Rinjani S

30 Mei 2023 07:38

Iklan

Rinjani S

30 Mei 2023 07:38

Pertanyaan

Identifikasi pola kehidupan masyarakat kerajaan kutai, kalingga, sriwijaya, majapahit, dan mataram kuno dengan 7 kebudayaan

Identifikasi pola kehidupan masyarakat kerajaan kutai, kalingga, sriwijaya, majapahit, dan mataram kuno dengan 7 kebudayaan

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

20

:

33

:

27

Klaim

3

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

ADITIYA E

30 Mei 2023 14:43

Jawaban terverifikasi

Pada masing-masing masyarakat kerajaan Kutai, Kalingga, Sriwijaya, Majapahit, dan Mataram Kuno, terdapat pola kehidupan dan kebudayaan yang berbeda-beda. Berikut adalah identifikasi pola kehidupan masyarakat kerajaan tersebut dengan mengacu pada 7 unsur kebudayaan: 1. Kebudayaan Materi: - Kerajaan Kutai: Masyarakat Kutai dikenal memiliki kemampuan dalam pengolahan logam, seperti perunggu dan besi, untuk membuat berbagai macam senjata, peralatan, dan barang perdagangan. - Kerajaan Kalingga: Masyarakat Kalingga mengembangkan keahlian dalam kerajinan perunggu, pembuatan arca, dan kerajinan keramik. - Kerajaan Sriwijaya: Sriwijaya memiliki keterampilan dalam pembuatan kapal dan menjadi pusat perdagangan maritim di wilayah tersebut. Mereka juga menghasilkan barang-barang dari logam, seperti perak, tembaga, dan emas. - Kerajaan Majapahit: Majapahit memiliki kerajinan logam yang maju, seperti ukiran tembaga dan perunggu. Mereka juga mengembangkan keramik yang indah. - Kerajaan Mataram Kuno: Masyarakat Mataram Kuno menghasilkan karya seni arsitektur yang mengagumkan, terutama dalam bentuk candi, seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan. 2. Kebudayaan Sosial: - Kerajaan Kutai: Masyarakat Kutai memiliki sistem kerajaan yang terstruktur dengan rajanya sebagai penguasa tertinggi dan pembesar yang menduduki posisi penting dalam hierarki sosial. - Kerajaan Kalingga: Kalingga memiliki struktur sosial yang terorganisir dengan pemimpin pusat dan masyarakat yang dibagi menjadi berbagai golongan sosial. - Kerajaan Sriwijaya: Sriwijaya adalah kerajaan maritim dengan struktur sosial yang didasarkan pada perdagangan, di mana pedagang menjadi kelas sosial yang berpengaruh. - Kerajaan Majapahit: Majapahit memiliki sistem sosial yang kompleks dengan raja sebagai penguasa tertinggi dan dibantu oleh para bangsawan dan petinggi kerajaan. Masyarakat Majapahit juga terdiri dari golongan petani, pedagang, dan pekerja lainnya. - Kerajaan Mataram Kuno: Mataram Kuno memiliki sistem kerajaan yang kuat dengan raja sebagai penguasa absolut, dan adanya kelompok bangsawan, prajurit, dan rakyat biasa dalam hierarki sosial. 3. Kebudayaan Spiritual: - Kerajaan Kutai: Masyarakat Kutai memiliki kepercayaan animisme dan kepercayaan terhadap roh nenek moyang serta pelaksanaan upacara dan ritual yang terkait dengan kematian. - Kerajaan Kalingga: Kalingga memiliki kepercayaan Hindu-Buddha, di mana mereka memuja dewa-dewi Hindu dan menghormati ajaran Buddha. - Kerajaan Sriwijaya: Sriwijaya merupakan kerajaan Buddha, di mana agama Buddha berkembang dan mendapat dukungan dari pemer intah kerajaan. - Kerajaan Majapahit: Majapahit memiliki kepercayaan Hindu-Buddha, dengan pengaruh kuat dari agama Hindu di mana istana kerajaan memiliki kuil-kuil Hindu yang penting. - Kerajaan Mataram Kuno: Masyarakat Mataram Kuno memiliki kepercayaan Hindu-Buddha dan mengenal sistem pemujaan leluhur. 