Lalana L

23 Februari 2024 10:13

Iklan

Lalana L

23 Februari 2024 10:13

Pertanyaan

Di sebuah kota kecil yang sedang berkembang pesat, terdapat sebuah pabrik tekstil yang menjadi salah satu penggerak utama ekonomi lokal. Pabrik tersebut memberikan pekerjaan kepada banyak penduduk setempat dan menjadi salah satu penyumbang besar pendapatan daerah. Namun, beberapa bulan terakhir, pabrik tersebut mulai mengalami kesulitan karena biaya produksi yang meningkat akibat kenaikan harga bahan baku dan tenaga kerja. Kondisi ini mengancam kelangsungan hidup pabrik dan stabilitas ekonomi kota. Bagaimana kenaikan harga bahan baku dan tenaga kerja dapat memengaruhi kondisi keuangan dan operasional pabrik tekstil tersebut?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

22

:

23

:

09

Klaim

2

3

Jawaban terverifikasi

Iklan

Nanda R

Community

23 Februari 2024 10:31

Jawaban terverifikasi

Kenaikan harga bahan baku dan tenaga kerja dapat memberikan dampak serius pada kondisi keuangan dan operasional pabrik tekstil tersebut. Biaya Produksi Meningkat: Kenaikan harga bahan baku dan upah tenaga kerja akan langsung memengaruhi biaya produksi. Pabrik mungkin perlu mengeluarkan lebih banyak uang untuk mendapatkan bahan baku dan membayar pekerja, menyebabkan peningkatan biaya operasional secara keseluruhan. Menurunnya Profitabilitas: Dengan biaya produksi yang meningkat, profitabilitas pabrik dapat menurun. Hal ini dapat menghambat kemampuan pabrik untuk menghasilkan keuntungan yang cukup untuk mempertahankan operasionalnya dan membayar gaji karyawan. Potensi PHK atau Penurunan Upah: Pabrik mungkin menghadapi tekanan untuk mengurangi biaya, yang dapat mengarah pada pemotongan tenaga kerja atau penurunan upah karyawan. Ini dapat menciptakan ketidakstabilan di antara pekerja dan berdampak pada keberlanjutan operasional pabrik. Potensi Penutupan Pabrik: Jika biaya produksi terus meningkat tanpa dapat diimbangi oleh peningkatan pendapatan atau efisiensi operasional, pabrik mungkin menghadapi risiko penutupan. Ini dapat memiliki dampak serius pada ekonomi lokal, dengan potensi kehilangan pekerjaan dan penurunan pendapatan daerah. Ketidakpastian Pasar dan Investasi: Kenaikan biaya produksi juga dapat menciptakan ketidakpastian di pasar dan dapat menghambat keputusan untuk berinvestasi lebih lanjut dalam pabrik. Hal ini dapat merugikan pertumbuhan ekonomi kota dalam jangka panjang.


Iklan

Kevin L

Gold

23 Februari 2024 11:46

Jawaban terverifikasi

Kenaikan harga bahan baku dan tenaga kerja dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap kondisi keuangan dan operasional pabrik tekstil tersebut. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut: 1. **Meningkatnya Biaya Produksi:** - Kenaikan harga bahan baku dan tenaga kerja akan langsung meningkatkan biaya produksi pabrik tekstil. Ini termasuk harga kain, benang, pewarna, dan biaya pekerjaan. Peningkatan ini dapat mempengaruhi margin keuntungan pabrik. 2. **Penurunan Margin Keuntungan:** - Jika pabrik tidak dapat menaikkan harga jual produk mereka sebanding dengan kenaikan biaya produksi, margin keuntungan mereka akan menurun. Hal ini dapat mengarah pada situasi di mana pendapatan tidak cukup untuk menutupi biaya operasional, menyebabkan potensi kerugian. 3. **Kesulitan Penyesuaian Struktur Biaya:** - Jika pabrik tidak dapat dengan cepat menyesuaikan struktur biaya mereka untuk mengatasi kenaikan harga, hal ini dapat berdampak negatif pada operasional mereka. Mungkin diperlukan perubahan dalam manajemen biaya, proses produksi, atau strategi pemasaran. 4. **Penurunan Efisiensi Produksi:** - Kenaikan harga tenaga kerja dapat mengakibatkan pabrik kesulitan mempertahankan jumlah pekerjaan yang sama dengan biaya yang sama. Hal ini dapat menyebabkan penurunan produktivitas dan efisiensi produksi, mempengaruhi jumlah barang yang dapat dihasilkan dalam periode waktu tertentu. 5. **Ancaman Kelangsungan Hidup Pabrik:** - Jika peningkatan harga tersebut berlanjut dan pabrik tidak dapat mengambil langkah-langkah yang tepat, hal ini dapat mengancam kelangsungan hidup pabrik. Potensi penurunan keuntungan atau kerugian yang berkelanjutan dapat membahayakan stabilitas ekonomi lokal karena pabrik mungkin harus mengurangi produksi atau bahkan berhenti beroperasi. Dengan demikian, kenaikan harga bahan baku dan tenaga kerja tidak hanya memengaruhi biaya produksi, tetapi juga dapat berdampak pada struktur keuntungan, efisiensi operasional, dan bahkan kelangsungan hidup pabrik tekstil dalam jangka panjang. Solusi yang efektif mungkin melibatkan strategi manajemen biaya, peningkatan efisiensi operasional, dan penyesuaian harga produk untuk mencapai keseimbangan yang berkelanjutan.


Sumber W

Community

23 Februari 2024 12:23

Jawaban terverifikasi

Kenaikan bahan baku sangat berpengaruh pada proses produksi. Jika harga bahan baku naik maka secara otomatis biaya produksi juga akan naik. Biaya ini sifatnya berubah-ubah tergantung pada beberapa hal, seperti permintaan, penawaran, jumlah pasokan, volume, hingga kondisi pasar. Apa biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja? Biaya Bahan Baku Biaya bahan baku (raw material cost) adalah seluruh biaya untuk memperoleh sampai dengan bahan siap untuk digunakan yang meliputi harga bahan, ongklos angkut (kirim), penyimpanan dan lain-lain. Biaya Tenaga Kerja Biaya tenaga kerja (direct labor cost) adalah semua balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada semua karyawan. Biaya ini termasuk gaji, insentif dan uang lembur. Ada beberapa akibat yang akan timbul jika kenaikan biaya bahan baku dan tenaga kerja terus meningkat diantaranya adalah : 1. Pengurangan Karyawan Jika biaya terus meningkat supaya perusahaan bisa terus beroperasi maka langkah untuk mengurangi biaya dan mencegah penutupan adalah dengan mengurangi karyawan (PHK). 2. Penurunan Upah Penurunan upah bisa berupa pengurangan tunjangan atau insentif. Hal ini bisa dilakukan untuk mengurangi biaya. 3. Penutupan Pabrik Ini langkah terakhir jika langkah-langkah lain tidak bisa dilakukan. Jika biaya terus meningkat, sementara biaya-biaya tidak tertutupi maka bisa dilakukan penutupan pabrik baik sementara maupun permanen. Tentu saya cara-cara ini akan berdampak besar pada perokonomian baik karyawan maupun ekonomi kota tersebut. Kesimpulan : Kenaikan bahan baku dan tenaga kerja sangat berpengaruh kepada biaya pabrik karena kedua hal tersebut sangat berkaitan langsung dengan proses produksi.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1. Perusahaan Pak Andi melakukan suplai barang terhadap toserba di wilayah Jawa Tengah, khusus mengirim celana panjang setiap bulannya sebanyak 5.000 unit. Setiap penyuplaian tersebut, ia menghabiskan biaya berikut : Biaya Bahan Baku= Rp 28.000.000 Biaya Tenaga Kerja Langsung= Rp10.000.000 Biaya Overhead= Rp5.000.000 Ditanyakan : Hitunglah berapa besar biaya produksi perusahaan Pak Andi setiap bulannya? Berapa harga pokok sesuai biaya produksi masing-masing unitnya? Dan apabila Pak Andi menginginkan keuntungan 20% dari per unit nya, hitunglah harga jual produk tersebut ! 2. Sebuah perusahaan pakaian memproduksi 5.000 kemeja dengan rincian biaya berikut : Biaya Bahan Baku= Rp46.000.000 Biaya Tenaga Kerja Langsung= Rp12.000.000 Biaya Overhead= Rp3.000.000 Ditanyakan : Hitunglah biaya produksi produk tersebut! Cari juga harga produksi per unitnya ! 3. Diketahui : Biaya biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk yogurt sebagai berikut : Susu segar Rp 100.000 Bibit yogurt Rp 60.000 Upah tenaga kerja Rp 50.000 Biaya pengemasan Rp 20.000 Biaya distribusi Rp 20.000 Ditanyakan : Hitunglah harga pokok diatas menggunakan metode full costing Hitunglah harga pokok diatas menggunakan metode variabel costing Apabila kapasitas produksi mencapai 25 pcs dan perhitungan harga pokok menggunakan metode full costing, berapakah harga jual per pcs dari yogurt apabila keuntungan yang diinginkan sebesar 20% ? Apabila kapasitas produksi mencapai 25 pcs dan perhitungan harga pokok menggunakan metode full costing, berapakah harga pokok pcs produk dari yogurt tersebut ?

11

2.0

Jawaban terverifikasi

1. penyebab perubahan sosial budaya yang berasal dari masyarakat yang berkaitan demografi 2. penyebab perubahan sosial budaya yang terkait dengan fenomena globalisasi 3. Tanda-tanda sikap mental masyarakat yang belum siap menerima kemajuan teknologi 4. Dampak modernisasi dalam kehidupan sosial masyarakat 5. Kegiatan manusia di bidang ekonomi yang menunjukkan perubahan ke arah modernisasi 6. Contoh pengaruh modernisasi di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan terhadap pola pikir masyarakat 7. Konsep mengenai proses modernisasi di masyarakat seringkali mengalami kesalahan pahaman, salah satunya kesalahan tersebut menganggap jika menjadi modern adalah mengikuti... 8. arti dari globalisasi 9. Bentuk kearifan lokal di wilayah Madura yang berperan dalam pengelolaan SDA dan dukungan dalam bentuk kebudayaan 10. Syarat menjaga tradisi kearifan lokal di Nusantara 11. Ciri uang kartal, giral 12. Syarat melakukan kegiatan barter 13. Arti dari durability yang merupakan syarat sebuah benda bisa dikatakan sebagai uang 14. maksud token money dalam nilai intrinsik 15. maksud dengan satuan hitung dalam fungsi uang 16. fungsi uang 17. peranan dan maksud didirikan lembaga keuangan non-Bank / bukan bank 18. maksud dengan kegiatan menghimpun dana yang dilakukan perbankan 19. tugas Bank Indonesia 20. tugas Bank Umum 21. kegiatan lembaga keuangan non-Bank 22. kelembagaan keuangan non-bank yang memiliki kegiatan yang dilakukan dengan operasi simpan pinjam 23. Lembaga keuangan non bank yang memiliki fungsi sebagai penggerak investasi dengan memperhatikan dan memasukan surat berharga 24. Nama lembaga keuangan non bank yang bertugas mengatasi para rensumen 25. Ciri" dari masyarakat ekonomi abad ke 21

