Kisah Kakek Tua Penanam Pohon Kelapa
Pada zaman dahulu ada seorang Kakek Tua yang hidup sederhana.
Kakek tua itu mempunyai pohon kelapa yang ia rawat setiap hari.
Hingga pohon kelapa itu mampu tumbuh subur dan besar. Suatu hari
Kakek Tua itu tidak mempunyai uang untuk membeli makanan, ia
pun berkeluh kesah di bawah pohon kelapa itu. Tiba-tiba pohon
kelapa itu bisa berbicara, “Wahai Kakek Tua, jika engkau lapar
ambilah buahku. Rasanya segar dan bisa mengobati rasa laparmu.
Kau pun bisa menjualnya di pasar.”
Kakek Tua itu pun segera mengambil buah kelapa itu, setiap hari ia
memetiknya untuk mengobati rasa laparnya. Pohon kelapa itu pun
tidak marah, karena selama ini juga telah dirawat dengan baik oleh
Kakek. Suatu hari buah dari pohon kelapa itu sudah habis, Kakek Tua
itu pun merasa lapar dan sedih. Uang hasil menjual buah kelapa itu
pun sudah habis. Pohon kelapa itu pun berkata lagi, “Wahai Kakek
Tua, janganlah bersedih. Sekarang potonglah dahan dan daunku. Kau
bisa menjual daunnya dan juga bisa membuat sapu dari lidi-lidiku."
Kakek Tua itu pun menuruti saran dari pohon kelapa. Daun kelapa itu laris di pasar, serta
ia juga bisa menjual sapu lidi untuk biaya makan sehari-hari. Pohon kelapa pun merasa
senang karena ia bisa membalas budi dari kebaikan Kakek Tua selama ini. Pada hari-hari
selanjutnya Kakek Tua itu pun setia merawat pohon kelapanya. Hingga pohon kelapa itu
tetap bisa tumbuh selalu berbuah dan daunnya semakin lebat. Kakek Tua pun berterima
kasih kepada pohon kelapa, pohon kelapa pun juga sama-sama berterima kasih kepada
Kakek Tua yang selalu merawatnya.
Bagaimana sifat yang dimiliki Kakek Tua?
A. Membenci tumbuhan
B. Menipu tumbuhan
C. Menyayangi tumbuhan
D. Menjauhi tumbuhan

2