4. Kebudayaan Bahasa: - Kerajaan Kutai: Masyarakat Kutai menggunakan bahasa Kutai sebagai bahasa utama dalam komunikasi. - Kerajaan Kalingga: Kalingga menggunakan bahasa Kalingga sebagai bahasa yang digunakan dalam pemerintahan dan komunikasi sehari-hari. - Kerajaan Sriwijaya: Sriwijaya menjadi pusat peradaban di Asia Tenggara dan menjadi tempat berkembangnya bahasa Sanskerta sebagai bahasa resmi dan bahasa perdagangan. - Kerajaan Majapahit: Masyarakat Majapahit menggunakan bahasa Jawa Kuno sebagai bahasa resmi dan bahasa pemerintahan. - Kerajaan Mataram Kuno: Mataram Kuno menggunakan bahasa Jawa Kuno sebagai bahasa resmi dan bahasa pengantar dalam kegiatan pemerintahan. 5. Kebudayaan Seni: - Kerajaan Kutai: Masyarakat Kutai menghasilkan karya seni seperti arca dan ukiran kayu yang memiliki pengaruh budaya lokal dan Hindu-Buddha. - Kerajaan Kalingga: Kalingga menghasilkan seni ukir, seni tembikar, dan seni perunggu yang berhubungan dengan kepercayaan Hindu-Buddha. - Kerajaan Sriwijaya: Seni arsitektur, seni ukir, seni keramik, dan seni lukis menjadi bagian penting dari budaya seni Sriwijaya. - Kerajaan Majapahit: Majapahit menghasilkan seni ukir yang halus, seni lukis, seni patung, dan seni arsitektur dalam bentuk candi dan bangunan monumental. - Kerajaan Mataram Kuno: Masyarakat Mataram Kuno menghasilkan seni arsitektur yang megah, seni ukir, dan seni patung yang terkenal melalui bangunan seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan. 6. Kebudayaan Pengetahuan: - Kerajaan Kutai: Masyarakat Kutai memiliki pengetahuan dalam teknik pertanian, pengolahan logam, serta sistem pemerintahan yang terorganisir. - Kerajaan Kalingga: Kalingga mengembangkan pengetahuan dalam bidang pertanian, pengrajin perunggu, dan pengolahan keramik. - Kerajaan Sriwijaya: Sriwijaya menjadi pusat pengetahuan maritim, dengan pengetahuan navigasi dan teknik pembuatan kapal yang maju. - Kerajaan Majapahit: Majapahit mengembangkan pengetahuan tentang sistem pertanian, administrasi pemerintahan, dan seni bela diri. - Kerajaan Mataram Kuno: Masyarakat Mataram Kuno menghasilkan pengetahuan dalam bidang arsitektur, teknik pertanian, dan sistem pengairan. 7. Kebudayaan Sistem Perdagangan: - Kerajaan Kutai: Masyarakat Kutai terlibat dalam perdagangan lokal dan regional, terutama dalam perdagangan hasil hutan seperti kayu, gading, dan damar. - Kerajaan Kalingga: Kalingga memiliki hubungan perdagangan dengan kerajaan-kerajaan tetangga dan terlibat dalam perdagangan hasil bumi, seperti rempah-rempah, keramik, dan perunggu. - Kerajaan Sriwijaya: Sriwijaya adalah pusat perdagangan maritim di Asia Tenggara, menjalin hubungan dagang dengan berbagai negara di wilayah tersebut, terutama dalam perdagangan rempah-rempah, logam, dan barang-barang mewah. - Kerajaan Majapahit: Majapahit memiliki jaringan perdagangan yang luas, baik di dalam negeri maupun luar negeri, terutama dalam perdagangan hasil pertanian, rempah-rempah, logam, dan kerajinan. - Kerajaan Mataram Kuno: Mataram Kuno terlibat dalam perdagangan hasil bumi, seperti gula, rempah-rempah, logam, dan tekstil, dengan menjalin hubungan dagang dengan kerajaan-kerajaan tetangga. Perlu diingat bahwa setiap kerajaan memiliki keunikan dan perbedaan dalam pola kehidupan dan kebudayaannya. Identifikasi di atas memberikan gambaran umum, namun masih ada banyak aspek yang dapat dieksplorasi lebih lanjut untuk masing-masing kerajaan.


