Hilman H

31 Oktober 2022 17:50

Iklan

Hilman H

31 Oktober 2022 17:50

Pertanyaan

Cermatilah teks berita berikut! Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, merasa nama mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah tidak perlu diganti menjadi Kesusastraan. Pergantian nama itu sebelumnya diusulkan sastrawan Ahmad Tohari saat para budayawan, sastrawan, dan lainnya bertemu Presiden Joko Widodo, Selasa (23/8/2016). "Saya rasa tidak harus begitu," ujar Muhadjir saat ditemui wartawan di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (31/8/2016). Muhadjir menangkap dengan jelas maksud usulan sastrawan Ahmad Tohari itu. Dia berpendapat, yang penting adalah konten mata pelajaran Bahasa Indonesianya, bukan namanya. Dia setuju jika dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, konten mengenai kesusastraan diperkuat agar peserta didik tidak hanya pandai berbahasa Indonesia, melainkan juga memiliki karakter bahasa yang erat dengan kebudayaan. "Hal yang penting adalah kontennya, kandungannya. Kemasannya boleh apa saja, yang penting kan isinya. Mata pelajaran Bahasa Indonesia itu otomatis di dalamnya ada kesusastraan, termasuk tata bahasa, kemudian kosa kata, itu kan menyatu," ujar dia. Melalui Kurikulum 2013 yang akan diberlakukan Kemendikbud bagi seluruh sekolah di tanah air, Muhadjir yakin peserta didik akan mendapatkan konten kesusastraan yang lebih berkualitas dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya. "Nanti kita menggunakan pendekatan baru. Kurikulum 2013 itu kan lebih mengutamakan siswa aktif. Anak dilatih berekspresi, bikin puisi sendiri, diajak berimajinasi, jadi lebih didorong anak itu bersastra," ujar Muhadjir. Sastrawan Ahmad Tohari sebelumnya memberikan masukan yang spesifik kepada Presiden. Pria yang terkenal melalui triloginya pada era 80-an itu meminta pemerintah mendorong peserta didik mengonsumsi buku-buku kesusastraan. "Indonesia sekarang ini sedang krisis kesusastraan. Pengadaan buku sastra rendah, minat baca juga rendah, daya serap masyarakat terhadap sastra juga rendah. Jadi, saya kira, negara harus hadir mengatasi masalah ini," ujar Tohari. Secara lugas, Tohari meminta pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memborong buku sastra di pasaran untuk dibagikan kepada peserta didik. Bahkan, Tohari juga meminta mata pelajaran Bahasa Indonesia diubah namanya menjadi mata pelajaran Kesusastraan. "Jadi, pelajaran Bahasa Indonesia itu harusnya nempel ke pelajaran kesusastraan. Sastralah yang menjadi jalur utama sebab sastra inilah yang membangun karakter," ujar Tohari. Sumber: kompas.com lnformasi apa saja yang kamu peroleh dari teks berita tersebut?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

18

:

42

:

56

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Nadzifah

03 Desember 2022 09:49

Jawaban terverifikasi

<p>Jawabannya:</p><p>1) Terdapat usul pergantian nama mata pelajaran Bahasa Indonesia menjadi Kesusastraan.</p><p>2) Minat sastra masyarakat masih rendah.</p><p>&nbsp;</p><p>Soal menanyakan informasi yang didapat dari teks.</p><p>&nbsp;</p><p>Beberapa informasi yang didapat:</p><p>1) Terdapat usul pergantian nama mata pelajaran Bahasa Indonesia menjadi Kesusastraan.</p><p>2) Minat sastra masyarakat masih rendah.</p><p>&nbsp;</p><p>Sumbernya:</p><p>1) "Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, merasa nama mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah tidak perlu diganti menjadi Kesusastraan. Pergantian nama itu sebelumnya diusulkan sastrawan Ahmad Tohari..."</p><p>2) "Indonesia sekarang ini sedang krisis kesusastraan. Pengadaan buku sastra rendah, minat baca juga rendah, daya serap masyarakat terhadap sastra juga rendah..."</p><p>&nbsp;</p><p>Jadi, jawabannya:</p><p>1) Terdapat usul pergantian nama mata pelajaran Bahasa Indonesia menjadi Kesusastraan.</p><p>2) Minat sastra masyarakat masih rendah.</p>

Jawabannya:

1) Terdapat usul pergantian nama mata pelajaran Bahasa Indonesia menjadi Kesusastraan.

2) Minat sastra masyarakat masih rendah.

 

Soal menanyakan informasi yang didapat dari teks.

 

Beberapa informasi yang didapat:

1) Terdapat usul pergantian nama mata pelajaran Bahasa Indonesia menjadi Kesusastraan.

2) Minat sastra masyarakat masih rendah.

 

Sumbernya:

1) "Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, merasa nama mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah tidak perlu diganti menjadi Kesusastraan. Pergantian nama itu sebelumnya diusulkan sastrawan Ahmad Tohari..."

2) "Indonesia sekarang ini sedang krisis kesusastraan. Pengadaan buku sastra rendah, minat baca juga rendah, daya serap masyarakat terhadap sastra juga rendah..."

 

Jadi, jawabannya:

1) Terdapat usul pergantian nama mata pelajaran Bahasa Indonesia menjadi Kesusastraan.

2) Minat sastra masyarakat masih rendah.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1. Sejak kecil kau telah akrab dengan lingkungan sekolah ini karena sering diajak ibumu kemari. Tak heran ketika sudah waktunya untuk masuk sekolah, kau begitu **supel** dan teman-temanmu pun sudah banyak. Mereka umumnya murid-murid yang pernah diajar ibumu waktu kelas satu. Sedangkan aku? Aku waktu itu baru saja pindah ke kota kecil ini. Makna kata bercetak tebal dalam kutipan cerpen tersebut adalah .... A. ramah C. santun B. sopan D. baik

49

5.0

Jawaban terverifikasi

Teks berikut untuk soai nomor 4. 1) Ilmuwan di berbagai belahan dunia berkejaran dengan waktu untuk menciptakan vaksin guna mengatasi virus Corona jenis baru. Vaksin perlu segera diciptakan karena kematian akibat virus Corona yang terus bertambah dan penyebaran virus yang kian meluas. 2) Pada Jum'at (7-2-2020), Komisi Kesehatan Nasional Cina mencatat jumlah kematian akibat virus Corona baru telah mencapai 636 kasus, sedangkan jumlah warga yang terinfeksi menjadi 31.161 kasus. Kasus terbanyak terjadi di Hubei, Cina, tempat vi kesehatan du niairus pertama muncul. Selain di Cina, virus itu kini telah menyebar ke lebih dari 25 negara. 3) Para ilmuwan bekerja dalam kecepatan penuh untuk menemukan vaksin bagi virus Corona baru atau penyakit pernapasan akut 2019-nCOV. Sebagai pusat epidemic, ilmuwan Cina berupaya menemukan vaksin bagi virus itu. Perkembangan terbaru adalah mereka menciptakan peta genetik virus. 4) Ilmuwan dari Australia, Kanada, hingga Prancis ikut menciptakan berbagai jenis inokulasi bersama sejumlah perusahaan biotek dan vaksin. Beberapa waktu lalu, Kepala Laboratorium Identifikasi Virus dari Institut Peter Doherty untuk Infeksi dan kekebalan, Melbourne, Julian Druce, menyatakan mereka mengembangkan virus Corona versi laboratorium dari tubuh pasien yang terinfeksi untuk uji coba. Tanggapan yang sesuai dengan berita tersebut adalah ... A. Pemerintah Australia telah tanggap menghadapi serangan virus Corona dengan menemukan vaksin virus tersebut. B. Para ilmuan perlu segera mempelajari virus corona yang menjadi masalah besar bagi kesehatan dunia karena persebarannya sangat cepat. C. Masyarakat perlu mawas diri dan menjaga kesehatan dalam menghadapi serangan virus corona yang mulai menyebar di Indonesia, D. Virus corona menjadi masalah besar bagi kesehatan manusia.

30

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan