Cermati kalimat-kalimat berikut.
1) Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, dikebumikan di Kota Blitar, Jawa Timur.
2) Dalam upacara itu hadir para menteri, gubernur, wakil presiden, ibu dan bapak presiden.
3) Kami membeli kerang, ikan bakar dan cumi-cumi goreng di Pantai indah itu.
4) Sebagai bupati, Rustriningsih berhasil menunjukkan kinerja yang baik.
Kesalahan penggunaan ejaan ditunjukkan kalimat nomor
Halo, Hanwa G.
Terima kasih sudah bertanya di Roboguru, kakak bantu jawab ya ๐
Kesalahan penggunaan ejaan ditunjukkan kalimat nomor 3).
Untuk memahami alasannya, mari simak pembahasan berikut.
Ejaan adalah keseluruhan peraturan melambangkan bunyi ujaran, pemisahan dan penggabungan kata, penulisan kata, huruf, dan tanda baca.
Penggunaan huruf kapital yang benar menurut PUEBI, yaitu sebagai berikut.
1) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama awal kalimat.
Contoh: Apa maksudnya?
2) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang termasuk julukan.
Contoh: Halim Perdana Kusuma.
3) Huruf kapital dipakai pada awal kalimat dalam petikan langsung.
Contoh: Adik bertanya, "Kapan kita pulang?"
4) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata nama agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk sebutan dan kata ganti untuk Tuhan.
Contoh: Alquran, Tuhan, dan hamba-Nya.
5) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan, atau akademik yang diikuti nama orang, termasuk gelar akademik yang mengikuti nama orang.
Contoh: Sultan Hasanudin dan Doktor Mohammad Hatta.
6) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan, profesi, serta nama jabatan dan kepangkatan yang dipakai sebagai sapaan.
Contoh: Selamat datang, Dokter.
7) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.
Contoh: Presiden Indonesia.
8) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.
Contoh: bangsa Indonesia, suku Jawa, dan bahasa Sunda.
9) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari besar atau hari raya.
Contoh: tahun Masehi.
10) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama peristiwa sejarah.
Contoh: Konferensi Asia-Afrika
11) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.
Contoh: Dataran Tinggi Dieng, Pulau Seribu, dan Pantai Ngobaran.
12) Huruf pertama nama geografi yang bukan nama diri tidak ditulis dengan huruf kapital.
Contoh: Berlayar ke teluk itu.
13) Huruf pertama nama diri geografi yang dipakai sebagai nama jenis tidak ditulis dengan huruf kapital.
Contoh: jeruk bali.
14) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur bentuk ulang sempurna) dalam nama negara, lembaga, badan, organisasi, atau dokumen, kecuali kata tugas, seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk.
Contoh: Republik Indonesia.
15) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata (termasuk unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, karangan, artikel, dan makalah serta nama majalah dan surat kabar, kecuali kata tugas, seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk, yang tidak terletak pada posisi awal.
Contoh: Saya membaca novel Aroma Karsa.
16) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, atau sapaan.
Contoh: S.H. sarjana hukum.
17) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, kakak, adik, dan paman, serta kata atau ungkapan lain yang dipakai dalam penyapaan atau pengacuan.
Contoh: "Kapan Bapak berangkat?" tanya Hasan.
Apabila diperhatikan dengan saksama, kesalahan ejaan ditunjukkan kalimat nomor 3) Kami membeli kerang, ikan bakar dan cumi-cumi goreng di Pantai indah itu. Hal tersebut karena terdapat kesalahan penggunaan huruf kapital pada kata "Pantai". Kata tersebut tidak mengacu pada nama geografi yang merupakan nama diri suatu tempat. Sesuai dengan PUEBI, huruf pertama nama geografi yang bukan nama diri tidak ditulis dengan huruf kapital.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kesalahan penggunaan ejaan ditunjukkan kalimat nomor 3).
Semoga membantu ya ๐
ยท 0.0 (0)
Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!
Iklan
SA
Sheila A
13 Maret 2023 01:08
Beberapa peralatan di sekitar kita yang dipakai [...] merupakan tempat penyimpanan kuman. Menurut Paul Matewele, ahli mikrobiologi, ponsel sangat berbahaya karena kita bawa [...]. Selain itu, kita menyentuh ponsel secara [...]. tas juga terbukti positif teruji kandungan seluruh komunitas kuman. Spons yang digunakan [...] untuk mencuci piring pun juga teruji mengandung virus dan bakteri. Oleh sebab itu, mencuci atau membersihkan secara berkala peralatan di sekitar kita secara berkala sangat dianjurkan.
Bentukan kata yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah...
ยท 0.0 (0)
Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!
SA
Sheila A
13 Maret 2023 01:09
Beberapa peralatan di sekitar kita yang dipakai [...] merupakan tempat penyimpanan kuman. Menurut Paul Matewele, ahli mikrobiologi, ponsel sangat berbahaya karena kita bawa [...]. Selain itu, kita menyentuh ponsel secara [...]. tas juga terbukti positif teruji kandungan seluruh komunitas kuman. Spons yang digunakan [...] untuk mencuci piring pun juga teruji mengandung virus dan bakteri. Oleh sebab itu, mencuci atau membersihkan secara berkala peralatan di sekitar kita secara berkala sangat dianjurkan.
Bentukan kata yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah...
ยท 0.0 (0)
Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!
Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!