Reswara U

19 Agustus 2023 11:09

Iklan

Reswara U

19 Agustus 2023 11:09

Pertanyaan

Cidra Marang Janji dening Neneng Septineng Tyas Rasa getun bakal ana ing mburi Nalika jaman semana sliramu nresnani aku Nanging aku malah ninggalake sliramu Tanpa mikir rasa ing atimu Saiki urip keranta-ranta merga aku Sepurane mas Yen biyen aku cidra janji marang sliramu Saiki aku wis kelingan Kelakuanku sing ora becik marang sliramu 4. Ndhapuka kelompok karo kancamu kanggo nindakake sarasehan (dhiskusi) ngenani geguritan "Cidra Marang Janji" ing ndhuwur! a. Tulisen isi kang kinandhut jroning geguritan "Cidra Marang Janji" kasebut! b. Andharna kepriye strukture teks geguritan "Cidra Marang Janji"! c. Tulisen pesen lan amanat (wulangan) kang diandharake dening panggurit saka geguritan "Cidra Marang Janji" kasebut!

Cidra Marang Janji

dening Neneng Septineng Tyas

Rasa getun bakal ana ing mburi Nalika jaman semana sliramu nresnani aku Nanging aku malah ninggalake sliramu Tanpa mikir rasa ing atimu

Saiki urip keranta-ranta merga aku

Sepurane mas

Yen biyen aku cidra janji marang sliramu

Saiki aku wis kelingan

Kelakuanku sing ora becik marang sliramu

4. Ndhapuka kelompok karo kancamu kanggo nindakake sarasehan (dhiskusi) ngenani geguritan "Cidra Marang Janji" ing ndhuwur!

a. Tulisen isi kang kinandhut jroning geguritan "Cidra Marang Janji" kasebut!

b. Andharna kepriye strukture teks geguritan "Cidra Marang Janji"!

c. Tulisen pesen lan amanat (wulangan) kang diandharake dening panggurit saka geguritan "Cidra Marang Janji" kasebut!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

17

:

40

:

10

Klaim

5

1


Iklan

Jacky J

Bronze

03 Mei 2024 09:39

<p>Geguritan “Cidra Marang Janji” karya Redi Wisono menggambarkan peristiwa sejarah yang penting dalam hubungan antara Indonesia dan Jepang, khususnya selama masa Perang Dunia II. Melalui bahasa yang kuat dan puitis, puisi ini menciptakan gambaran tentang perasaan dan pengalaman yang terkait dengan invasi Jepang di Indonesia serta tragedi yang terjadi selama masa pendudukan tersebut.</p><p>Puisi ini menyampaikan kritik terhadap imperialisme Jepang dan cara mereka memperlakukan penduduk Indonesia selama pendudukan. Bahasa yang digunakan menggambarkan Jepang sebagai penjajah yang kejam dan licik, yang menggunakan kekuatan militer untuk menindas dan mengeksploitasi bangsa Indonesia. Namun, puisi ini juga menciptakan perasaan kebanggaan terhadap keteguhan dan keberanian rakyat Indonesia dalam menghadapi penjajahan Jepang. Bahasa yang kuat dan puitis digunakan untuk mengekspresikan rasa marah dan kebencian terhadap penindasan yang dialami, serta tekad untuk melawan penjajah dan mempertahankan martabat bangsa.</p><p>Selain itu, puisi ini juga mengkritik kemunduran moral yang terjadi selama pendudukan Jepang di Indonesia. Bahasa yang digunakan menggambarkan suasana kekacauan dan kehancuran moral yang diakibatkan oleh tindakan kekerasan dan penindasan oleh pasukan Jepang, serta perlawanan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia. Puisi ini juga mengingatkan pembaca akan tragedi bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, yang menimbulkan kehancuran besar dan penderitaan yang tak terbayangkan bagi rakyat Jepang. Ini menciptakan kesan tentang dampak mengerikan dari perang dan kekerasan, serta perlunya menghindari pengulangan tragedi tersebut di masa depan.</p><p>Puisi ini diakhiri dengan panggilan untuk keadilan dan perdamaian, serta harapan akan masa depan yang lebih baik bagi bangsa Indonesia dan Jepang. Meskipun mengingatkan akan tragedi masa lalu, puisi ini juga menegaskan pentingnya belajar dari sejarah dan bekerja bersama untuk mencegah pengulangan kesalahan yang sama.</p>

Geguritan “Cidra Marang Janji” karya Redi Wisono menggambarkan peristiwa sejarah yang penting dalam hubungan antara Indonesia dan Jepang, khususnya selama masa Perang Dunia II. Melalui bahasa yang kuat dan puitis, puisi ini menciptakan gambaran tentang perasaan dan pengalaman yang terkait dengan invasi Jepang di Indonesia serta tragedi yang terjadi selama masa pendudukan tersebut.

Puisi ini menyampaikan kritik terhadap imperialisme Jepang dan cara mereka memperlakukan penduduk Indonesia selama pendudukan. Bahasa yang digunakan menggambarkan Jepang sebagai penjajah yang kejam dan licik, yang menggunakan kekuatan militer untuk menindas dan mengeksploitasi bangsa Indonesia. Namun, puisi ini juga menciptakan perasaan kebanggaan terhadap keteguhan dan keberanian rakyat Indonesia dalam menghadapi penjajahan Jepang. Bahasa yang kuat dan puitis digunakan untuk mengekspresikan rasa marah dan kebencian terhadap penindasan yang dialami, serta tekad untuk melawan penjajah dan mempertahankan martabat bangsa.

Selain itu, puisi ini juga mengkritik kemunduran moral yang terjadi selama pendudukan Jepang di Indonesia. Bahasa yang digunakan menggambarkan suasana kekacauan dan kehancuran moral yang diakibatkan oleh tindakan kekerasan dan penindasan oleh pasukan Jepang, serta perlawanan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia. Puisi ini juga mengingatkan pembaca akan tragedi bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, yang menimbulkan kehancuran besar dan penderitaan yang tak terbayangkan bagi rakyat Jepang. Ini menciptakan kesan tentang dampak mengerikan dari perang dan kekerasan, serta perlunya menghindari pengulangan tragedi tersebut di masa depan.

Puisi ini diakhiri dengan panggilan untuk keadilan dan perdamaian, serta harapan akan masa depan yang lebih baik bagi bangsa Indonesia dan Jepang. Meskipun mengingatkan akan tragedi masa lalu, puisi ini juga menegaskan pentingnya belajar dari sejarah dan bekerja bersama untuk mencegah pengulangan kesalahan yang sama.


Iklan

Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

kanggo paring pitutur yaiku gunane tembang

14

5.0

Jawaban terverifikasi