Monica A

05 April 2022 02:02

Iklan

Monica A

05 April 2022 02:02

Pertanyaan

Faktot ekstern timbulnya masalah Kamboja disebabkan adanya berbagai kepentingan negara-negara sebagai berikut, yaiitu.... a. RRC,AmerikaSerikat,Jepang,ASEAN, Uni Soviet b. Amerika Serikat, Korea Selatan, Urti Soviet, Jepang, ASEAN c. Jepang, ASEAN, Inggris, Uni Soviet, Amerika Serikat d. RRC, Amerika Serikat, Jepang, India, Uni Soviet e. ASEAN, RRC, Jepang, Australia, Uni Sovyet

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

04

:

58

:

14

Klaim

7

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

P. Rafika

05 April 2022 10:09

Jawaban terverifikasi

Halo Monica, kakak bantu jawab ya. Konflik Kamboja salah satunya disebabkan oleh kepentingan pihak asing di Kamboja. Adapun pihak asing yang dimaksud adalah Amerika Serikat, Uni Soviet, Cina, dan Vietnam. Akan tetapi, opsi tersebut tidak tercantum dalam jawaban. Untuk lebih detailnya, yuk simak penjelasan berikut. Kamboja mengalami konflik internal yang berkepanjangan sejak hengkangnya Prancis dari Kamboja pada 1955. Konflik di Kamboja dibagi menjadi tiga tahap, yaitu konflik masa pemerintahan Sihanouk (1955-1970), Lon Nol (1970-1975) dan Pol Pot (1975-1979). Adapun pendukung pada masing-masing rezim adalah sebagai berikut: 1. Pemerintahan Pangeran Norodom Sihanouk (1955-1970) Pada masa ini, Pangeran Sihanouk menjalin kedekatan dengan Vietnam Utara dan Cina. Kebijakan tersebut terlihat pada 1963, Pangeran Sihanouk menolak bantuan dari Amerika Serikat. 2. Pemerintahan Lon Nol (1970-1975) Pada 1970, saat Pangeran Sihanouk mengadakan kunjungan ke Prancis, terjadi kudeta oleh Lon Nol. Pangeran Sihanouk tidak mengetahui bahwa pemerintahannya telah digulingkan. Kemudian, Lon Nol yang mendapat dukungan Amerika Serikat mendirikan Republik Khmer menggantikan pemerintahan Pangeran Sihanouk. 3. Pemerintahan Pol Pot (1975-1979) Pada masa kekuasaan Pangeran Sihanouk, pemerintahan ini menghadapi pemberontakan dari Khmer Merah. Namun, masa Lon Nol pun tidak mampu membasmi gerakan pemberontakan Khmer Merah. Naiknya Letjen Lon Nol tidak membuat pasukan Khmer Merah menjadi takut, justru mereka semakin gencar mengerahkan serangan untuk menggulingkan rezim Lon Nol yang didukung Amerika Serikat. Khmer Merah pun semakin kuat dengan dukungan dari Vietnam, RRC dan Uni Soviet. Posisinya yang semakin strategis terus mendesak pemerintahan Lol Nol yang kejam dan terlibat korupsi hingga pemerintah semakin terdesak dan akhirnya menyerah kepada Khmer Merah. Pemerintahan pun jatuh ke tangan komunis selama beberapa waktu dan saat itu diangkat Pol Pot sebagai perdana menteri Kamboja. Krisis yang terjadi pada rezim Pol Pot menimbulkan perlawanan dari aktivis revolusioner Heng Samrin dan Hun Sen. Mereka membuat Front Bersatu Kampuchean untuk Keselamatan Nasional (FUNSK) yang mengorganisir perlawanan terhadap rezim Pol Pot. Pada 7 Januari 1979, FUNSK melancarkan serangan terhadap Pol Pot dengan bantuan dari Vietnam. Serangan gabungan tersebut berhasil menggulingkan rezim Pol Pot dan pasukan Khmer Merah di Kamboja. Oleh karena itu, konflik berkepanjangan di Kamboja tidak lepas dari faktor kepentingan pihak asing, diantaranya yaitu Cina, Uni Soviet, Amerika Serikat, dan Vietnam. Semoga membantu ya...


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

41

5.0

Jawaban terverifikasi