Naila H

28 Mei 2023 04:05

Iklan

Naila H

28 Mei 2023 04:05

Pertanyaan

Halo kak, saya ada presentasi tentang kesultanan ternate tidore, dan saya lagi bahas mengenai raja² ternate, saya dapat informasi bahwa kolano marhum itu raja pertama yang masuk islam, tapi beliau belum menerapkan budaya islam dikerajaan, kira ² kenapa ya? Dan, setelah beliau masuk islam, apakah memicu konflik di dalam kerajaan?

Halo kak, saya ada presentasi tentang kesultanan ternate tidore, dan saya lagi bahas mengenai raja² ternate, saya dapat informasi bahwa kolano marhum itu raja pertama yang masuk islam, tapi beliau belum menerapkan budaya islam dikerajaan, kira ² kenapa ya? Dan, setelah beliau masuk islam, apakah memicu konflik di dalam kerajaan?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

10

:

45

:

51

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

12_Frederick G

28 Mei 2023 07:16

Jawaban terverifikasi

Halo! Terkait dengan Raja Kolano Marhum dari Ternate yang menjadi raja pertama yang memeluk agama Islam, meskipun ia memeluk Islam, belum menerapkan budaya Islam sepenuhnya di kerajaan Ternate pada saat itu, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhinya: 1. Pengaruh Budaya dan Tradisi Lokal: Ketika Raja Kolano Marhum memeluk Islam, kerajaan Ternate masih sangat dipengaruhi oleh budaya dan tradisi lokal yang sudah ada sebelumnya. Budaya dan tradisi tersebut memiliki akar yang kuat dalam kepercayaan dan adat istiadat sebelum masuknya agama Islam. Maka tidaklah jarang bagi seorang penguasa baru yang memeluk agama baru mempertahankan sebagian besar budaya dan adat istiadat lama. 2. Stabilitas Politik: Saat Raja Kolano Marhum memeluk Islam, stabilitas politik kerajaan Ternate masih menjadi prioritas utama. Menerapkan budaya baru secara langsung mungkin dianggap dapat mengganggu stabilitas politik di kerajaan tersebut. Oleh karena itu, perubahan budaya sering kali dilakukan secara bertahap untuk menjaga kestabilan internal kerajaan. Setelah Raja Kolano Marhum memeluk Islam, memang ada potensi timbulnya konflik di dalam kerajaan Ternate, terutama terkait perubahan agama dan adat istiadat. Konflik ini dapat dipahami sebagai dampak dari perubahan sosial dan keagamaan yang signifikan dalam kerajaan. Beberapa faktor yang mungkin memicu konflik tersebut adalah: 1. Perlawanan dari Pihak yang Menentang Perubahan: Ada kemungkinan bahwa beberapa kelompok atau elit di dalam kerajaan Ternate tidak sepakat dengan perubahan agama dan adat istiadat baru yang diperkenalkan oleh Raja Kolano Marhum. Perlawanan ini bisa berasal dari kalangan bangsawan, pemuka agama tradisional, atau orang-orang yang merasa kehilangan kekuasaan atau keuntungan mereka akibat perubahan tersebut. 2. Pertentangan Kepentingan dan Kekuasaan: Perubahan agama dan adat istiadat dapat mempengaruhi keseimbangan kekuasaan dan kepentingan di dalam kerajaan. Pihak-pihak yang merasa kehilangan kekuasaan atau keuntungan mungkin berusaha mempertahankan status quo dan menentang perubahan yang diusulkan oleh Raja Kolano Marhum. 3. Ketidakpastian dan Tantangan Adaptasi: Perubahan agama dan adat istiadat dapat menciptakan ketidakpastian di kalangan penduduk dan elit kerajaan. Tantangan adaptasi terhadap perubahan baru ini juga dapat memicu ketegangan dan konflik di dalam kerajaan. Konflik di dalam kerajaan Ternate pasca konversi Raja Kolano Marhum ke Islam mungkin terjadi, tetapi informasi lebih spesifik tentang konflik tersebut dapat ditemukan dalam sumber-sumber sejarah yang lebih mendalam mengenai masa itu.


