Karinaaa K

05 Februari 2023 16:12

Iklan

Karinaaa K

05 Februari 2023 16:12

Pertanyaan

jelaskan akhir dari peristiwa people power di Filipina

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

10

:

53

:

36

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Nanda R

Community

12 Januari 2024 04:02

Jawaban terverifikasi

People Power di Filipina pada tahun 1986 merupakan sebuah demonstrasi massal tanpa kekerasan yang mengakhiri rezim otoriter Ferdinand Marcos yang telah berkuasa selama 20 tahun. Demonstrasi ini dipicu oleh ketidakpuasan rakyat terhadap hasil pemilihan umum yang kembali memenangkan Marcos, yang dikenal sebagai pemimpin diktator dan kerap melakukan tindakan represif terhadap oposisi. Jutaan rakyat Filipina turun ke jalan dan melakukan aksi unjuk rasa damai untuk menuntut pengakhiran rezim Marcos. Akhir dari peristiwa People Power ini adalah pengunduran diri Ferdinand Marcos dan pelantikan Corazon Aquino sebagai Presiden, sehingga peristiwa ini dianggap sebagai penggulingan kekuasaan presiden secara damai melalui demonstrasi rakyat


Iklan

Kevin L

Gold

14 Januari 2024 01:33

Jawaban terverifikasi

Peristiwa People Power di Filipina adalah bagian penting dalam sejarah negara tersebut. Peristiwa ini berhubungan dengan topik sejarah dan politik, khususnya tentang revolusi dan perubahan rezim pemerintahan. Penjelasan: 1. Gerakan People Power, juga dikenal sebagai Revolusi EDSA, adalah serangkaian demonstrasi yang terjadi di Filipina pada tahun 1986. Demonstrasi ini dipicu oleh ketidakpuasan publik terhadap rezim Ferdinand Marcos, yang dituduh melakukan kecurangan dalam pemilihan presiden. 2. Demonstrasi ini dimulai setelah pemakaman Benigno Aquino, seorang senator pro-demokrasi, dan dipimpin oleh jandanya, Corazon Aquino. 3. Situasi semakin memanas ketika masyarakat mengetahui bahwa Marcos telah memanipulasi hasil pemilihan presiden 1986, yang seharusnya dimenangkan oleh Corazon Aquino. 4. Ribuan orang dari berbagai lapisan masyarakat turun ke jalan, memenuhi EDSA, untuk melakukan aksi protes terhadap Marcos. 5. Akhirnya, gerakan People Power ini berhasil menggulingkan pemerintahan Ferdinand Marcos pada 25 Februari 1986. Kesimpulan: Akhir dari peristiwa People Power di Filipina adalah jatuhnya rezim Ferdinand Marcos dan berakhirnya pemerintahannya. Corazon Aquino, yang seharusnya memenangkan pemilihan presiden 1986, mengambil alih kekuasaan dan menjadi presiden Filipina. Semoga penjelasan ini membantu Anda memahami peristiwa penting ini dalam sejarah Filipina. ๐Ÿ™‚


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

62

5.0

Jawaban terverifikasi