JAHRATAN N

29 Juli 2019 11:33

Iklan

JAHRATAN N

29 Juli 2019 11:33

Pertanyaan

dini menabung di bank setiap bulannya sebesar Rp50.000 selama setahun. pada bulan ke-10 ia mengambil uang untuk membeli sebuah tas seharga Rp Rp200.000.pada bulan ke-11 ia mengambil uang lagi sebanyak Rp Rp150.000.untuk membeli sepatu. berapa uang yang tersisa di bank saat akhir tahun

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

17

:

44

:

31

Klaim

1

0


Empty Comment

Belum ada jawaban 🤔

Ayo, jadi yang pertama menjawab pertanyaan ini!

Mau jawaban yang cepat dan pasti benar?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Temukan jawabannya dari Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

2. Untuk memproduksi suatu produk perusahaan tunduk pada fungsi biaya 𝑇𝐶 = 3.000 + 10𝑄. Bila harga jual Rp.25 per unit, hitung: a. Fungsi laba perusahaan. b. Berapa unit yang harus diproduksi agar mencapai BEP. c. Berapa laba yang diperoleh jika terjual sebanyak 750 unit. 3. Stok barang PT. Abadi pada bulan pertama berjumlah 12, setelah dihitung rata-rata permintaan barang tersebut ialah 6. Berapakah stok barang pada bulan ke-10? 4. Perusahaan sepatu menghasilkan 2.000 buah sepatu pada pertama produksi. Dengan adanya penambahan tenaga kerja maka jumlah produk yang dihasilkan juga dapat ditingkatkan. Akibatnya, perusahaan tersebut mampu menambah produksinya sebanyak 500 buah setiap bulannya. Jika perkembangan produksinya konstan setiap bulan, berapa jumlah sepatu yang dihasilkan pada bulan ke-6? Berapa buah jumlah sepatu yang telah dihasilkan selama 1 tahun produksi?

2

1.0

Jawaban terverifikasi

Buatlah struktur teks inpirasi " Rajin menabung ' Sejak SD, Zahra telah mengenal tentang istilah menabung pangkal kaya. Sejak saat itu, Zahra menjadi gemar menabung. Ia menyimpan uangnya di celengan ayam, plastik, dan berbagai celengan lainnya. Tidak ada kesulitan bagi Zahra untuk menyisihkan sebagaian uangnya agar dapat menabung setiap harinya. Namun sejak keluarganya mengalami kesulitan, Zahra terpaksa membuka tabungannya. Ada saja yang dialami dikeluarganya, baik kakaknya sakit lalu ibu dan juga ayahnya. Ada rasa kekesalan pada diri Zahra saat uang yang selama ini dia sisihkan untuk ditabung harus habis begiut saja. Ia juga kesal, kenapa kakaknya tidak menabung seperti dirinya. Dia juga menyayangkan kenapa kedua orang tuanya juga tidak memiliki tabungan sama sekali. Pikiran-pikiran tersebut terus menghantui Zahra. Namun, Zahra sadar bahwa lebih baik jika lebih rajin menabung. Sejak saat itu, Zahra memisahkan tabungannya. Satu tabungan untuk keluarganya dan satunya lagi untuk dirinya. Zahra akhirnya berhasil membeli sesuatu yang dia inginkan dengan tabungannya. Zahra tetap percaya bahwa menabung pangkal kaya. Ia telah berhasil membantu orang tuanyanya disaat kesulitan. Hal itu membuat Zahra semakin semangat untuk menabung.

