Juliana I

03 Februari 2022 17:03

Iklan

Juliana I

03 Februari 2022 17:03

Pertanyaan

Cermatilah teks fabel berikut. Di sebuah rumah yang berada di pinggir hutan, terdapat seekor kucing abu-abu dengan tiga ekor anaknya yang lucu-lucu. Anak kucing pertama yang bernama Maru berwarna sama seperti induknya. Sementara, anak kucing kedua yang bernama Siro memiliki warna putih dengan corak abu-abu di perut dan punggungnya. Namun, anak kucing yang terakhir yang bernama Kuro memiliki warna hitam tanpa corak apa pun. Sejak kecil, karena warna bulunya, Kuro sering ganggu dan diledek teman-temannya. Meskipun saudara- saudaranya sering membelanya, Kuro menjadi anak yang mudah marah dan sering melawan. Ia merasa dirinya jelek dan orang lain tidak suka dengannya. Sang ibu sering menghibur Kuro, tetapi dia tidak mau mendengar. Kuro berpikir ibunya berbohong hanya untuk menyenangkan hatinya. Kuro pun jadi semakin sering membangkan kepada ibunya. Suatu hari, Kuro mendengar cerita tentang Hitam si macan kumbang dari Cipi si tupai. Seekor kucing besar yang memiliki bulu hitam seperti hantu dan kuat seperti seekor singa. Si Hitam sangat ditakuti di hutan. Ia berburu hewan-hewan kecil di malam hari. Ia bisa memanjat pohon, berenang di sungai, dan larinya cepat sehingga selalu bisa menangkap mangsanya. Mendengar cerita itu, Kuro bertekad masuk ke dalam hutan dan menemui si Hitam untuk mengajarkannya berburu. Ia ingin menjadi hewan yang ditakuti seperti si Hitam. Kuro tahu kalau ia pergi ke hutan di siang hari, pasti akan dilarang oleh ibunya. Oleh karena itu, Kuro berniat untuk pergi setelah ibu dan saudara-saudaranya tidur. Malam ini Kuro melaksanakan rencananya. Setelah saudara-saudaranya tertidur di samping ibunya yang sudah lelap, Kuro bangun lalu mengendap-endap keluar dari sarangnya. Di malam hari, Kuro yang berbulu gelap menghilang dalam kelamnya hutan. Perlahan ia berjalan sambil mengamati sekitarnya. Hanya kilauan matanya yang berwarna emas yang terlihat jelas dari kejauhan. Di malam hari hutan sangat sepi, sesekali hanya terdengar suara burung hantu, sangat berbeda dengan siang hari yang ramai dengan kicauan burung. Sesekali ia menengok ke belakang saat terdengar suara ranting kering yang diinjak. Ia takut ada hewan besar menyergap dan memangsanya. Sudah lama rasanya ia berjalan dan ia belum menemukan tempat tinggal Hitam si macan kumbang. Tiba-tiba dari sebelah kanannya terdengar suara ranting yang patah. Namun saat Kuro menoleh, tidak ada siapa-siapa di sana. Suara lain muncul dari belakangnya, kemudian disusul dari atas pohon besar di depannya. Kuro pun memberanikan diri untuk bersuara. "Siapa di sana? Apakah kamu Hitam si macan kumbang?" tanyanya pelan. Tiba-tiba suara gerdum terdengar dari arah depan. Dua bola berwarna kuning muncul dari balik pepohonan. "Ada apa kamu mencariku?" tanya sesuatu dari balik pohon. Suaranya berat dan besar. Lalu, sosok pesar keluar dari balik pohon. Dari sinar bulan yang remang, terlihat kilauan taring tajam dari hewan tersebut. lalah Hitam si macan kumbang. Memang benar kata Cipi si tupai, Hitam