Carilah bukti simpati, empati, dan peduli beserta penjelasannya dari cerita inspiratif berikut!
Bunga untuk Ibu
Seorang pemuda bermaksud membeli hadiah untuk ibunya. Besok adalah Hari Ibu dan ia bermaksud mengirimkan hadiah tersebut lewat pos kepada ibunya di kampung. Seorang ibu yang pernah ia tinggal pergi beberapa tahun lalu untuk kuliah, banting tulang mencari nafkah, dan mengejar kesuksesan di kota besar ini. Rutin memberikan hadiah bagi pemuda tersebut adalah bentuk bakti kepada ibunya karena sejatinya anak memang harus berbakti dengan orang tuanya, terlebih ibu.
Pagi itu, sang pemuda turun dari mobil mewahnya di sebuah kompleks pertokoan. Namun, langkah pria itu terhenti di depan sebuah toko bunga. Ia melihat seorang gadis. Ketika diamat-amati denagn saksama ternyata gadis itu adalah adik tingkatnya semasa kuliah dulu.
Gadis itu terlihat sedang memandangi lesu rangkaian bunga-bunga indah di etalase. Matanya terlihat dengan jelas tengah berkaca-kaca, air matanya hendak meleleh, seperti akan menangis. Pemuda itu lalu mendekati gadis itu.
Setelah melihat kondisi tersebut, pria itu lalu bertanya, “Ada apa denganmu? Ada apa dengan bunga-bunga itu?”
“Saya ingin memberi salah satu rangkaian bunga mawar ini untuk ibu saya,” gadis cantik itu melanjutkan, “Seumur hidup, saya belum pernah memberikan bunga seindah ini untuk ibu.”
“Kenapa tidak kau beli saja? Ini bagus, kok.” Cerita pria tersebut sambil turut mengamati salah satu karangan bunga.
“Uang saya tidak cukup.”
“Ya sudah, pilih saja salah satu, aku yang akan membayarnya.” Pria itu menawarkan diri sambil tersenyum.
Akhirnya gadis itu mengambil salah satu karangan bunga. Dengan ditemani sang pria, gadis itu lalu menuju kasir. Pria itu juga menawarkan diri mengantar si gadis pulang ke rumah untuk memberikan bunga itu kepada ibunya. Gadis itu pun bersedia.
Dua orang itu lalu melaju menggunakan mobil menuju ke sebuah tampat yang ditunjukkan oleh si gadis. Hati pria itu terperanjat ketika gadis cantik itu ternyata mengajaknya ke sebuah kompleks pemakaman umum. Setelah memarkir mobil, pria itu lalu mengikuti langkah-langkah si gadis. Dengan sangat terharu, gadis itu lalu meletakkan karangan bunga itu ke makam ibunya. Seorang ibu yang memang belum pernah dilihat gadis itu seumur hidupnya. Ibunya dulu meninggal saat melahirkan gadis itu.
Melihat kejadian itu, setelah mengantarkan gadis itu pulang ke rumah, sang pria membatalkan niatnya untuk membeli dan mengirimkan kado bagi ibunya. Siang itu juga, pemuda sukses itu langsung memacu mobilnya pulang ke kampungnya untuk melihat wajah ibunya yang dia rindukan selama ini untuk bersujud di bawah kakinya dan memeluk erat tubuh dan hati lembutnya.
Selama ini dia telah salah memberikan hadiah dengan cara memaketkannya lewat pos bisa saja bukan hal yang diharapkan oleh ibunya. Bias jadi ibunya tidak mengharapkan hadiah dari anak lelakinya, ibu hanya ingin kehadiran anaknya di sampingnya sebagai hadiah terindah.
Halo, Yuan Y. Terima kasih telah bertanya kepada Roboguru.
Kakak bantu jawab ya.
Jawaban atas pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut.
1. Simpati:
“Saya ingin memberi salah satu rangkaian bunga mawar ini untuk ibu saya,” gadis cantik itu melanjutkan, “Seumur hidup, saya belum pernah memberikan bunga seindah ini untuk ibu.”
“Kenapa tidak kau beli saja? Ini bagus, kok.” Cerita pria tersebut sambil turut mengamati salah satu karangan bunga.
“Uang saya tidak cukup.”
“Ya sudah, pilih saja salah satu, aku yang akan membayarnya.” Pria itu menawarkan diri sambil tersenyum.
2. Empati:
"Dengan sangat terharu, gadis itu lalu meletakkan karangan bunga itu ke makam ibunya. Seorang ibu yang memang belum pernah dilihat gadis itu seumur hidupnya. Ibunya dulu meninggal saat melahirkan gadis itu.
Melihat kejadian itu, setelah mengantarkan gadis itu pulang ke rumah, sang pria membatalkan niatnya untuk membeli dan mengirimkan kado bagi ibunya. Siang itu juga, pemuda sukses itu langsung memacu mobilnya pulang ke kampungnya untuk melihat wajah ibunya yang dia rindukan selama ini untuk bersujud di bawah kakinya dan memeluk erat tubuh dan hati lembutnya."
3. Peduli:
"Akhirnya gadis itu mengambil salah satu karangan bunga. Dengan ditemani sang pria, gadis itu lalu menuju kasir. Pria itu juga menawarkan diri mengantar si gadis pulang ke rumah untuk memberikan bunga itu kepada ibunya. Gadis itu pun bersedia."
