Sanjaya S

15 Juni 2022 02:05

Iklan

Sanjaya S

15 Juni 2022 02:05

Pertanyaan

Jelaskan 3 filsuf Tiongkok beserta ajarannya!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

21

:

44

:

17

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

S. Suryanti

Mahasiswa/Alumni Universitas Tarumanagara

23 Juli 2022 02:01

Jawaban terverifikasi

Jawaban yang benar adalah aliran yin & yang, konfusianisme, mohis, dan lainnya. Cermati penjelasan berikut ya! Filsafat Tiongkok merepresentasikan alur tradisi intelektual dan budaya Cina yang telah dimulai semenjak awal dicatatnya sejarah mereka hingga masa kini. Bahasan utama filsafat Tiongkok sangat dipengaruhi atau didasari berbagai ide yang digagas banyak tokohnya seperti Lao-Tzu, Confucius, Mencius, and Mo Ti, yang semuanya hidup pada masa paruh kedua dari Dinastu Zhou (abad ke-8 hingga ke-3 SM). Bisa dikatakan bahwa keseluruhan budaya Cina juga turut terbentuk, atau dibentuk , berdasarkan pengaruh dari para pemimpin intelektual ini. 1. Aliran Yin & Yang (Yin-Yang jia) Juga sering disebut Aliran Naturalis, aliran Yin dan Yang mengambil nama dari prinsip Yin-Yang yang menurut tradisi Cina diyakini sebagai dua prinsip dasar dalam kosmologi mereka: Yin, menyatakan sifat betina, dan Yang, jantan. Bagi masyarakat Cina, kombinasi dan interaksi dari dikotomi ini dipercaya melahirkan segenap fenomena semesta. 2. Konfusianisme (Ru jia) Juga sering disebut dengan nama Aliran Cendekia atau Terpelajar (Literati), Konfusianisme pada awalnya disusun sebagai seperangkat doktrin moral dan politis dengan berlandaskan pada ajaran Konfusius (sebagian masyarakat Indonesia lebih mengenalnya sebagai “Kong Hu Cu atau Konghucu” - penerjemah). Pada perkembangannya, ajaran filsuf Meng Zi (Mencius) dan Xunzi (Xun zi) juga menjadi bagian dari aliran ini. Titik berat humanisme dalam filsafat Tiongkok sebagian besar berhutang pada besarnya pengaruh Konfusianisme. 3. Aliran Mohis (Mo jia) Tokoh utama dari aliran ini adalah Mo Ti (Mozi, Mo Tsu atau Mo Di) dan sekaligus menjadi penentang (oposan) pertama dari Konfusius. Para pengikut aliran ini ditata dalam organisasi yang memiliki ikatan erat dan menerapkan norma disiplin yang ketat. Kontras antara Konfusius dan Mo Ti merupakan salah satu hal yang paling menarik dalam filsafat Tiongkok. 4. Aliran Asma (Ming jia) Terkadang diacu sebagai “para bijak (sophists)” atau “logikawan”, aliran ini memusatkan perhatian pada relasi antara ming (nama atau atribut) dan shi (aktualita), atau mirip dengan hubungan subjek dan predikat. Para anggotanya dikenal sangat solak menuntun diskusi apapun menuju problematika paradoks. Mereka juga sangat tanggap berdebat-kusir dengan orang lain, dan seringnya sengaja membenarkan apa yang disangkal orang lain atau menyangkal yang dibenarkan orang lain. 5. Aliran Legalis (Fa jia) Kata fa bermakna rumusan atau hukum. Aliran ini karenanya mengkhususkan diri membahas apa yang harus dilakukan dan bagaimana masyarakat sepatutnya atau tidak sepaturnya bertindak untuk menjamin kemakmuran negara. Karena aliran ini sama sekali mengabaikan pertimbangan moral dan keberadaannya kadang dianggap sebagai tentangan atas pemikiran Konfusius yang sangat peduli akan nilai-nilai moral. Dari sudut pandang aliran Legalis, institusi moral bukan pedoman yang baik bagi masyarakat serta pemerintahan yang baik sudah sepatutnya dan sepenuhnya berlandaskan kemutlakan undang-undang beserta pelaksanaannya. Oleh karena itu jawaban yang tepat adalah aliran yin & yang, konfusianisme, mohis, dan lainnya.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

40

5.0

Jawaban terverifikasi