Iklan

B. Hindarto

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

28 Mei 2023 11:56

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban yang tepat, adalah sebab saat Kolano Mahrum berkuasa, datang seorang dari Jawa bernama Maulana Husein yang mengajarkan membaca Al Quran dan menulis huruf Arab. Menjadikan belum semua budaya-budaya Islam berkembang di kesultanan Ternate, dan tidak ada konflik dalam Kesultanan Ternate dengan masuknya agama Islam.<br><br>&nbsp;Mari simak pembahasan berikut !</p><p>Pada pertengahan abad ke-15, kegiatan perdagangan rempah-rempah di Maluku makin ramai. Banyak pedagang Jawa, Melayu, Arab, dan China datang ke Maluku untuk membeli rempah-rempah.<br>Hubungan pedagang-pedagang di Maluku dan pedagang-pedagang Jawa makin akrab. Hal ini yang kemudian memudahkan proses penyebaran agama Islam ke kesultanan Ternate dan Tidore.<br><br>Pada awalnya, kesultanan yang dulunya bernama Kerajaan Gapi ini belum bercorak Islam. Agama Islam mulai menyebar pada abad ke-14, keluarga kerajaan baru memeluk Islam pada masa pemerintahan Raja Kolano Marhum (1432-1486 M). Saat Kolano Mahrum berkuasa, datang seorang dari Jawa bernama Maulana Husein yang mengajarkan membaca Al Quran dan menulis huruf Arab. Hal ini yang membuat raja, keluarga kerajaan, dan masyarakat Ternate tertarik untuk memeluk Islam. Kolano Marhum menjadi Raja Ternate pertama yang memeluk Islam. Putranya yakni Zainal Abidin yang berkuasa pada 1486-1500 M mulai memberlakukan hukum-hukum Islam. Setelah bertransformasi menjadi kesultanan Islam, gelar kolano atau raja kemudian diganti menjadi sultan.</p><p>&nbsp;</p><p>Dengan demikian, jawaban yang tepat, &nbsp;adalah sebab saat Kolano Mahrum berkuasa, datang seorang dari Jawa bernama Maulana Husein yang mengajarkan membaca Al Quran dan menulis huruf Arab. Menjadikan belum semua budaya-budaya Islam berkembang di kesultanan Ternate, dan tidak ada konflik dalam Kesultanan Ternate dengan masuknya agama Islam.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Semoga membantu,ya &nbsp; : - )</p>

Jawaban yang tepat, adalah sebab saat Kolano Mahrum berkuasa, datang seorang dari Jawa bernama Maulana Husein yang mengajarkan membaca Al Quran dan menulis huruf Arab. Menjadikan belum semua budaya-budaya Islam berkembang di kesultanan Ternate, dan tidak ada konflik dalam Kesultanan Ternate dengan masuknya agama Islam.

 Mari simak pembahasan berikut !

Pada pertengahan abad ke-15, kegiatan perdagangan rempah-rempah di Maluku makin ramai. Banyak pedagang Jawa, Melayu, Arab, dan China datang ke Maluku untuk membeli rempah-rempah.
Hubungan pedagang-pedagang di Maluku dan pedagang-pedagang Jawa makin akrab. Hal ini yang kemudian memudahkan proses penyebaran agama Islam ke kesultanan Ternate dan Tidore.

Pada awalnya, kesultanan yang dulunya bernama Kerajaan Gapi ini belum bercorak Islam. Agama Islam mulai menyebar pada abad ke-14, keluarga kerajaan baru memeluk Islam pada masa pemerintahan Raja Kolano Marhum (1432-1486 M). Saat Kolano Mahrum berkuasa, datang seorang dari Jawa bernama Maulana Husein yang mengajarkan membaca Al Quran dan menulis huruf Arab. Hal ini yang membuat raja, keluarga kerajaan, dan masyarakat Ternate tertarik untuk memeluk Islam. Kolano Marhum menjadi Raja Ternate pertama yang memeluk Islam. Putranya yakni Zainal Abidin yang berkuasa pada 1486-1500 M mulai memberlakukan hukum-hukum Islam. Setelah bertransformasi menjadi kesultanan Islam, gelar kolano atau raja kemudian diganti menjadi sultan.

 

Dengan demikian, jawaban yang tepat,  adalah sebab saat Kolano Mahrum berkuasa, datang seorang dari Jawa bernama Maulana Husein yang mengajarkan membaca Al Quran dan menulis huruf Arab. Menjadikan belum semua budaya-budaya Islam berkembang di kesultanan Ternate, dan tidak ada konflik dalam Kesultanan Ternate dengan masuknya agama Islam.

 

 

 

Semoga membantu,ya   : - )


Naila H

28 Mei 2023 13:26

thank you so much kak❤️

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

30

5.0

Jawaban terverifikasi