sangat besar dan terlihat menakutkan, pikir Kuro. Memberanikan diri, Kuro berkata, "Aku Kuro. Aku ingin belajar darimu untuk menjadi hewan yang paling ditakuti di seluruh hutan ini:'Hening sejenak, tiba-tiba suara tawa yang menggelegar terdengar di seluruh. hutan "Kamu ingin menjadi muridku? Hahaha. Daripada menjadi muridku, lebih baik kau menjadi santapanku saja!" ujar Hitam sambil menyeringai. Taringnya yang tajam berkilauan terkena sinar bulan. Cipratan darah terlihat dari bibirnya. Kuro yang sejak tadi sudah ketakutan akhirnya kabur dari tempat itu. Ia berlari ke kanan dan ke kiri, tidak tahu arahnya pulang. Oi belakangnya, suara tawa si Hitam masih terdengar. Berpikir ia sudah lolos, mendadak si H itam berdiri di hadapannya. Seringainya semakin Iebar. Tiba-tiba, dari arah lain seekor hewan menyerang dan berhasil mengalihkan perhatian si Hitam. Dibantu cahaya bulan, terlihat sosok kucing yang sedikit lebih besar dari tubuh Kuro. Ternyata itu lbu. lbu berdiri di hadapan Kuro sambil mendesis ke arah si Hitam. Hitam yang sempat tertegun langsung tertawa melihat hewan kecil yang berani melawannya. Dengan suara besarnya ia berkata, "Sekarang muncul hewan kecil lain yang akan menjadi santapanku. Beruntung sekali aku hari ini." "Jangan kau ganggu anakku;' ujar lbu Kuro. "Kuro, cepat pergi dari tempat ini," lanjutnya. Kuro yang mendengar kata-kata ibunya tertegun. Ia tidak percaya ibunya rela mengorbankan nyawanya demi dirinya. Kuro pun mengumpulkan keberaniannya. Ia tidak ingin ibunya terluka. "Jauhi lbuku, Hitam. Biar aku saja yang menjadi santapanmu!" kata Kuro sambil melangkah ke arah Hitam. Si Hitam pun kaget melihat Kuro kecil yang berani melawannya. Seringainya berubah menjadi senyum. "Bukankah kau ingin berani sepertiku? Lihatlah dirimu sekarang, kau berani melawan hewan yang puluhan kali lebih besar darimu karena ingin melindungi ibumu," jelas Si Hitam. "Daripada kau menjadi seorang yang ditakuti, lebih baik kau menjadi seseorang yang berani. Karena orang yang ditakuti tidak akan dihormati oleh orang lain. Sementara orang yang berani akan disegani oleh yang lainnya." "Lebih baik kalian keluar dari hutan ini. Malam ini aku sudah kenyang, tidak bernafsu untuk memakan kalian," lanjut Si Hitam sambil berbalik, lalu menjauh dari Kuro dan ibunya. Kuro tertegun mendengar nasihat Si Hitam. Dirinya merasa malu dengan keinginannya yang hampir mencelakakan ibu dan dirinya sendiri. Ia pun meminta maaf kepada ibunya sambil berjanji di dalam hati untuk tidak melukai keluarganya dan selalu melindungi mereka. Konversi teks fabel menjadi puisi yang tepat adalah ... A. Kuro hitam kecewa dengan bulunya Siro putih bangga dengan keindahannya Maru abu menjadi pemalu B. Sekelam warna bulunya Ia berjalan ke dalam hutan Dicarinya Hitam sang legenda Untuk menjadi murid terbaiknya C. Keberanian ibu membuka mataku Tubuh besar pemangsa tak dihiraukannya Hanya keselamatanku tujuannya Aku pun tertunduk malu D. Si Hitam yang lapar berburu dalam kelam Menemukan Kuro yang mengendap-endap Seringai senang pun melebar Malam ini aku kenyang, katanya