Iklan

Nanda R

Community

17 Februari 2024 14:05

Jawaban terverifikasi

<p>Pola kehidupan masyarakat di kerajaan Kutai, Kalingga, Sriwijaya, Majapahit, dan Mataram Kuno dapat diidentifikasi melalui 7 unsur kebudayaan. Berikut adalah identifikasi tersebut:</p><p><strong>Sistem Sosial:</strong></p><ul><li><strong>Kutai:</strong> Kerajaan Kutai mungkin memiliki struktur sosial yang didasarkan pada keberlanjutan tradisi dan kepercayaan setempat.</li><li><strong>Kalingga:</strong> Informasi terbatas mengenai struktur sosial di Kalingga, tetapi dapat diduga mengikuti pola pemerintahan kerajaan Hindu-Buddha.</li><li><strong>Sriwijaya:</strong> Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan maritim dengan kekuatan perdagangan dan pemerintahan pusat yang efisien.</li><li><strong>Majapahit:</strong> Majapahit memiliki struktur sosial yang hierarkis dengan kekuasaan tertinggi dipegang oleh raja dan bangsawan.</li><li><strong>Mataram Kuno:</strong> Mataram memiliki sistem sosial yang terkait erat dengan pemerintahan pusat, dengan peran penting bagi raja dan bangsawan dalam struktur kekuasaan.</li></ul><p><strong>Sistem Ekonomi:</strong></p><ul><li><strong>Kutai:</strong> Informasi tentang sistem ekonomi di Kutai terbatas, tetapi mungkin melibatkan pertanian, perdagangan, dan pengelolaan sumber daya alam.</li><li><strong>Kalingga:</strong> Ekonomi Kalingga mencakup pertanian dan perdagangan, dengan daerah ini dikenal sebagai pusat produksi garam.</li><li><strong>Sriwijaya:</strong> Sriwijaya merupakan pusat perdagangan maritim, yang mencakup perdagangan rempah-rempah dan hasil laut.</li><li><strong>Majapahit:</strong> Majapahit memiliki ekonomi yang berkembang melalui pertanian, perdagangan, dan pajak dari daerah-daerah taklukan.</li><li><strong>Mataram Kuno:</strong> Mataram dikenal dengan keberhasilannya dalam pengelolaan sistem irigasi dan pertanian yang produktif.</li></ul><p><strong>Sistem Kepercayaan:</strong></p><ul><li><strong>Kutai:</strong> Mungkin menganut kepercayaan animisme atau agama yang diakui di wilayah ini.</li><li><strong>Kalingga:</strong> Kalingga mungkin memiliki kepercayaan Hindu-Buddha seperti banyak kerajaan di Nusantara pada masa itu.</li><li><strong>Sriwijaya:</strong> Sriwijaya mengadopsi agama Buddha dan Hindu dalam kehidupan sehari-hari, meskipun toleran terhadap berbagai kepercayaan lokal dan agama lain.</li><li><strong>Majapahit:</strong> Majapahit merupakan kerajaan Hindu-Buddha yang mencerminkan toleransi terhadap berbagai agama dan kepercayaan lokal.</li><li><strong>Mataram Kuno:</strong> Mataram Kuno mungkin menganut agama Hindu-Buddha dengan pengaruh kuat dari Majapahit.</li></ul><p><strong>Seni dan Budaya:</strong></p><ul><li><strong>Kutai:</strong> Informasi tentang seni dan budaya di Kutai terbatas, tetapi mungkin mencakup seni ukir dan tradisi lokal.</li><li><strong>Kalingga:</strong> Seni dan budaya Kalingga mencerminkan pengaruh Hindu-Buddha, dengan seni relief dan patung yang berkembang.</li><li><strong>Sriwijaya:</strong> Sriwijaya menghasilkan seni arsitektur dan seni ukir yang mencerminkan perpaduan antara kebudayaan lokal dan Hindu-Buddha.</li><li><strong>Majapahit:</strong> Seni dan budaya Majapahit mencakup seni arsitektur, tari, wayang, dan sastra yang kaya akan nilai-nilai Hindu-Buddha.</li><li><strong>Mataram Kuno:</strong> Seni dan budaya Mataram Kuno mencerminkan warisan Hindu-Buddha Majapahit dengan pengaruh lokal yang kuat.</li></ul><p><strong>Bahasa:</strong></p><ul><li><strong>Kutai:</strong> Mungkin memiliki bahasa setempat yang khas, tetapi informasi spesifik terbatas.</li><li><strong>Kalingga:</strong> Bahasa yang digunakan mungkin beragam, termasuk bahasa Sanskerta dan bahasa setempat.</li><li><strong>Sriwijaya:</strong> Bahasa Melayu dan Sanskerta mungkin digunakan sebagai bahasa kebudayaan dan perdagangan.</li><li><strong>Majapahit:</strong> Bahasa Kawi, suatu bentuk klasik bahasa Jawa, digunakan dalam sastra dan kebudayaan.</li><li><strong>Mataram Kuno:</strong> Bahasa Kawi dan bahasa setempat mungkin digunakan dalam berbagai konteks.</li></ul><p><strong>Sistem Pengetahuan:</strong></p><ul><li><strong>Kutai:</strong> Pengetahuan masyarakat Kutai mungkin terkait dengan keahlian dalam pertanian, pengelolaan sumber daya alam, dan tradisi lokal.</li><li><strong>Kalingga:</strong> Sistem pengetahuan Kalingga melibatkan pemahaman filosofi Hindu-Buddha, pertanian, dan keahlian kerajinan.</li><li><strong>Sriwijaya:</strong> Sriwijaya dikenal karena pengetahuan maritim, perdagangan, dan kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.</li><li><strong>Majapahit:</strong> Majapahit memiliki pusat-pusat keilmuan seperti istana dan kawasan pedesaan yang mengembangkan pengetahuan tentang sastra, filsafat, dan ilmu pengetahuan.</li><li><strong>Mataram Kuno:</strong> Mataram Kuno mengembangkan pengetahuan tentang sistem irigasi, pertanian, dan keahlian rekayasa.</li></ul><p><strong>Sistem Mata Pencaharian:</strong></p><ul><li><strong>Kutai:</strong> Masyarakat Kutai mungkin menggantungkan mata pencahariannya pada pertanian, perdagangan, dan keahlian lokal.</li><li><strong>Kalingga:</strong> Mata pencaharian masyarakat Kalingga melibatkan pertanian, perdagangan, dan produksi garam.</li><li><strong>Sriwijaya:</strong> Sriwijaya mengandalkan perdagangan maritim, terutama dalam komoditas rempah-rempah dan hasil laut.</li><li><strong>Majapahit:</strong> Mata pencaharian di Majapahit mencakup pertanian, perdagangan, dan pajak dari wilayah taklukan.</li><li><strong>Mataram Kuno:</strong> Mataram Kuno mengandalkan mata pencaharian di sektor pertanian dan perdagangan.</li></ul>

