Ananda N

07 November 2022 11:29

Iklan

Ananda N

07 November 2022 11:29

Pertanyaan

Gambarkan suasana yang terjadi pada saat pidato Nawaksara dan PelNawaksara berlangsung di hadapan MPRS!

Gambarkan suasana yang 
terjadi pada saat pidato Nawaksara dan PelNawaksara 
berlangsung di hadapan MPRS!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

19

:

01

:

59

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Kevin L

Gold

22 Desember 2023 12:21

Jawaban terverifikasi

Pertanyaan ini berkaitan dengan sejarah Indonesia, khususnya pidato Nawaksara dan PelNawaksara yang disampaikan oleh Presiden Sukarno di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS). Penjelasan: 1. Pidato Nawaksara disampaikan oleh Presiden Sukarno pada 22 Juni 1966 di Sidang Umum ke-IV MPRS. Pidato ini berisi 9 pokok pikiran yang mencakup berbagai aspek, mulai dari retrospeksi diri Sukarno sebagai pemimpin revolusi, landasan kerja pembangunan, hubungan politik dan ekonomi, hingga kedudukan presiden dan wakil presiden. 2. Namun, pidato ini ditolak oleh MPRS karena dinilai tidak bisa memberikan pertanggungjawaban secara politis terhadap kehidupan bangsa Indonesia saat itu. Pidato tersebut dianggap tidak menjelaskan secara terperinci kebijaksanaan Presiden mengenai pemberontakan G30S/PKI, kemunduran ekonomi, serta kemerosotan akhlak. 3. Ketua MPRS AH. Nasution lalu mengeluarkan nota Pimpinan MPRS No Nota 2/Pimp. MPRS 1966 perihal melengkapi laporan pertanggungjawaban sesuai Keputusan MPRS No 5/MPRS 1966. Ini menandai penolakan terhadap pidato Nawaksara dan melemahnya kekuasaan Presiden Sukarno. Kesimpulan: Suasana saat pidato Nawaksara dan PelNawaksara berlangsung di hadapan MPRS kemungkinan besar penuh dengan ketegangan dan ketidakpuasan. Pidato yang seharusnya menjadi pertanggungjawaban Presiden Sukarno malah ditolak oleh MPRS karena dianggap tidak memadai dalam menjelaskan berbagai isu penting yang sedang dihadapi bangsa Indonesia saat itu. Semoga penjelasan ini membantu Anda memahami konteks sejarah ini lebih baik. ๐Ÿ™‚


Iklan

Nanda R

Community

06 Mei 2024 02:24

Jawaban terverifikasi

<p><br>Pidato Nawaksara dan PelNawaksara merupakan momen penting dalam sejarah Indonesia yang terjadi pada 18 Maret 1967. Pidato tersebut disampaikan oleh Presiden Soekarno di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS), yang pada saat itu merupakan badan legislatif tertinggi di Indonesia. Di bawah ini adalah gambaran suasana yang mungkin terjadi saat pidato tersebut berlangsung:</p><p><strong>Tegang dan Penuh Antisipasi</strong>: Suasana di ruang sidang MPRS mungkin tegang dan penuh antisipasi sebelum pidato dimulai. Pidato ini dianggap sangat penting karena diharapkan akan mengungkapkan rencana-rencana masa depan bagi negara, terutama setelah krisis politik dan ekonomi yang terjadi sebelumnya.</p><p><strong>Kehadiran Para Anggota MPRS</strong>: Ruangan di MPRS dipenuhi oleh para anggota MPRS, termasuk para pemimpin politik, tokoh masyarakat, dan perwakilan dari berbagai lapisan masyarakat. Kehadiran mereka mencerminkan pentingnya pidato tersebut dalam menentukan arah masa depan negara.</p><p><strong>Tegasnya Suara dan Penampilan Presiden Soekarno</strong>: Ketika Presiden Soekarno mulai berbicara, suaranya mungkin terdengar tegas dan kuat, mencerminkan karismanya sebagai pemimpin negara. Penampilannya yang khas, dengan seragam militer dan peci hitam, menambahkan kesan kekuatan dan otoritas.</p><p><strong>Respon dan Reaksi Anggota MPRS</strong>: Selama pidato, anggota MPRS mungkin memberikan respon yang beragam, termasuk tepuk tangan, sorak-sorai, atau mungkin juga reaksi yang lebih serius dan mendalam terhadap isi pidato. Ada yang mungkin setuju dengan gagasan yang disampaikan oleh Presiden Soekarno, namun ada juga yang mungkin menunjukkan ketidaksetujuan atau kekhawatiran.</p><p><strong>Atmosfer Setelah Pidato</strong>: Setelah pidato selesai, suasana di ruang sidang mungkin berubah, tergantung pada reaksi dan tanggapan yang diberikan oleh anggota MPRS. Ada yang mungkin merasa terinspirasi atau termotivasi dengan isi pidato, sementara yang lain mungkin masih merasa khawatir atau skeptis terhadap rencana-rencana yang diungkapkan.</p>


Pidato Nawaksara dan PelNawaksara merupakan momen penting dalam sejarah Indonesia yang terjadi pada 18 Maret 1967. Pidato tersebut disampaikan oleh Presiden Soekarno di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS), yang pada saat itu merupakan badan legislatif tertinggi di Indonesia. Di bawah ini adalah gambaran suasana yang mungkin terjadi saat pidato tersebut berlangsung:

Tegang dan Penuh Antisipasi: Suasana di ruang sidang MPRS mungkin tegang dan penuh antisipasi sebelum pidato dimulai. Pidato ini dianggap sangat penting karena diharapkan akan mengungkapkan rencana-rencana masa depan bagi negara, terutama setelah krisis politik dan ekonomi yang terjadi sebelumnya.

Kehadiran Para Anggota MPRS: Ruangan di MPRS dipenuhi oleh para anggota MPRS, termasuk para pemimpin politik, tokoh masyarakat, dan perwakilan dari berbagai lapisan masyarakat. Kehadiran mereka mencerminkan pentingnya pidato tersebut dalam menentukan arah masa depan negara.

Tegasnya Suara dan Penampilan Presiden Soekarno: Ketika Presiden Soekarno mulai berbicara, suaranya mungkin terdengar tegas dan kuat, mencerminkan karismanya sebagai pemimpin negara. Penampilannya yang khas, dengan seragam militer dan peci hitam, menambahkan kesan kekuatan dan otoritas.

Respon dan Reaksi Anggota MPRS: Selama pidato, anggota MPRS mungkin memberikan respon yang beragam, termasuk tepuk tangan, sorak-sorai, atau mungkin juga reaksi yang lebih serius dan mendalam terhadap isi pidato. Ada yang mungkin setuju dengan gagasan yang disampaikan oleh Presiden Soekarno, namun ada juga yang mungkin menunjukkan ketidaksetujuan atau kekhawatiran.

Atmosfer Setelah Pidato: Setelah pidato selesai, suasana di ruang sidang mungkin berubah, tergantung pada reaksi dan tanggapan yang diberikan oleh anggota MPRS. Ada yang mungkin merasa terinspirasi atau termotivasi dengan isi pidato, sementara yang lain mungkin masih merasa khawatir atau skeptis terhadap rencana-rencana yang diungkapkan.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

36

5.0

Jawaban terverifikasi