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

18

:

27

:

39

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Dwi

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

09 Februari 2022 15:23

Jawaban terverifikasi

Halo, Juliana I. Terima kasih sudah bertanya di Roboguru. Kakak bantu jawab yah. Jawaban untuk soal ini adalah C. Untuk memahami jawaban tersebut, berikut pembahasannya. Fabel adalah sebuah karya sastra bentuk prosa yang menceritakan kehidupan tentang bi-natang sebagai tokoh ceritanya. Fabel merupakan jenis teks nonfiksi sehingga ceritanya hasil dari imajinasi atau khayalan. Konversi dalam teks merupakan kegiatan mengubah dari satu jenis teks ke jenis teks lainnya. Puisi adalah karya sastra yang memperhatikan irama, rima, dan penyusunan bait dengan menggunakan kata kiasan. Adapun ciri-ciri puisi, yaitu: 1) memiliki bentuk bait yang terdiri atas baris-baris, 2) menggunakan diksi bersifat kiasan atau bukan makna sebenarnya, 3) menggunakan gaya bahasa/majas, 4) memiliki unsur rima atau pengulangan huruf, dan 5) memiliki rasa dan makna yang disampaikan oleh pengarangnya. Konversi teks fabel menjadi puisi yang tepat, yaitu: Keberanian ibu membuka mataku Tubuh besar pemangsa tak dihiraukannya Hanya keselamatanku tujuannya Aku pun tertunduk malu Berdasarkan penjelasan, puisi tersebut menjadi puisi yang tepat untuk konversi puisi. Puisi tersebut memenuhi ciri-ciri puisi, yaitu: 1) memiliki empat larik dalam satu bait, 2) memiliki rima di setiap akhir katanya (a-b-b-a), dan 3) memiliki rasa atau makna berupa perasaan malu. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C. Semoga membantu ya :)


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1. Sejak kecil kau telah akrab dengan lingkungan sekolah ini karena sering diajak ibumu kemari. Tak heran ketika sudah waktunya untuk masuk sekolah, kau begitu **supel** dan teman-temanmu pun sudah banyak. Mereka umumnya murid-murid yang pernah diajar ibumu waktu kelas satu. Sedangkan aku? Aku waktu itu baru saja pindah ke kota kecil ini. Makna kata bercetak tebal dalam kutipan cerpen tersebut adalah .... A. ramah C. santun B. sopan D. baik

32

5.0

Jawaban terverifikasi

Teks berikut untuk soai nomor 4. 1) Ilmuwan di berbagai belahan dunia berkejaran dengan waktu untuk menciptakan vaksin guna mengatasi virus Corona jenis baru. Vaksin perlu segera diciptakan karena kematian akibat virus Corona yang terus bertambah dan penyebaran virus yang kian meluas. 2) Pada Jum'at (7-2-2020), Komisi Kesehatan Nasional Cina mencatat jumlah kematian akibat virus Corona baru telah mencapai 636 kasus, sedangkan jumlah warga yang terinfeksi menjadi 31.161 kasus. Kasus terbanyak terjadi di Hubei, Cina, tempat vi kesehatan du niairus pertama muncul. Selain di Cina, virus itu kini telah menyebar ke lebih dari 25 negara. 3) Para ilmuwan bekerja dalam kecepatan penuh untuk menemukan vaksin bagi virus Corona baru atau penyakit pernapasan akut 2019-nCOV. Sebagai pusat epidemic, ilmuwan Cina berupaya menemukan vaksin bagi virus itu. Perkembangan terbaru adalah mereka menciptakan peta genetik virus. 4) Ilmuwan dari Australia, Kanada, hingga Prancis ikut menciptakan berbagai jenis inokulasi bersama sejumlah perusahaan biotek dan vaksin. Beberapa waktu lalu, Kepala Laboratorium Identifikasi Virus dari Institut Peter Doherty untuk Infeksi dan kekebalan, Melbourne, Julian Druce, menyatakan mereka mengembangkan virus Corona versi laboratorium dari tubuh pasien yang terinfeksi untuk uji coba. Tanggapan yang sesuai dengan berita tersebut adalah ... A. Pemerintah Australia telah tanggap menghadapi serangan virus Corona dengan menemukan vaksin virus tersebut. B. Para ilmuan perlu segera mempelajari virus corona yang menjadi masalah besar bagi kesehatan dunia karena persebarannya sangat cepat. C. Masyarakat perlu mawas diri dan menjaga kesehatan dalam menghadapi serangan virus corona yang mulai menyebar di Indonesia, D. Virus corona menjadi masalah besar bagi kesehatan manusia.

14

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan