Nurul A
13 Agustus 2022 05:58
Iklan
Nurul A
13 Agustus 2022 05:58
Pertanyaan
9
1
Iklan
A. Chusna
30 September 2022 06:09
Jawaban dari pertanyaan di atas adalah saat mengonsumsi makanan yang bersifat asam, ion H+ akan bereaksi dengan ion HCO3- menghasilkan H2CO3 sehingga pH darah tetap stabil dan saat mengonsumsi makanan bersifat basa ion OH- bereaksi dengan H2CO3 menghasilkan ion HCO3- sehingga pH darah tetap stabil.
Larutan penyangga atau sering disebut juga dengan larutan buffer adalah larutan yang dapat menstabilkan pH meskipun diberikan sedikit asam, sedikit basa, ataupun diencerkan. Larutan penyangga yang terdapat dalam darah yaitu H2CO3 dan HCO3-. Larutan H2CO3 merupakan asam karbonat yang berperan sebagai asam lemah dan HCO3– merupakan ion bikarbonat yang berperan sebagai basa konjugasinya.
Ketika suatu zat asam masuk dalam darah, secara kimiawi, akan banyak ion H+ yang masuk ke dalam darah. Masuknya H+ ini yang membuat pH darah di tubuh menjadi turun (asam). Dengan demikian, ion-ion H+ ini akan bereaksi dengan basa konjugasi yaitu HCO3- dengan persamaan reaksi sebagai berikut.
H+ (aq) + HCO3- (aq) ⇌ H2CO3 (aq)
Hal ini menyebabkan pH dalam darah akan tetap stabil karena ion H+ telah diikat oleh ion HCO3-.
Ketika suatu zat basa masuk dalam darah, secara kimiawi, akan banyak ion OH- yang masuk ke dalam darah. Masuknya OH- ini yang membuat pH darah di tubuh menjadi naik (basa). Dengan demikian, ion-ion OH- ini akan bereaksi dengan asam lemah yaitu H2CO3.
OH- (aq) + H2CO3 (aq) ⇌ HCO3- (aq)
Jadi saat mengonsumsi makanan yang bersifat asam, ion H+ akan bereaksi dengan ion HCO3- menghasilkan H2CO3 sehingga pH darah tetap stabil dan saat mengonsumsi makanan bersifat basa ion OH- bereaksi dengan H2CO3 menghasilkan ion HCO3-.
· 0.0 (0)
Iklan
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!