Febrin D

19 September 2024 15:54

Iklan

Febrin D

19 September 2024 15:54

Pertanyaan

Carilah 1 kasus yang terjadi di Indonesia tentang masalah sosial Cari apa penyebab terjadinya Dampak, serta upaya penyelesaiannya

Carilah 1 kasus yang terjadi di Indonesia tentang masalah sosial Cari apa penyebab terjadinya Dampak, serta upaya penyelesaiannya

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

20

:

38

:

29

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Miracle A

19 September 2024 20:18

Jawaban terverifikasi

<p>Halo, sobat Robo Guru! πŸ‘‹ Apa kabar nih? Balik lagi bareng Miracle, siap bantu kamu jawab semua pertanyaan dengan santai dan asik! 😎 Yuk, langsung aja kita bahas di bawah ini. Stay tuned ya! πŸš€</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Salah satu kasus masalah sosial yang terjadi di Indonesia adalah skandal korupsi yang melibatkan pejabat tinggi, yaitu kasus korupsi yang melibatkan mantan Ketua DPR, Setya Novanto.</p><p>&nbsp;</p><p><i><strong><u>➼ Deskripsi Kasus</u></strong></i></p><p>Setya Novanto, yang menjabat sebagai Ketua DPR RI dari Partai Golkar, terlibat dalam skandal korupsi besar yang berhubungan dengan proyek e-KTP. Proyek ini dimaksudkan untuk menggantikan sistem pembuatan KTP manual dengan sistem elektronik yang lebih modern dan efisien. Namun, proyek ini malah menjadi ladang korupsi, dengan dugaan mark-up anggaran yang signifikan.</p><p>&nbsp;</p><p><i><strong><u>➼ Penyebab Terjadinya</u></strong></i></p><p>Beberapa penyebab terjadinya kasus ini meliputi:</p><ul><li><strong>Penyalahgunaan Kekuasaan</strong>: Setya Novanto dan beberapa pejabat lainnya memanfaatkan posisi mereka untuk mengakses anggaran proyek e-KTP secara ilegal, mengarahkan dana untuk kepentingan pribadi.</li><li><strong>Kurangnya Pengawasan</strong>: Proyek pemerintah sering kali dikelola tanpa pengawasan yang memadai. Lemahnya kontrol internal di lembaga pemerintah memfasilitasi penyimpangan.</li><li><strong>Budaya Korupsi</strong>: Korupsi sudah menjadi bagian dari budaya birokrasi di Indonesia. Banyak pejabat berpikir bahwa praktik suap dan kolusi adalah hal yang biasa.</li><li><strong>Ketidaktransparanan</strong>: Proses pengadaan proyek tidak dilakukan secara terbuka, yang memungkinkan tindakan korupsi dan manipulasi data.</li></ul><p>&nbsp;</p><p><i><strong><u>➼ Dampak</u></strong></i></p><p>Dampak dari skandal korupsi ini sangat luas:</p><ul><li><strong>Kerugian Negara</strong>: Diperkirakan negara mengalami kerugian hingga Rp 2,3 triliun. Uang yang seharusnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan layanan publik malah diselewengkan.</li><li><strong>Kehilangan Kepercayaan Publik</strong>: Skandal ini mengikis kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan dan memperburuk citra DPR. Masyarakat merasa bahwa pejabat publik tidak lagi mengutamakan kepentingan rakyat.</li><li><strong>Dampak Sosial dan Ekonomi</strong>: Korupsi seperti ini memperburuk kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, terutama di daerah yang seharusnya mendapat manfaat dari proyek e-KTP. Alokasi anggaran yang tidak tepat juga berakibat pada minimnya fasilitas publik.</li><li><strong>Konsekuensi Hukum</strong>: Setya Novanto dihukum penjara selama 15 tahun, dan kasus ini membuka jalan bagi penegakan hukum terhadap korupsi di kalangan pejabat tinggi lainnya.</li></ul><p>&nbsp;</p><p><i><strong><u>➼ Upaya Penyelesaian</u></strong></i></p><p>Beberapa upaya yang dilakukan untuk menangani masalah ini meliputi:</p><ul><li><strong>Penegakan Hukum oleh KPK</strong>: Komisi Pemberantasan Korupsi berperan aktif dalam menyelidiki dan menuntut kasus ini. KPK menggunakan berbagai metode investigasi untuk mengumpulkan bukti, termasuk penyadapan dan pemeriksaan saksi.</li><li><strong>Reformasi Pengadaan dan Pengawasan</strong>: Ada dorongan untuk melakukan reformasi dalam sistem pengadaan publik, dengan menerapkan e-procurement yang lebih transparan dan akuntabel. Hal ini bertujuan untuk mengurangi peluang korupsi di masa mendatang.</li><li><strong>Pendidikan Anti-Korupsi</strong>: Upaya pendidikan masyarakat tentang bahaya korupsi dilakukan melalui kampanye dan program-program di sekolah, universitas, dan komunitas. Masyarakat diharapkan menjadi lebih kritis dan melaporkan tindak kecurangan.</li><li><strong>Peningkatan Transparansi</strong>: Penerapan prinsip transparansi dalam anggaran dan penggunaan dana publik. Informasi mengenai pengeluaran pemerintah harus dapat diakses oleh publik untuk meningkatkan akuntabilitas.</li><li><strong>Kerja Sama Internasional</strong>: Indonesia juga bekerja sama dengan organisasi internasional untuk membangun kapasitas dalam pemberantasan korupsi, termasuk dengan lembaga seperti Transparency International dan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC).</li></ul><p>&nbsp;</p><p><strong>Kesimpulan</strong></p><p>Kasus korupsi Setya Novanto merupakan ilustrasi nyata dari tantangan yang dihadapi Indonesia dalam memberantas korupsi di tingkat pejabat tinggi. Meskipun ada kemajuan dalam penegakan hukum dan reformasi sistem, masalah ini masih memerlukan perhatian serius dari semua lapisan masyarakat dan pemerintah. Upaya bersama untuk menciptakan budaya anti-korupsi yang kuat dan sistem yang transparan adalah kunci untuk memastikan bahwa skandal serupa tidak terjadi di masa depan. Masyarakat harus terus mengawasi dan menuntut akuntabilitas dari para pemimpin mereka, demi terciptanya pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Okay, itu dulu dari Miracle! πŸ™Œ Kalau ada yang kurang atau salah, feel free buat koreksi ya, sobat. 😁 Jangan lupa follow Instagram aku di @miracle.nathanaelπŸ“Έ Ayo, kita jadi generasi emas yang keren abis! 🌟 Semangat terus sebagai penerus bangsa!! πŸ’ͺ</p>

Halo, sobat Robo Guru! πŸ‘‹ Apa kabar nih? Balik lagi bareng Miracle, siap bantu kamu jawab semua pertanyaan dengan santai dan asik! 😎 Yuk, langsung aja kita bahas di bawah ini. Stay tuned ya! πŸš€

 

 

Salah satu kasus masalah sosial yang terjadi di Indonesia adalah skandal korupsi yang melibatkan pejabat tinggi, yaitu kasus korupsi yang melibatkan mantan Ketua DPR, Setya Novanto.

 

➼ Deskripsi Kasus

Setya Novanto, yang menjabat sebagai Ketua DPR RI dari Partai Golkar, terlibat dalam skandal korupsi besar yang berhubungan dengan proyek e-KTP. Proyek ini dimaksudkan untuk menggantikan sistem pembuatan KTP manual dengan sistem elektronik yang lebih modern dan efisien. Namun, proyek ini malah menjadi ladang korupsi, dengan dugaan mark-up anggaran yang signifikan.

 

➼ Penyebab Terjadinya

Beberapa penyebab terjadinya kasus ini meliputi:

  • Penyalahgunaan Kekuasaan: Setya Novanto dan beberapa pejabat lainnya memanfaatkan posisi mereka untuk mengakses anggaran proyek e-KTP secara ilegal, mengarahkan dana untuk kepentingan pribadi.
  • Kurangnya Pengawasan: Proyek pemerintah sering kali dikelola tanpa pengawasan yang memadai. Lemahnya kontrol internal di lembaga pemerintah memfasilitasi penyimpangan.
  • Budaya Korupsi: Korupsi sudah menjadi bagian dari budaya birokrasi di Indonesia. Banyak pejabat berpikir bahwa praktik suap dan kolusi adalah hal yang biasa.
  • Ketidaktransparanan: Proses pengadaan proyek tidak dilakukan secara terbuka, yang memungkinkan tindakan korupsi dan manipulasi data.

