Gesha O

25 Mei 2024 00:42

Iklan

Gesha O

25 Mei 2024 00:42

Pertanyaan

Buatlah Tulisan dengan Tema DIGITALISASI LITERASI MENSEJAHTERAKAN

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

14

:

22

:

13

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

NiWayanYulianaWulandari N

25 Mei 2024 12:01

Jawaban terverifikasi

<p>Tema : Digitalisasi Literasi Mensejahterakan</p><p>Judul : Mengakselerasi Kemajuan dalam Era Digital<br><br>Dalam era digital yang semakin berkembang, digitalisasi literasi memiliki potensi besar untuk mensejahterakan individu dan masyarakat. Literasi, yang melibatkan kemampuan untuk membaca, menulis, dan memahami informasi, menjadi lebih penting dari sebelumnya. Seiring dengan digitalisasi, literasi juga harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang terus bergerak maju.<br><br>Digitalisasi literasi menciptakan peluang baru bagi individu untuk menjadi lebih terhubung, berpartisipasi, dan berkontribusi dalam dunia yang semakin terhubung digital. Berikut adalah beberapa aspek mengenai bagaimana digitalisasi literasi dapat mensejahterakan:<br><br>1.&nbsp;Akses ke Informasi dan Pendidikan: Digitalisasi literasi membuka akses yang lebih luas ke informasi melalui internet dan berbagai platform digital. Biaya rendah atau bahkan gratis, serta kemudahan akses melalui perangkat seluler, memungkinkan individu dari berbagai lapisan masyarakat untuk memperoleh pengetahuan dan akses ke pendidikan berkualitas.<br>2.&nbsp;Peningkatan Keterampilan Kerja: Dalam dunia kerja yang semakin terhubung digital, memiliki keterampilan literasi digital menjadi penting. Digitalisasi literasi membantu individu mengembangkan keterampilan seperti pemahaman teknologi, penggunaan alat produktivitas digital, dan kemampuan mencari, menilai, dan menerapkan informasi secara efektif. Ini memberikan peluang karir yang lebih baik dan potensial pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.<br>3.&nbsp;Partisipasi dalam Demokrasi dan Keterlibatan Sosial: Literasi digital memungkinkan individu untuk berpartisipasi dalam demokrasi dengan cara baru. Melalui media sosial, blog, atau forum online, mereka dapat berbagi pandangan, mempelajari sudut pandang yang berbeda, dan membantu membentuk opini publik. Digitalisasi literasi juga memungkinkan partisipasi dalam inisiatif sosial, penggalangan dana, advokasi, dan gerakan lainnya yang mempromosikan perubahan sosial yang positif.<br>4.&nbsp;Pemberdayaan Ekonomi: Digitalisasi literasi memungkinkan individu untuk menjadi pengusaha digital atau menciptakan peluang ekonomi melalui berbagai platform daring. Dengan literasi digital yang baik, mereka dapat memasarkan produk atau layanan, mencapai pasar global, dan meningkatkan pendapatan mereka. Ini berkontribusi pada percepatan pembangunan ekonomi dan secara langsung mensejahterakan individu dan komunitas.<br>5.&nbsp;Pendidikan Digital: Digitalisasi literasi dapat mendukung pendidikan dengan memberikan akses ke sumber daya pendidikan digital, platform pembelajaran daring, dan alat kolaborasi. Ini memperkaya pengalaman belajar dan memberikan kesempatan bagi individu untuk memperoleh pengetahuan baru dan kemampuan yang relevan dengan dunia saat ini.<br><br>Namun, dalam mewujudkan potensi mensejahterakan digitalisasi literasi, juga penting untuk mengatasi kesenjangan digital. Perlu ada upaya untuk memastikan akses yang adil dan inklusif terhadap teknologi dan pendidikan digital. Ini membutuhkan kerjasama antara pemerintah, lembaga pendidikan, sektor swasta, dan masyarakat untuk memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal dalam perjalanan digitalisasi literasi.<br><br>Dalam kesimpulannya, digitalisasi literasi memiliki potensi besar untuk mensejahterakan individu dan masyarakat. Dengan akses ke informasi yang lebih luas, peningkatan keterampilan kerja, partisipasi yang lebih luas dalam demokrasi dan keterlibatan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan perbaikan sistem pendidikan, digitalisasi literasi dapat menjadi motor penggerak kemajuan sosial, ekonomi, dan kesejahteraan. Penting bagi kita untuk terus memperkuat pendekatan inklusif dan berkelanjutan dalam mewujudkan potensi penuh digitalisasi literasi guna mensejahterakan dan membawa manfaat bagi semua orang.</p>

Tema : Digitalisasi Literasi Mensejahterakan

Judul : Mengakselerasi Kemajuan dalam Era Digital

Dalam era digital yang semakin berkembang, digitalisasi literasi memiliki potensi besar untuk mensejahterakan individu dan masyarakat. Literasi, yang melibatkan kemampuan untuk membaca, menulis, dan memahami informasi, menjadi lebih penting dari sebelumnya. Seiring dengan digitalisasi, literasi juga harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang terus bergerak maju.