4

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Kisah Kakek Tua Penanam Pohon Kelapa Pada zaman dahulu ada seorang Kakek Tua yang hidup sederhana. Kakek tua itu mempunyai pohon kelapa yang ia rawat setiap hari. Hingga pohon kelapa itu mampu tumbuh subur dan besar. Suatu hari Kakek Tua itu tidak mempunyai uang untuk membeli makanan, ia pun berkeluh kesah di bawah pohon kelapa itu. Tiba-tiba pohon kelapa itu bisa berbicara, “Wahai Kakek Tua, jika engkau lapar ambilah buahku. Rasanya segar dan bisa mengobati rasa laparmu. Kau pun bisa menjualnya di pasar.” Kakek Tua itu pun segera mengambil buah kelapa itu, setiap hari ia memetiknya untuk mengobati rasa laparnya. Pohon kelapa itu pun tidak marah, karena selama ini juga telah dirawat dengan baik oleh Kakek. Suatu hari buah dari pohon kelapa itu sudah habis, Kakek Tua itu pun merasa lapar dan sedih. Uang hasil menjual buah kelapa itu pun sudah habis. Pohon kelapa itu pun berkata lagi, “Wahai Kakek Tua, janganlah bersedih. Sekarang potonglah dahan dan daunku. Kau bisa menjual daunnya dan juga bisa membuat sapu dari lidi-lidiku." Kakek Tua itu pun menuruti saran dari pohon kelapa. Daun kelapa itu laris di pasar, serta ia juga bisa menjual sapu lidi untuk biaya makan sehari-hari. Pohon kelapa pun merasa senang karena ia bisa membalas budi dari kebaikan Kakek Tua selama ini. Pada hari-hari selanjutnya Kakek Tua itu pun setia merawat pohon kelapanya. Hingga pohon kelapa itu tetap bisa tumbuh selalu berbuah dan daunnya semakin lebat. Kakek Tua pun berterima kasih kepada pohon kelapa, pohon kelapa pun juga sama-sama berterima kasih kepada Kakek Tua yang selalu merawatnya. Bagaimana sifat yang dimiliki Kakek Tua? A. Membenci tumbuhan B. Menipu tumbuhan C. Menyayangi tumbuhan D. Menjauhi tumbuhan

2

0.0

Jawaban terverifikasi

1) Apa saja bahan dan uang modal untuk membuat nasi goreng? Bandingkan antara modal dan keuntungan "nasi goreng"! 2) Pemimpin negara muda mengajak 15 mahasiswa untuk pergi ke mall. Mereka menaiki study tour dengan harga Rp 450.000/orang. Setelah sampai, pemimpin mengajak mereka makan siang. Ia pun membeli nasi goreng untuk 15 mahasiswa yang ingin makan disini. Harga nasi goreng sebesar Rp 15.000/orang. Setelah itu pemimpin negara dan mahasiswa pergi ke tempat belanja makanan dan barang. Setelah belanja, total harga beli dari semua mahasiswa mencapai (Rp 3.200.000). Mereka pulang membawa study tour yang sama. Jika Pemimpin negara memiliki penyimpanan kartu bank sebesar (Rp 20.000.000). Berapa sisa uang beliau sekarang? Jelaskan cerita pengalaman pemimpin negara dan mahasiswa saat ke mall! (jika ada) 3) Untuk bisa jadi negara maju, usaha harus mencapai Rp 8.000.000/bulan. Sebagai contoh usaha nasi goreng dengan harga Rp 15.000/orang, maka dalam sehari mereka hanya datang 18 orang dalam sehari dan dalam sebulan bisa mencapai Rp 8.100.000/bulan. Namun ternyata kita tidak memiliki industri bersih untuk produksi bahan baku. Sehingga harus memiliki modal besar untuk membeli bahan baku. Kita bayangkan saja, dalam sehari ada sekitar 200 pelanggan datang untuk makan nasi goreng. Maka duit yang dikumpulkan mencapai Rp 3.000.000/hari dan Rp 90.000.000/bulan. Jika mengira mereka sudah maju, ternyata belum. Karena dunia menggunakan energi listrik dengan biaya yang besar. Belum lagi usaha memiliki keluarga yang besar. Sehingga mereka harus mengeluarkan modal yang besar juga. Terakhir adalah tidak semua 200 pelanggan datang yang sama. Bisa jadi karena reputasi buruk atau kondisi lingkungan. Kalau kita pikir, apa jadinya kalau semua pendapatan usaha nasi goreng bisa bersaing sama perusahaan besar lainnya? jelaskan kesimpulan! ​

3

5.0

Jawaban terverifikasi