Salsabila I
03 November 2023 02:31
Iklan
Salsabila I
03 November 2023 02:31
Pertanyaan
1
1
Iklan
Erwin A

Community
03 November 2023 06:46
Masa Orde Baru merupakan periode pemerintahan di Indonesia yang berlangsung dari tahun 1966 hingga 1998. Pada masa ini, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat. Hasil pemikiran ekonom pada masa ini turut berperan dalam pencapaian pertumbuhan ekonomi tersebut.
Salah satu tokoh ekonom yang berperan penting pada masa Orde Baru adalah Widjojo Nitisastro. Widjojo dikenal dengan konsep "Widjojonomics" yang menekankan pada pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan di sektor pertanian dan industri. Konsep ini berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan rata-rata 7% per tahun selama periode 1969-1981.
Selain Widjojo, ekonom lain yang berperan penting pada masa Orde Baru adalah Sumitro Djojohadikusumo. Sumitro dikenal dengan konsep "Bappenasomics" yang menekankan pada perencanaan pembangunan yang terpadu dan terarah. Konsep ini berhasil mendorong pembangunan di berbagai bidang, termasuk infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
Berikut adalah beberapa hasil pemikiran ekonom pada masa Orde Baru:
Widjojonomics adalah konsep ekonomi yang dikembangkan oleh Widjojo Nitisastro. Konsep ini menekankan pada pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan di sektor pertanian dan industri.
Pada sektor pertanian, Widjojonomics menekankan pada peningkatan produktivitas dan produksi pangan. Hal ini dilakukan melalui penerapan teknologi dan intensifikasi pertanian.
Pada sektor industri, Widjojonomics menekankan pada pengembangan industri manufaktur dan industri pengolahan. Hal ini dilakukan melalui pemberian subsidi dan insentif kepada investor.
Bappenasomics adalah konsep ekonomi yang dikembangkan oleh Sumitro Djojohadikusumo. Konsep ini menekankan pada perencanaan pembangunan yang terpadu dan terarah.
Bappenasomics diimplementasikan melalui Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita). Repelita merupakan dokumen perencanaan pembangunan yang disusun oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Pembangunan ekonomi berbasis ekspor merupakan salah satu strategi pembangunan ekonomi yang diterapkan pada masa Orde Baru. Strategi ini menekankan pada peningkatan ekspor barang dan jasa untuk mendapatkan devisa.
Peningkatan ekspor dilakukan melalui berbagai kebijakan, antara lain:
* Pemberian subsidi dan insentif kepada eksportir * Peningkatan kualitas produk ekspor * Peningkatan daya saing produk ekspor
Liberalisasi perdagangan merupakan salah satu kebijakan ekonomi yang diterapkan pada masa Orde Baru. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Liberalisasi perdagangan dilakukan melalui berbagai kebijakan, antara lain:
* Penurunan tarif impor * Penghapusan hambatan nontarif * Penyederhanaan prosedur impor
Privatisasi merupakan salah satu kebijakan ekonomi yang diterapkan pada masa Orde Baru. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan.
Privatisasi dilakukan melalui penjualan saham perusahaan negara kepada swasta.
Hasil pemikiran ekonom pada masa Orde Baru telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, kebijakan-kebijakan tersebut juga menimbulkan berbagai dampak negatif, antara lain:
Pembangunan ekonomi berbasis ekspor dan liberalisasi perdagangan telah menyebabkan meningkatnya ketimpangan pendapatan di Indonesia.
Kebijakan privatisasi telah membuka peluang bagi korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.
Pembangunan yang tidak terkendali telah menyebabkan kerusakan lingkungan.
Pada akhirnya, hasil pemikiran ekonom pada masa Orde Baru telah menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah perekonomian Indonesia.
· 0.0 (0)
Iklan
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!