Digitalisasi literasi menciptakan peluang baru bagi individu untuk menjadi lebih terhubung, berpartisipasi, dan berkontribusi dalam dunia yang semakin terhubung digital. Berikut adalah beberapa aspek mengenai bagaimana digitalisasi literasi dapat mensejahterakan:

1. Akses ke Informasi dan Pendidikan: Digitalisasi literasi membuka akses yang lebih luas ke informasi melalui internet dan berbagai platform digital. Biaya rendah atau bahkan gratis, serta kemudahan akses melalui perangkat seluler, memungkinkan individu dari berbagai lapisan masyarakat untuk memperoleh pengetahuan dan akses ke pendidikan berkualitas.
2. Peningkatan Keterampilan Kerja: Dalam dunia kerja yang semakin terhubung digital, memiliki keterampilan literasi digital menjadi penting. Digitalisasi literasi membantu individu mengembangkan keterampilan seperti pemahaman teknologi, penggunaan alat produktivitas digital, dan kemampuan mencari, menilai, dan menerapkan informasi secara efektif. Ini memberikan peluang karir yang lebih baik dan potensial pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
3. Partisipasi dalam Demokrasi dan Keterlibatan Sosial: Literasi digital memungkinkan individu untuk berpartisipasi dalam demokrasi dengan cara baru. Melalui media sosial, blog, atau forum online, mereka dapat berbagi pandangan, mempelajari sudut pandang yang berbeda, dan membantu membentuk opini publik. Digitalisasi literasi juga memungkinkan partisipasi dalam inisiatif sosial, penggalangan dana, advokasi, dan gerakan lainnya yang mempromosikan perubahan sosial yang positif.
4. Pemberdayaan Ekonomi: Digitalisasi literasi memungkinkan individu untuk menjadi pengusaha digital atau menciptakan peluang ekonomi melalui berbagai platform daring. Dengan literasi digital yang baik, mereka dapat memasarkan produk atau layanan, mencapai pasar global, dan meningkatkan pendapatan mereka. Ini berkontribusi pada percepatan pembangunan ekonomi dan secara langsung mensejahterakan individu dan komunitas.
5. Pendidikan Digital: Digitalisasi literasi dapat mendukung pendidikan dengan memberikan akses ke sumber daya pendidikan digital, platform pembelajaran daring, dan alat kolaborasi. Ini memperkaya pengalaman belajar dan memberikan kesempatan bagi individu untuk memperoleh pengetahuan baru dan kemampuan yang relevan dengan dunia saat ini.

Namun, dalam mewujudkan potensi mensejahterakan digitalisasi literasi, juga penting untuk mengatasi kesenjangan digital. Perlu ada upaya untuk memastikan akses yang adil dan inklusif terhadap teknologi dan pendidikan digital. Ini membutuhkan kerjasama antara pemerintah, lembaga pendidikan, sektor swasta, dan masyarakat untuk memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal dalam perjalanan digitalisasi literasi.

Dalam kesimpulannya, digitalisasi literasi memiliki potensi besar untuk mensejahterakan individu dan masyarakat. Dengan akses ke informasi yang lebih luas, peningkatan keterampilan kerja, partisipasi yang lebih luas dalam demokrasi dan keterlibatan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan perbaikan sistem pendidikan, digitalisasi literasi dapat menjadi motor penggerak kemajuan sosial, ekonomi, dan kesejahteraan. Penting bagi kita untuk terus memperkuat pendekatan inklusif dan berkelanjutan dalam mewujudkan potensi penuh digitalisasi literasi guna mensejahterakan dan membawa manfaat bagi semua orang.