 

➼ Dampak

Dampak dari skandal korupsi ini sangat luas:

  • Kerugian Negara: Diperkirakan negara mengalami kerugian hingga Rp 2,3 triliun. Uang yang seharusnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan layanan publik malah diselewengkan.
  • Kehilangan Kepercayaan Publik: Skandal ini mengikis kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan dan memperburuk citra DPR. Masyarakat merasa bahwa pejabat publik tidak lagi mengutamakan kepentingan rakyat.
  • Dampak Sosial dan Ekonomi: Korupsi seperti ini memperburuk kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, terutama di daerah yang seharusnya mendapat manfaat dari proyek e-KTP. Alokasi anggaran yang tidak tepat juga berakibat pada minimnya fasilitas publik.
  • Konsekuensi Hukum: Setya Novanto dihukum penjara selama 15 tahun, dan kasus ini membuka jalan bagi penegakan hukum terhadap korupsi di kalangan pejabat tinggi lainnya.

 

➼ Upaya Penyelesaian

Beberapa upaya yang dilakukan untuk menangani masalah ini meliputi:

  • Penegakan Hukum oleh KPK: Komisi Pemberantasan Korupsi berperan aktif dalam menyelidiki dan menuntut kasus ini. KPK menggunakan berbagai metode investigasi untuk mengumpulkan bukti, termasuk penyadapan dan pemeriksaan saksi.
  • Reformasi Pengadaan dan Pengawasan: Ada dorongan untuk melakukan reformasi dalam sistem pengadaan publik, dengan menerapkan e-procurement yang lebih transparan dan akuntabel. Hal ini bertujuan untuk mengurangi peluang korupsi di masa mendatang.
  • Pendidikan Anti-Korupsi: Upaya pendidikan masyarakat tentang bahaya korupsi dilakukan melalui kampanye dan program-program di sekolah, universitas, dan komunitas. Masyarakat diharapkan menjadi lebih kritis dan melaporkan tindak kecurangan.
  • Peningkatan Transparansi: Penerapan prinsip transparansi dalam anggaran dan penggunaan dana publik. Informasi mengenai pengeluaran pemerintah harus dapat diakses oleh publik untuk meningkatkan akuntabilitas.
  • Kerja Sama Internasional: Indonesia juga bekerja sama dengan organisasi internasional untuk membangun kapasitas dalam pemberantasan korupsi, termasuk dengan lembaga seperti Transparency International dan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC).

 

Kesimpulan

Kasus korupsi Setya Novanto merupakan ilustrasi nyata dari tantangan yang dihadapi Indonesia dalam memberantas korupsi di tingkat pejabat tinggi. Meskipun ada kemajuan dalam penegakan hukum dan reformasi sistem, masalah ini masih memerlukan perhatian serius dari semua lapisan masyarakat dan pemerintah. Upaya bersama untuk menciptakan budaya anti-korupsi yang kuat dan sistem yang transparan adalah kunci untuk memastikan bahwa skandal serupa tidak terjadi di masa depan. Masyarakat harus terus mengawasi dan menuntut akuntabilitas dari para pemimpin mereka, demi terciptanya pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab.

 

 

Okay, itu dulu dari Miracle! πŸ™Œ Kalau ada yang kurang atau salah, feel free buat koreksi ya, sobat. 😁 Jangan lupa follow Instagram aku di @miracle.nathanaelπŸ“Έ Ayo, kita jadi generasi emas yang keren abis! 🌟 Semangat terus sebagai penerus bangsa!! πŸ’ͺ


Iklan

Rendi R

Community

23 Oktober 2024 01:44

Jawaban terverifikasi

<p>&nbsp;</p><p>Salah satu masalah sosial yang sering terjadi di Indonesia adalah <strong>kemiskinan</strong>. Berikut ini adalah contoh kasus kemiskinan di Indonesia, lengkap dengan penyebab, dampak, dan upaya penyelesaiannya:</p><p><strong>Kasus: Kemiskinan di Indonesia</strong></p><p><strong>Penyebab Terjadinya Kemiskinan:</strong></p><ol><li><strong>Ketimpangan Distribusi Kekayaan</strong>: Kekayaan di Indonesia cenderung terpusat pada sekelompok kecil orang kaya, sementara sebagian besar penduduk memiliki akses terbatas ke sumber daya ekonomi. Ini menciptakan ketidaksetaraan yang signifikan dalam akses terhadap peluang ekonomi.</li><li><strong>Keterbatasan Akses Pendidikan</strong>: Banyak masyarakat miskin yang tidak memiliki akses ke pendidikan yang memadai. Pendidikan yang rendah menyebabkan mereka tidak bisa bersaing di pasar kerja, yang akhirnya menghambat peluang untuk meningkatkan taraf hidup.</li><li><strong>Keterbatasan Lapangan Pekerjaan</strong>: Meskipun ekonomi Indonesia terus tumbuh, masih banyak pengangguran, terutama di kalangan pemuda. Banyak orang yang bekerja di sektor informal, yang umumnya tidak menawarkan penghasilan yang stabil atau jaminan sosial.</li><li><strong>Pembangunan yang Tidak Merata</strong>: Daerah-daerah di luar pulau Jawa sering kali kurang mendapat perhatian dalam hal pembangunan infrastruktur dan ekonomi. Hal ini mengakibatkan kesenjangan antara wilayah, di mana beberapa daerah lebih berkembang sementara daerah lainnya masih terbelakang.</li><li><strong>Korupsi dan Maladministrasi</strong>: Korupsi dalam birokrasi pemerintah dan alokasi dana bantuan sosial sering kali menghambat program-program untuk pengentasan kemiskinan, sehingga tidak tepat sasaran.</li></ol><p><strong>Dampak Kemiskinan:</strong></p><ol><li><strong>Rendahnya Kualitas Hidup</strong>: Orang yang hidup dalam kemiskinan cenderung memiliki akses yang terbatas ke layanan kesehatan, pendidikan, dan air bersih, yang mempengaruhi kualitas hidup mereka.</li><li><strong>Pengangguran dan Pekerjaan Tidak Layak</strong>: Kemiskinan memaksa banyak orang bekerja di sektor informal dengan upah rendah dan tanpa perlindungan tenaga kerja. Ini menyebabkan siklus kemiskinan yang sulit diputus.</li><li><strong>Tingkat Kejahatan yang Lebih Tinggi</strong>: Kemiskinan sering kali memicu kejahatan, karena banyak orang yang putus asa dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka.</li><li><strong>Masalah Gizi dan Kesehatan</strong>: Kemiskinan juga berdampak pada masalah gizi buruk, terutama pada anak-anak, yang menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang dan menghambat pertumbuhan dan perkembangan mereka.</li><li><strong>Kesenjangan Sosial dan Konflik Sosial</strong>: Ketidaksetaraan ekonomi dapat memperparah konflik sosial di masyarakat, baik dalam bentuk protes terhadap pemerintah maupun konflik antarindividu atau kelompok yang merasa tidak mendapatkan keadilan.</li></ol><p><strong>Upaya Penyelesaian:</strong></p><ol><li><strong>Program Bantuan Sosial (Bansos)</strong>: Pemerintah Indonesia telah meluncurkan berbagai program bantuan sosial, seperti <strong>Program Keluarga Harapan (PKH)</strong> dan <strong>Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)</strong>, untuk membantu keluarga miskin memenuhi kebutuhan dasar mereka, seperti pangan, pendidikan, dan kesehatan.</li><li><strong>Pengembangan Infrastruktur di Daerah Tertinggal</strong>: Pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan listrik di daerah-daerah terpencil bertujuan untuk membuka akses ekonomi dan meningkatkan konektivitas, sehingga masyarakat di wilayah tersebut dapat lebih mudah mendapatkan pekerjaan atau memulai usaha.</li><li><strong>Pendidikan dan Pelatihan Vokasi</strong>: Pemerintah mengembangkan program pendidikan vokasi yang lebih terfokus untuk memberikan keterampilan kerja bagi masyarakat miskin, sehingga mereka bisa lebih siap bersaing di dunia kerja.</li><li><strong>Peningkatan Akses Kesehatan</strong>: Program seperti <strong>Kartu Indonesia Sehat (KIS)</strong> bertujuan untuk memberikan akses kesehatan gratis atau terjangkau bagi masyarakat miskin, sehingga mereka tidak perlu khawatir akan biaya kesehatan yang tinggi.</li><li><strong>Penegakan Hukum untuk Mengurangi Korupsi</strong>: Upaya untuk memberantas korupsi dalam distribusi bantuan sosial dan program pembangunan terus dilakukan oleh pemerintah dan lembaga antikorupsi seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penegakan hukum yang lebih tegas dapat memastikan bahwa dana bantuan sampai kepada masyarakat yang berhak.</li><li><strong>Pemberdayaan UMKM</strong>: Pemerintah juga memberikan bantuan modal dan pelatihan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan ekonomi masyarakat yang berada di sektor informal, terutama di wilayah pedesaan.</li></ol><p><strong>Kesimpulan:</strong></p><p>Kemiskinan di Indonesia adalah masalah sosial yang kompleks dengan banyak penyebab, mulai dari ketimpangan ekonomi, pendidikan yang rendah, hingga pengangguran. Dampaknya sangat luas, mempengaruhi kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Untuk mengatasi kemiskinan, diperlukan pendekatan yang komprehensif dengan program-program bantuan sosial yang tepat sasaran, peningkatan infrastruktur di daerah terpencil, pendidikan yang lebih inklusif, serta penegakan hukum yang ketat untuk mencegah korupsi. Kombinasi dari strategi-strategi ini diharapkan dapat mengurangi kemiskinan di Indonesia secara berkelanjutan.</p>

 

Salah satu masalah sosial yang sering terjadi di Indonesia adalah kemiskinan. Berikut ini adalah contoh kasus kemiskinan di Indonesia, lengkap dengan penyebab, dampak, dan upaya penyelesaiannya:

Kasus: Kemiskinan di Indonesia

Penyebab Terjadinya Kemiskinan:

  1. Ketimpangan Distribusi Kekayaan: Kekayaan di Indonesia cenderung terpusat pada sekelompok kecil orang kaya, sementara sebagian besar penduduk memiliki akses terbatas ke sumber daya ekonomi. Ini menciptakan ketidaksetaraan yang signifikan dalam akses terhadap peluang ekonomi.
  2. Keterbatasan Akses Pendidikan: Banyak masyarakat miskin yang tidak memiliki akses ke pendidikan yang memadai. Pendidikan yang rendah menyebabkan mereka tidak bisa bersaing di pasar kerja, yang akhirnya menghambat peluang untuk meningkatkan taraf hidup.
  3. Keterbatasan Lapangan Pekerjaan: Meskipun ekonomi Indonesia terus tumbuh, masih banyak pengangguran, terutama di kalangan pemuda. Banyak orang yang bekerja di sektor informal, yang umumnya tidak menawarkan penghasilan yang stabil atau jaminan sosial.
  4. Pembangunan yang Tidak Merata: Daerah-daerah di luar pulau Jawa sering kali kurang mendapat perhatian dalam hal pembangunan infrastruktur dan ekonomi. Hal ini mengakibatkan kesenjangan antara wilayah, di mana beberapa daerah lebih berkembang sementara daerah lainnya masih terbelakang.
  5. Korupsi dan Maladministrasi: Korupsi dalam birokrasi pemerintah dan alokasi dana bantuan sosial sering kali menghambat program-program untuk pengentasan kemiskinan, sehingga tidak tepat sasaran.

Dampak Kemiskinan:

  1. Rendahnya Kualitas Hidup: Orang yang hidup dalam kemiskinan cenderung memiliki akses yang terbatas ke layanan kesehatan, pendidikan, dan air bersih, yang mempengaruhi kualitas hidup mereka.
  2. Pengangguran dan Pekerjaan Tidak Layak: Kemiskinan memaksa banyak orang bekerja di sektor informal dengan upah rendah dan tanpa perlindungan tenaga kerja. Ini menyebabkan siklus kemiskinan yang sulit diputus.
  3. Tingkat Kejahatan yang Lebih Tinggi: Kemiskinan sering kali memicu kejahatan, karena banyak orang yang putus asa dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka.
  4. Masalah Gizi dan Kesehatan: Kemiskinan juga berdampak pada masalah gizi buruk, terutama pada anak-anak, yang menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang dan menghambat pertumbuhan dan perkembangan mereka.
  5. Kesenjangan Sosial dan Konflik Sosial: Ketidaksetaraan ekonomi dapat memperparah konflik sosial di masyarakat, baik dalam bentuk protes terhadap pemerintah maupun konflik antarindividu atau kelompok yang merasa tidak mendapatkan keadilan.

Upaya Penyelesaian:

  1. Program Bantuan Sosial (Bansos): Pemerintah Indonesia telah meluncurkan berbagai program bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), untuk membantu keluarga miskin memenuhi kebutuhan dasar mereka, seperti pangan, pendidikan, dan kesehatan.
  2. Pengembangan Infrastruktur di Daerah Tertinggal: Pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan listrik di daerah-daerah terpencil bertujuan untuk membuka akses ekonomi dan meningkatkan konektivitas, sehingga masyarakat di wilayah tersebut dapat lebih mudah mendapatkan pekerjaan atau memulai usaha.
  3. Pendidikan dan Pelatihan Vokasi: Pemerintah mengembangkan program pendidikan vokasi yang lebih terfokus untuk memberikan keterampilan kerja bagi masyarakat miskin, sehingga mereka bisa lebih siap bersaing di dunia kerja.
  4. Peningkatan Akses Kesehatan: Program seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS) bertujuan untuk memberikan akses kesehatan gratis atau terjangkau bagi masyarakat miskin, sehingga mereka tidak perlu khawatir akan biaya kesehatan yang tinggi.
  5. Penegakan Hukum untuk Mengurangi Korupsi: Upaya untuk memberantas korupsi dalam distribusi bantuan sosial dan program pembangunan terus dilakukan oleh pemerintah dan lembaga antikorupsi seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penegakan hukum yang lebih tegas dapat memastikan bahwa dana bantuan sampai kepada masyarakat yang berhak.
  6. Pemberdayaan UMKM: Pemerintah juga memberikan bantuan modal dan pelatihan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan ekonomi masyarakat yang berada di sektor informal, terutama di wilayah pedesaan.

Kesimpulan:

Kemiskinan di Indonesia adalah masalah sosial yang kompleks dengan banyak penyebab, mulai dari ketimpangan ekonomi, pendidikan yang rendah, hingga pengangguran. Dampaknya sangat luas, mempengaruhi kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Untuk mengatasi kemiskinan, diperlukan pendekatan yang komprehensif dengan program-program bantuan sosial yang tepat sasaran, peningkatan infrastruktur di daerah terpencil, pendidikan yang lebih inklusif, serta penegakan hukum yang ketat untuk mencegah korupsi. Kombinasi dari strategi-strategi ini diharapkan dapat mengurangi kemiskinan di Indonesia secara berkelanjutan.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Cermati teks berikut! Semangat gotong royong Saat ini masyarakat tengah menghadapi cuaca ekstrim akibat musim pancaroba. Musim pancaroba adalah perallihan dari musim panas ke musim hujan, seperti terjadinya hujan deras yang disertai dengan petir dan angin kencang. Kondisi tersebut terjadi di berbagai daerah di indonesia. Bahkan ada beberapa daerah yang dilanda angin puting beliung. Bersyukur kejadian tersebut tidak menyebabkan jatuhnya korban jiwa walaupun kerugian materi yang diderita cukup besar. Tindakan warga sekitar sangat cepat, mereka segera membantu warga yang terkena dampak bencana. Mereka juga secara swadaya menyediakan bahan-bahan bangunan dan tenaga untuk memperbaiki bangunan-bangunan yang rusak. Peran para pemuka agama juga cukup besar bagi warga yang terkena bencana, mereka memberikan bimbingan mental atau nasehat agar warga tetap tabah dan tidak patah semangat dalam menghadapi bencana tersebut. Mereka memotivasi warga agar dapat menghadapi bencana tersebut agar dapat bangkit dan segera melakukan tindakan- tindakan yang diperlukan untuk memperbaiki keadaan ke kondisi semula atau bahkan menjadi lebih baik. Pihak pemerintah daerah juga melakukan berbagai upaya pertolongan, seperti pendirian posko pengungsian dan dapur umum serta penyediaan tenaga medis dan tenaga SAR untuk membantu warga yang terdampak. Pemerintah juga segera memperbaiki sarana dan prasarana umum yang rusak serta menyediakan bantuan untuk rekonstruksi rumah warga yang rusak. Berkat partisipasi dan tindakan cepat dari berbagai pihak tersebut, proses pemulihan lokasi bencana dapat berjalan dengan baik dan lancar. Wargapun dapat kembali beraktifitas seperti semula Berdasarkan teks semangat gotong royong, perhatikan paragraf pertama pada kalimat "Tindakan warga sekitar sangat cepat, mereka segera membantu warga yang terkena dampak bencana. Mereka juga secara swadaya menyediakan bahan-bahan bangunan dan tenaga untuk memperbaiki bangunan-bangunan yang rusak." Kalimat tersebut merupakan contoh dari tindakan sosial yaitu..... A. tindakan afektif B. tradisional C. berorientasi nilai D. rasional instrumental E. insidental

6

0.0

Jawaban terverifikasi

1. penyebab perubahan sosial budaya yang berasal dari masyarakat yang berkaitan demografi 2. penyebab perubahan sosial budaya yang terkait dengan fenomena globalisasi 3. Tanda-tanda sikap mental masyarakat yang belum siap menerima kemajuan teknologi 4. Dampak modernisasi dalam kehidupan sosial masyarakat 5. Kegiatan manusia di bidang ekonomi yang menunjukkan perubahan ke arah modernisasi 6. Contoh pengaruh modernisasi di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan terhadap pola pikir masyarakat 7. Konsep mengenai proses modernisasi di masyarakat seringkali mengalami kesalahan pahaman, salah satunya kesalahan tersebut menganggap jika menjadi modern adalah mengikuti... 8. arti dari globalisasi 9. Bentuk kearifan lokal di wilayah Madura yang berperan dalam pengelolaan SDA dan dukungan dalam bentuk kebudayaan 10. Syarat menjaga tradisi kearifan lokal di Nusantara 11. Ciri uang kartal, giral 12. Syarat melakukan kegiatan barter 13. Arti dari durability yang merupakan syarat sebuah benda bisa dikatakan sebagai uang 14. maksud token money dalam nilai intrinsik 15. maksud dengan satuan hitung dalam fungsi uang 16. fungsi uang 17. peranan dan maksud didirikan lembaga keuangan non-Bank / bukan bank 18. maksud dengan kegiatan menghimpun dana yang dilakukan perbankan 19. tugas Bank Indonesia 20. tugas Bank Umum 21. kegiatan lembaga keuangan non-Bank 22. kelembagaan keuangan non-bank yang memiliki kegiatan yang dilakukan dengan operasi simpan pinjam 23. Lembaga keuangan non bank yang memiliki fungsi sebagai penggerak investasi dengan memperhatikan dan memasukan surat berharga 24. Nama lembaga keuangan non bank yang bertugas mengatasi para rensumen 25. Ciri" dari masyarakat ekonomi abad ke 21

29

5.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

[1] Gaya hidup sedentari alias kurang gerak atau mager (malas gerak) adalah masalah yang sering dialami oleh penduduk perkotaan. [2] Bekerja di depan layar komputer sepanjang hari, kelamaan terjebak macet di jalan,atau hobi main gim tanpa diimbangi olahraga merupakan bentuk dari gaya hidup sedentari. [3] Jika Anda termasuk salah satu orang yang sering melakukan berbagai rutinitas tersebut, Anda harus waspada. [4] Pasalnya, gaya hidup sedentari sangat berbahaya karena membuat Anda berisiko terkena diabetes tipe 2. [5] Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas bergerak. [6] Coba ingat-ingat, dalam sehari ini, sudah berapa kali Anda dalam menggunakan aplikasi online untuk memenuhi kebutuh Anda? [7] Selain itu, tilik juga berapa banyak langkah yang sudah Anda dapatkan pada hari ini? [8] Seiring dengan pengembangan teknologi yang makin canggih, apa pun yang Anda butuhkan kini bisa langsung diantar ke ruangan kantor Anda atau depan rumah. [9] Selain hemat waktu, Anda pun jadi tak perlu mengeluarkan energi untuk mendapatkan apa yang Anda mau. [10] Namun, tahukah Anda bahwa segala kemudahan tersebut menyimpan bahaya bagi tubuh Anda? [11] Minimnya aktifitas fisik karena gaya hidup ini membuatmu berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes. [12] Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa gaya hidup ini juga termasuk 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. [13] Selain itu, data terbaru dari Riskedas 2018 menguak bahwa DKI Jakarta merupakan provinsi dengan tingkat diabetes melitus tertinggi di Indonesia. [14] Ini menunjukkan bahwa gaya hidup mager amat erat kaitannya dengan tingkat diabetes di perkotaan. Bentuk bahasa yang sejenis dengan mager pada kalimat 1 adalah.... a. magang b. oncom c. rudal d. pugar

4

5.0

Jawaban terverifikasi