Agung S

15 Juni 2022 04:25

Iklan

Agung S

15 Juni 2022 04:25

Pertanyaan

Hasil pertanian pada masa pendudukan Jepang mengalami penurunan yang signifikan. kondisi demikian terjadi karena .... A. Banyak petani yang menjadi romusha B. Bencana kekeringan sedang melanda Indonesia C. Tenaga penyuluh pertanian tidak mumpuni D. Petani tidak menguasai teknologi pertania E. Para pertani tidak bersedia mengerjakan tanahnya

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

17

:

52

:

13

Klaim

7

1


Iklan

P. Dewi

16 Juni 2022 03:31

Halo Agung S, kakak bantu jawab ya. Hasil pertanian pada masa pendudukan Jepang mengalami penurunan yang signifikan. kondisi demikian terjadi karena .... C. Tenaga penyuluh pertanian tidak mumpuni Untuk lebih jelasnya yuk pahami penjelasan berikut: Indonesia pernah merasakan penderitaan akibat Perang Dunia II. Saat itu, Indonesia tengah dijajah Jepang yang terlibat PD II melawan Sekutu. Untuk memenangkan perang, Jepang memanfaatkan Indonesia yang kaya sumber daya alam dan sumber daya manusia. Jepang memberlakukan ekonomi perang di Indonesia. Ekonomi perang adalah kebijakan mengerahkan semua kekuatan ekonomi untuk menopang keperluan perang. Bagi Jepang, hanya sedikit komoditas yang bisa berguna menunjang perang. Kopi, teh, dan tembakau diklasifikasikan sebagai para yang kurang berguna bagi perang. Sehingga, perkebunan ini diganti dengan komoditas penghasil bahan makanan salah satunya Beras. Beras yang kekurangan persediaannya, oleh Jepang diusahakan untuk ditanam di lahan-lahan baru. Rakyat diminta menghancurkan tanaman kopi dan teh. Para tawanan dipaksa bekerja menanam padi. Hanya Jepang yang bisa mengatur produksi, pungutan, penyaluran, dan penetapan harga padi. Penggiling dan pedagang padi juga tidak boleh beroperasi sendiri, melainkan harus diatur oleh Kantor Pengelolaan Pangan. Para petani harus menjual hasil produksi padunya sesuai kuota dan harga yang ditentukan. Petani berhak 40 persen atas keseluruhan hasil padi. Mereka tak bisa menikmati jerih payahnya sebagai petani. Sementara 30 persen disetor ke pemerintah melalui penggilingan yang telah ditunjuk Jepang. Sisa 30 persennya untuk persiapan bibit dan disetor ke lumbung desa. Rakyat pun menderita akibat peraturan ini. Akibat lainnya, hutan-hutan rusak akibat penebangan liar. Jepang berusaha memperbaiki pertanian dengan menggelar pelatihan. Sayangnya, pelatihnya bukanlah ahli pertanian. Pesertanya pun hanya mendapat pelatihan singkat. Akibatnya produksi pangan terus menurun. Dengan demikian, kemorosotan ekonomi Indonesia pada masa pendudukan Jepang dikarenakan penerapan sistem ekonomi perang oleh Jepang, yang mengakibatkan dibatasinya ruang gerak masyarakat hingga diabatasinya komoditas pertanian serta Tenaga penyuluh pertanian tidak mumpuni. Semoga membantu yaa..


Iklan

Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

43

5.0

Jawaban terverifikasi