Pada kutipan tersebut, tokoh pria begitu peduli pada tokoh gadis. Ia bahkan menawarkan diri mengantarkan si gadis.
Untuk menjawab soal di atas, simak penjelasan berikut.
Teks cerita inspiratif adalah teks yang dapat menggugah inspirasi dan semangat seseorang yang membacanya.
Dalam cerita teks inspiratif biasanya dapat membuat pembaca merasakan simpati, empati, dan peduli. Ketiga istilah tersebut dapat diketahui maknanya dengan melakukan penelusuran di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
1. Simpati memiliki arti keikutsertaan merasakan perasaan (senang, susah, dan sebagainya) orang lain.
2. Empati memiliki arti keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain.
3. Peduli memiliki arti memperhatikan.
Berdasarkan penjelasan di atas, berikut ini hasil analisis keberadaan simpati, impati, dan peduli pada teks di atas.
1. Simpati dibuktikan pada kutipan teks berikut.
“Saya ingin memberi salah satu rangkaian bunga mawar ini untuk ibu saya,” gadis cantik itu melanjutkan, “Seumur hidup, saya belum pernah memberikan bunga seindah ini untuk ibu.”
“Kenapa tidak kau beli saja? Ini bagus, kok.” Cerita pria tersebut sambil turut mengamati salah satu karangan bunga.
“Uang saya tidak cukup.”
“Ya sudah, pilih saja salah satu, aku yang akan membayarnya.” Pria itu menawarkan diri sambil tersenyum.
Pada kutipan tersebut, rasa simpati tokoh dalam cerita inspiratif dibuktikan dengan pria membelikan bunga untuk gadis cantik itu sebagai kado untuk ibu si gadis. Hal ini disebabkan tokoh gadis cantik tidak dapat membeli bunga.
2. Empati dibuktikan pada kutipan teks berikut.
"Dengan sangat terharu, gadis itu lalu meletakkan karangan bunga itu ke makam ibunya. Seorang ibu yang memang belum pernah dilihat gadis itu seumur hidupnya. Ibunya dulu meninggal saat melahirkan gadis itu.
Melihat kejadian itu, setelah mengantarkan gadis itu pulang ke rumah, sang pria membatalkan niatnya untuk membeli dan mengirimkan kado bagi ibunya. Siang itu juga, pemuda sukses itu langsung memacu mobilnya pulang ke kampungnya untuk melihat wajah ibunya yang dia rindukan selama ini untuk bersujud di bawah kakinya dan memeluk erat tubuh dan hati lembutnya."
Pada kutipan tersebut, tokoh pria mengidentifikasi dirinya sama dengan tokoh gadis, yakni rasa rindu pada Ibu.
3. Peduli dibuktikan pada kutipan teks berikut.
"Akhirnya gadis itu mengambil salah satu karangan bunga. Dengan ditemani sang pria, gadis itu lalu menuju kasir. Pria itu juga menawarkan diri mengantar si gadis pulang ke rumah untuk memberikan bunga itu kepada ibunya. Gadis itu pun bersedia."
Pada kutipan tersebut, tokoh pria begitu peduli pada tokoh gadis. Ia bahkan menawarkan diri mengantarkan si gadis.
Dengan demikian, jawaban atas pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut.
1. Simpati:
“Saya ingin memberi salah satu rangkaian bunga mawar ini untuk ibu saya,” gadis cantik itu melanjutkan, “Seumur hidup, saya belum pernah memberikan bunga seindah ini untuk ibu.”
“Kenapa tidak kau beli saja? Ini bagus, kok.” Cerita pria tersebut sambil turut mengamati salah satu karangan bunga.
“Uang saya tidak cukup.”
“Ya sudah, pilih saja salah satu, aku yang akan membayarnya.” Pria itu menawarkan diri sambil tersenyum.
2. Empati:
"Dengan sangat terharu, gadis itu lalu meletakkan karangan bunga itu ke makam ibunya. Seorang ibu yang memang belum pernah dilihat gadis itu seumur hidupnya. Ibunya dulu meninggal saat melahirkan gadis itu.
Melihat kejadian itu, setelah mengantarkan gadis itu pulang ke rumah, sang pria membatalkan niatnya untuk membeli dan mengirimkan kado bagi ibunya. Siang itu juga, pemuda sukses itu langsung memacu mobilnya pulang ke kampungnya untuk melihat wajah ibunya yang dia rindukan selama ini untuk bersujud di bawah kakinya dan memeluk erat tubuh dan hati lembutnya."
3. Peduli:
"Akhirnya gadis itu mengambil salah satu karangan bunga. Dengan ditemani sang pria, gadis itu lalu menuju kasir. Pria itu juga menawarkan diri mengantar si gadis pulang ke rumah untuk memberikan bunga itu kepada ibunya. Gadis itu pun bersedia."
Pada kutipan tersebut, tokoh pria begitu peduli pada tokoh gadis. Ia bahkan menawarkan diri mengantarkan si gadis.
Semoga membantu, ya.
· 4.5 (11)
Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!
IC
Ikhwana C
04 Maret 2023 03:15
waw bagus
Iklan
Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!