanggal 17 Agustus 1945 merupakan peristiwa sakral dari bangsa Indonesia, dimana diwakili oleh Soekarno dan Hatta dengan atas nama bangsa Indonesia, bangsa ini memerdekakan diri. Hal tersebut dilakukan meskipun masih ada pendudukan Jepang di Indonesia. Sebagai negara pemenang dalam perang maka tentunya wilayah Indonesia mengalami kekosongan maka tentara sekutu mulai berdatangan. Namun kedatangan tersebut telah memboncengi NICA atau pihak dari bangsa Belanda. Belanda ingin kembali menanamkan praktik penjajahan kembali kepada negara yang sudah merdeka. Bangsa Indonesia tidak diam saja, namun rakyat dengan segenap kekuatan dan kegigihan berupaya untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah diraih. Adapun beberapa pertempuran tersebut ialah :</p><p>&nbsp;</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pertempuran Medan Area</p><p>Merupakan salah satu respon rakyat Indonesia sebagai bentuk perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Saat itu&nbsp; pasukan sekutu yang memboncengi NICA (pihak Belanda) datang ke Indonesia sebagai pemenang Perang Dunia II di kawasan Asia Pasifik. Kedatangannya di Sumatera Utara pada tanggal 9 Oktober 1945. Kedatangan tersebut disambut baik tentunya, namun ternyata dalam praktiknya pasukan sekutu dan NICA mempersenjatai tawanan serta membentuk Medan Batilion KNIL dengan tugasnya ialah mengambil alih kekuasaan di Kota Medan. Tentunya hal tersebut membuat konflik antara TKR dan pihak sekutu tidak dapat terhindarkan. Insiden pertama terjadi pada 13 Oktober 1945 dimana salah satu penghuni hotel merampas dan menginjak-injak lencana merah putih, sontak para pemuda marah dan menyerang hotel tersebut. Sebanyak 96 orang tewas dalam peristiwa tersebut sebagian besar ialah orang-orang NICA. Kemudian pasukan sekutu mengultimatum rakyat Medan agar menyerahkan senjatanya kepada sekutu. Namun ultimatum tersebut dihiraukan oleh rakyat. Pihak sekutu dan NICA akhirnya terdesak oleh serangan-serangan dari TKR, dan untuk membendung serangan itu sekutu memasang papan yang bertuliskan Fixed Boundaries Medan Area (Batas resmi wilayah Medan). Serangan-serangan terus berlanjut bahkan hingga beberapa daerah hingga Palembang.</p><p>&nbsp;</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bandung Lautan Api</p><p>Merupakan salah satu peristiwa bersejarah masyarakat kota Bandung dalam mempertahankan kemerdekaan yang telah diraih. Peristiwa ini sebagai dampak dari respon masyarakat akan kedatangan Sekutu yang memboncengi NICA (Belanda) yang ingin menjajah kembali wilayah Indonesia. Bandung Lautan Api terjadi pada 23 Maret 1946, dimana para pejuang Indonesia membumihanguskan Kota Bandung untuk mencegah tentara Sekutu dan NICA menggunakan semua fasilitas sebagai markas militer mereka. Rakyat saat itu diberikan ultimatum untuk menyerahkan senjata-senjata rampasan dari Jepang paling lambat pada 21 November 1945, namun rakyat Indonesia tidak mengindahkan ultimatum tersebut. Sehingga pertempuran tidak terhindarkan, penyerangan dilakukan di bagian utara termasuk di Hotel Homann dan Hotel Preanger yang diduduki oleh Inggris. Pada tanggal 23 Maret 1946, tentara Sekutu kembali menyampaikan ultimatumnya agar Kota Bandung segara dikosongkan. Untuk menghindari penderitaan dan kehancuran rakyat Bandung maka rakyat termasuk Tentara Republik Indonesia (TRI) segara melakukan hal tersebut. Namun dengan berjalannya proses pengungsian tersebut, TRI melakukan operasi "bumi-hangus", diantaranya membakar bangunan-bangunan penting salah satunya ialah gudang mesiu yang diledakkan oleh Mohammad Toha yang gugur bersama ledakan itu. Tengah malah Kota Bandung yang ditinggal telah terbakar, hal ini menunjukan bahwa rakyat tidak rela jika Kota Bandung dimanfaatkan oleh pihak Sekutu dan NICA.</p><p>&nbsp;</p><p>Dengan demikian, Pertempuran bersenjata antara Indonesia dan Belanda pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan ialah Pertempuran Medan Area dan Bandung Lautan Api.</p><p>&nbsp;</p><p>Semoga membantu ya :)</p>

Pertempuran bersenjata antara Indonesia dan Belanda pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan ialah Pertempuran Medan Area dan Bandung Lautan Api.

