Alahsar B
14 Januari 2023 17:13
Iklan
Alahsar B
14 Januari 2023 17:13
Pertanyaan
5
1
Iklan
B. Hindarto
Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta
25 Februari 2023 12:36
Jawaban yang tepat, adalah Notokusumo bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam.
Mari simak pembahasan berikut !
Perjanjian Giyanti menandai berakhirnya Kesultanan Mataram Islam yang sepenuhnya independen. Berdasarkan perjanjian itu, Mataram dibagi dua yaitu sebelah timur dikuasai Paku Buwono III berkedudukan di Surakarta dan wilayah Barat diserahkan ke Pangeran Mangkubumi yang berkedudukan di Yogyakarta. Surat perjanjian itu terdiri dari sembilan pasal dan satu penutup dan ditandatangani pihak yang terlibat. Ternyata dalam perkembangan selanjutnya, politik adu domba Belanda sukses membuat dua kerajaan ini kembali terpecah.
Dalam perjalanan sejarah, Pangeran Sambernyowo dari Surakarta kemudian mendirikan kadipaten sendiri yang otonom terpisah dari Kerajaan Surakarta. Wilayah kekuasaan Pangeran Sambernyowo kemudian dikenal dengan sebutan Mangkunegaran, karena pangeran ini berkuasa dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Mangkunegoro. Sementara itu, Pangeran Notokusumo dari Yogyakarta dalam perjalanan sejarah juga mendirikan daerah otonom yang terpisah dari Kesultanan Yogyakarta. Pangeran Notokusumo mendapat kekuasaan sebagian dari wilayah Yogyakarta dan mendirikan kadipaten otonom, yakni Kadipaten Pakualaman. Notokusumo bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam.
Dengan demikian, jawaban yang tepat, adalah Notokusumo bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam.
Semoga membantu,ya : - )
· 0.0 (0)
Iklan
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!