Pola kehidupan masyarakat di kerajaan Kutai, Kalingga, Sriwijaya, Majapahit, dan Mataram Kuno dapat diidentifikasi melalui 7 unsur kebudayaan. Berikut adalah identifikasi tersebut:

Sistem Sosial:

  • Kutai: Kerajaan Kutai mungkin memiliki struktur sosial yang didasarkan pada keberlanjutan tradisi dan kepercayaan setempat.
  • Kalingga: Informasi terbatas mengenai struktur sosial di Kalingga, tetapi dapat diduga mengikuti pola pemerintahan kerajaan Hindu-Buddha.
  • Sriwijaya: Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan maritim dengan kekuatan perdagangan dan pemerintahan pusat yang efisien.
  • Majapahit: Majapahit memiliki struktur sosial yang hierarkis dengan kekuasaan tertinggi dipegang oleh raja dan bangsawan.
  • Mataram Kuno: Mataram memiliki sistem sosial yang terkait erat dengan pemerintahan pusat, dengan peran penting bagi raja dan bangsawan dalam struktur kekuasaan.

Sistem Ekonomi:

  • Kutai: Informasi tentang sistem ekonomi di Kutai terbatas, tetapi mungkin melibatkan pertanian, perdagangan, dan pengelolaan sumber daya alam.
  • Kalingga: Ekonomi Kalingga mencakup pertanian dan perdagangan, dengan daerah ini dikenal sebagai pusat produksi garam.
  • Sriwijaya: Sriwijaya merupakan pusat perdagangan maritim, yang mencakup perdagangan rempah-rempah dan hasil laut.
  • Majapahit: Majapahit memiliki ekonomi yang berkembang melalui pertanian, perdagangan, dan pajak dari daerah-daerah taklukan.
  • Mataram Kuno: Mataram dikenal dengan keberhasilannya dalam pengelolaan sistem irigasi dan pertanian yang produktif.