 

Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut.

 

Tanggal 17 Agustus 1945 merupakan peristiwa sakral dari bangsa Indonesia, dimana diwakili oleh Soekarno dan Hatta dengan atas nama bangsa Indonesia, bangsa ini memerdekakan diri. Hal tersebut dilakukan meskipun masih ada pendudukan Jepang di Indonesia. Sebagai negara pemenang dalam perang maka tentunya wilayah Indonesia mengalami kekosongan maka tentara sekutu mulai berdatangan. Namun kedatangan tersebut telah memboncengi NICA atau pihak dari bangsa Belanda. Belanda ingin kembali menanamkan praktik penjajahan kembali kepada negara yang sudah merdeka. Bangsa Indonesia tidak diam saja, namun rakyat dengan segenap kekuatan dan kegigihan berupaya untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah diraih. Adapun beberapa pertempuran tersebut ialah :

 

1.       Pertempuran Medan Area

Merupakan salah satu respon rakyat Indonesia sebagai bentuk perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Saat itu  pasukan sekutu yang memboncengi NICA (pihak Belanda) datang ke Indonesia sebagai pemenang Perang Dunia II di kawasan Asia Pasifik. Kedatangannya di Sumatera Utara pada tanggal 9 Oktober 1945. Kedatangan tersebut disambut baik tentunya, namun ternyata dalam praktiknya pasukan sekutu dan NICA mempersenjatai tawanan serta membentuk Medan Batilion KNIL dengan tugasnya ialah mengambil alih kekuasaan di Kota Medan. Tentunya hal tersebut membuat konflik antara TKR dan pihak sekutu tidak dapat terhindarkan. Insiden pertama terjadi pada 13 Oktober 1945 dimana salah satu penghuni hotel merampas dan menginjak-injak lencana merah putih, sontak para pemuda marah dan menyerang hotel tersebut. Sebanyak 96 orang tewas dalam peristiwa tersebut sebagian besar ialah orang-orang NICA. Kemudian pasukan sekutu mengultimatum rakyat Medan agar menyerahkan senjatanya kepada sekutu. Namun ultimatum tersebut dihiraukan oleh rakyat. Pihak sekutu dan NICA akhirnya terdesak oleh serangan-serangan dari TKR, dan untuk membendung serangan itu sekutu memasang papan yang bertuliskan Fixed Boundaries Medan Area (Batas resmi wilayah Medan). Serangan-serangan terus berlanjut bahkan hingga beberapa daerah hingga Palembang.

 

2.       Bandung Lautan Api

Merupakan salah satu peristiwa bersejarah masyarakat kota Bandung dalam mempertahankan kemerdekaan yang telah diraih. Peristiwa ini sebagai dampak dari respon masyarakat akan kedatangan Sekutu yang memboncengi NICA (Belanda) yang ingin menjajah kembali wilayah Indonesia. Bandung Lautan Api terjadi pada 23 Maret 1946, dimana para pejuang Indonesia membumihanguskan Kota Bandung untuk mencegah tentara Sekutu dan NICA menggunakan semua fasilitas sebagai markas militer mereka. Rakyat saat itu diberikan ultimatum untuk menyerahkan senjata-senjata rampasan dari Jepang paling lambat pada 21 November 1945, namun rakyat Indonesia tidak mengindahkan ultimatum tersebut. Sehingga pertempuran tidak terhindarkan, penyerangan dilakukan di bagian utara termasuk di Hotel Homann dan Hotel Preanger yang diduduki oleh Inggris. Pada tanggal 23 Maret 1946, tentara Sekutu kembali menyampaikan ultimatumnya agar Kota Bandung segara dikosongkan. Untuk menghindari penderitaan dan kehancuran rakyat Bandung maka rakyat termasuk Tentara Republik Indonesia (TRI) segara melakukan hal tersebut. Namun dengan berjalannya proses pengungsian tersebut, TRI melakukan operasi "bumi-hangus", diantaranya membakar bangunan-bangunan penting salah satunya ialah gudang mesiu yang diledakkan oleh Mohammad Toha yang gugur bersama ledakan itu. Tengah malah Kota Bandung yang ditinggal telah terbakar, hal ini menunjukan bahwa rakyat tidak rela jika Kota Bandung dimanfaatkan oleh pihak Sekutu dan NICA.

 

Dengan demikian, Pertempuran bersenjata antara Indonesia dan Belanda pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan ialah Pertempuran Medan Area dan Bandung Lautan Api.

 

Semoga membantu ya :)


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

42

5.0

Jawaban terverifikasi