31

5.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Sahabat yang Tergadai Rina dan Maya telah bersahabat sejak kecil. Mereka tinggal di kompleks perumahan yang sama, duduk di bangku sekolah yang sama, bahkan berbagi mimpi untuk bisa terus bersama hingga dewasa. Setiap sore, Rina selalu datang ke rumah Maya untuk bermain atau sekadar mengerjakan PR bersama. Rumah Maya terasa hangat dan nyaman, penuh dengan canda tawa dan rasa kekeluargaan. Maya adalah teman yang selalu mendukung Rina dalam segala hal, tak peduli apa yang terjadi. Namun, suatu hari segalanya berubah. Ayah Maya, yang sebelumnya memiliki usaha sukses, mengalami kebangkrutan. Usahanya gulung tikar setelah dihadapkan pada masalah keuangan yang tak terduga. Keluarga Maya terpaksa menjual rumah mereka dan pindah ke sebuah rumah kontrakan kecil di pinggiran kota. Maya tak lagi bisa mengenakan seragam baru yang biasa mereka beli bersama di awal tahun ajaran. Kini, pakaian Maya tampak kusam, dan sepatu yang dia kenakan mulai berlubang di ujungnya. Pada awalnya, Rina tetap berteman dengan Maya seperti biasa. Mereka masih bertemu di sekolah, dan Rina sesekali mengundang Maya ke rumahnya. Namun, Rina mulai mendengar bisik-bisik dari teman-teman lainnya. "Kenapa masih berteman dengan Maya? Keluarganya sudah jatuh miskin. Nanti kamu jadi terlihat seperti dia." Salah seorang teman di kelas berkata dengan nada mengejek. Bisikan-bisikan itu semakin keras, bahkan beberapa di antaranya terang-terangan menertawakan Maya di depan Rina. Rina merasa tersudut. Di satu sisi, dia merasa bersalah kepada Maya, sahabatnya sejak kecil, yang tidak pernah memintanya apa-apa kecuali persahabatan tulus. Namun di sisi lain, dia merasa takut dijauhi oleh teman-teman lain yang mulai memandang rendah Maya. Rina mulai menjaga jarak. Suatu sore, Maya mendatangi Rina. "Kenapa kamu menjauh? Aku merindukanmu, Rina," Maya bertanya dengan mata yang penuh harap, mencoba mencari jawaban atas perubahan sikap sahabatnya. Rina menghindari tatapan Maya, menunduk dan berpura-pura sibuk dengan bukunya. "Aku sibuk sekarang, banyak tugas. Maaf, Maya." Maya terdiam. Hatinya hancur. Dia tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi dia berharap itu tidak benar. Namun, kenyataannya terlalu menyakitkan untuk diabaikan. Sejak itu Maya tak pernah lagi mengajak Rina berbicara. Mereka masih bertemu di sekolah, tetapi Maya belajar untuk menahan diri dari rasa sakit ditinggalkan. Waktu berlalu, dan pertemanan mereka tergerus oleh jarak yang diciptakan Rina. Suatu hari, sekolah mengadakan reuni kecil bagi siswa-siswa angkatan mereka. Maya, yang sekarang telah menemukan jalan hidupnya sendiri, datang dengan percaya diri. Dia tak lagi terjebak dalam bayang-bayang masa lalu. Rina melihat Maya dari jauh, merasa tertampar oleh keberadaan sahabatnya yang dulu. Maya telah tumbuh menjadi sosok yang mandiri dan sukses, meski tanpa dirinya. Rina mendekat dengan perasaan bersalah. "Maya... maafkan aku." Maya menatapnya, senyumnya tenang. "Rina, aku sudah memaafkanmu sejak lama. Aku hanya belajar bahwa tidak semua hal bisa kita pertahankan, bahkan persahabatan. Kadang, orang berubah, dan itu tidak apa-apa. Yang penting, kita tetap berdiri dan melanjutkan hidup." Rina menahan air matanya. Pada saat itu, dia menyadari bahwa dia telah kehilangan lebih dari sekadar seorang sahabat. Dia telah kehilangan kesempatan untuk setia pada seseorang yang benar-benar berarti dalam hidupnya. Tapi, waktu tak bisa diputar kembali. Rina hanya bisa menerima kenyataan bahwa persahabatan mereka telah tergadai oleh ketakutan dan gengsi. Maya pun berbalik dan melangkah pergi, meninggalkan Rina dalam kesunyian yang menyesakkan. Ubahlah cerpen tersebut menjadi sebuah adegan 1, adegan 2, adegan 3, dan adegan 4

10

0.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

13

0.0

Jawaban terverifikasi