Sistem Kepercayaan:

  • Kutai: Mungkin menganut kepercayaan animisme atau agama yang diakui di wilayah ini.
  • Kalingga: Kalingga mungkin memiliki kepercayaan Hindu-Buddha seperti banyak kerajaan di Nusantara pada masa itu.
  • Sriwijaya: Sriwijaya mengadopsi agama Buddha dan Hindu dalam kehidupan sehari-hari, meskipun toleran terhadap berbagai kepercayaan lokal dan agama lain.
  • Majapahit: Majapahit merupakan kerajaan Hindu-Buddha yang mencerminkan toleransi terhadap berbagai agama dan kepercayaan lokal.
  • Mataram Kuno: Mataram Kuno mungkin menganut agama Hindu-Buddha dengan pengaruh kuat dari Majapahit.

Seni dan Budaya:

  • Kutai: Informasi tentang seni dan budaya di Kutai terbatas, tetapi mungkin mencakup seni ukir dan tradisi lokal.
  • Kalingga: Seni dan budaya Kalingga mencerminkan pengaruh Hindu-Buddha, dengan seni relief dan patung yang berkembang.
  • Sriwijaya: Sriwijaya menghasilkan seni arsitektur dan seni ukir yang mencerminkan perpaduan antara kebudayaan lokal dan Hindu-Buddha.
  • Majapahit: Seni dan budaya Majapahit mencakup seni arsitektur, tari, wayang, dan sastra yang kaya akan nilai-nilai Hindu-Buddha.
  • Mataram Kuno: Seni dan budaya Mataram Kuno mencerminkan warisan Hindu-Buddha Majapahit dengan pengaruh lokal yang kuat.

Bahasa:

  • Kutai: Mungkin memiliki bahasa setempat yang khas, tetapi informasi spesifik terbatas.
  • Kalingga: Bahasa yang digunakan mungkin beragam, termasuk bahasa Sanskerta dan bahasa setempat.
  • Sriwijaya: Bahasa Melayu dan Sanskerta mungkin digunakan sebagai bahasa kebudayaan dan perdagangan.
  • Majapahit: Bahasa Kawi, suatu bentuk klasik bahasa Jawa, digunakan dalam sastra dan kebudayaan.
  • Mataram Kuno: Bahasa Kawi dan bahasa setempat mungkin digunakan dalam berbagai konteks.

Sistem Pengetahuan:

  • Kutai: Pengetahuan masyarakat Kutai mungkin terkait dengan keahlian dalam pertanian, pengelolaan sumber daya alam, dan tradisi lokal.
  • Kalingga: Sistem pengetahuan Kalingga melibatkan pemahaman filosofi Hindu-Buddha, pertanian, dan keahlian kerajinan.
  • Sriwijaya: Sriwijaya dikenal karena pengetahuan maritim, perdagangan, dan kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Majapahit: Majapahit memiliki pusat-pusat keilmuan seperti istana dan kawasan pedesaan yang mengembangkan pengetahuan tentang sastra, filsafat, dan ilmu pengetahuan.
  • Mataram Kuno: Mataram Kuno mengembangkan pengetahuan tentang sistem irigasi, pertanian, dan keahlian rekayasa.

Sistem Mata Pencaharian:

  • Kutai: Masyarakat Kutai mungkin menggantungkan mata pencahariannya pada pertanian, perdagangan, dan keahlian lokal.
  • Kalingga: Mata pencaharian masyarakat Kalingga melibatkan pertanian, perdagangan, dan produksi garam.
  • Sriwijaya: Sriwijaya mengandalkan perdagangan maritim, terutama dalam komoditas rempah-rempah dan hasil laut.
  • Majapahit: Mata pencaharian di Majapahit mencakup pertanian, perdagangan, dan pajak dari wilayah taklukan.
  • Mataram Kuno: Mataram Kuno mengandalkan mata pencaharian di sektor pertanian dan perdagangan.

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

28

5.0

Jawaban terverifikasi