Iklan

Navniaaa N

25 Mei 2024 12:57

<p>Teman : Digitalisasi Literasi Mensejahterakan</p><p>Judul : <strong>LITERASI DIGITAL MENJADI BUDAYA BARU DI ERA DIGITALISASI</strong></p><p>&nbsp;</p><p>Di era saat ini, perkembangan teknologi semakin pesat, hal tersebut telah memberikan banyak kemajuan dan kemudahan bagi kehidupan manusia. Segala kegiatan dapat dengan mudah dilakukan hanya memanfaatkan komputer dan internet. Melalui hal tersebut segala jenis informasi dapat tersebar luas secara mudah.</p><p>Dilansir oleh Direktorat Sekolah Dasar, berdasarkan hasil surveynya di Indonesia, menyatakan bahwa 73,9 persen penduduknya memanfaatkan teknologi digital dimana hal tersebut setara dengan 202 juta orang dari total 270 juta penduduk Indonesia. Hal tersebut membuktikan bahwa penduduk Indonesia telah memanfaatkan teknologi yang berkembang.</p><p>Persebaran teknologi informasi yang semakin mudah juga tidak semuanya berisi tentang hal positif, namun juga terdapat hal negatif, seperti penyebaran informasi tentang berita hoaks, radikalisme, penipuan, dan lain sebagainnya. Dengan adanya hal tersebut kita sebagai pengguna teknologi perlu adanya cara untuk memahami dan menyaring informasi tersebut, salah satunya yaitu dengan meningkatkan literasi digital.</p><p>Apakah kalian tahu literasi digital itu? Siapa yang mencetuskan istilah literasi digital? Istilah literasi digital dicetuskan oleh Paul Gilster yaitu seorang pemerhati teknologi informasi asal Amerika Serikat yang kemudian istilah tersebut dijadikan istilah baku dalam bukunya <i>Digital Literacy</i> yang terbit pada 1997. Menurut Paul Gilster dalam bukunya yang berjudul Digital Literacy (1997), literasi digital merupakan kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas yang diakses melalui piranti komputer. &nbsp;Selain itu, berdasarkan lansiran Portal Informasi Indonesia, UNESCO memperkuat istilah literasi digital , menurutnya literasi digital yaitu berkaitan dengan kecakapan (life skill) karena tidak hanya melibatkan teknologi, melainkan meliputi kemampuan untuk belajar, berpikir kritis, kreatif, dan inovatif untuk menghasilkan kompetensi digital.</p><p>Di Indonesia, literasi digital telah meningkat. Hal tersebut dibuktikan oleh survey yang dilakukan dalam pengukuran Indeks Literasi Digital Indonesia 2021, yang menyatakan bahwa budaya digital (digital culture) mendapatkan skor tertinggi yaitu 3.90 dalam skala 5 atau baik. Dengan demikian, literasi digital di Indonesia diharapkan dapat terus meningkat supaya masyarakat Indonesia dapat menjadi masyarakat yang cerdas, kreatif, dan inovatif serta dapat memilah – milah informasi yang positif maupun negatif.</p><p>&nbsp;</p>

Teman : Digitalisasi Literasi Mensejahterakan

Judul : LITERASI DIGITAL MENJADI BUDAYA BARU DI ERA DIGITALISASI

 

Di era saat ini, perkembangan teknologi semakin pesat, hal tersebut telah memberikan banyak kemajuan dan kemudahan bagi kehidupan manusia. Segala kegiatan dapat dengan mudah dilakukan hanya memanfaatkan komputer dan internet. Melalui hal tersebut segala jenis informasi dapat tersebar luas secara mudah.

Dilansir oleh Direktorat Sekolah Dasar, berdasarkan hasil surveynya di Indonesia, menyatakan bahwa 73,9 persen penduduknya memanfaatkan teknologi digital dimana hal tersebut setara dengan 202 juta orang dari total 270 juta penduduk Indonesia. Hal tersebut membuktikan bahwa penduduk Indonesia telah memanfaatkan teknologi yang berkembang.

Persebaran teknologi informasi yang semakin mudah juga tidak semuanya berisi tentang hal positif, namun juga terdapat hal negatif, seperti penyebaran informasi tentang berita hoaks, radikalisme, penipuan, dan lain sebagainnya. Dengan adanya hal tersebut kita sebagai pengguna teknologi perlu adanya cara untuk memahami dan menyaring informasi tersebut, salah satunya yaitu dengan meningkatkan literasi digital.

Apakah kalian tahu literasi digital itu? Siapa yang mencetuskan istilah literasi digital? Istilah literasi digital dicetuskan oleh Paul Gilster yaitu seorang pemerhati teknologi informasi asal Amerika Serikat yang kemudian istilah tersebut dijadikan istilah baku dalam bukunya Digital Literacy yang terbit pada 1997. Menurut Paul Gilster dalam bukunya yang berjudul Digital Literacy (1997), literasi digital merupakan kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas yang diakses melalui piranti komputer.  Selain itu, berdasarkan lansiran Portal Informasi Indonesia, UNESCO memperkuat istilah literasi digital , menurutnya literasi digital yaitu berkaitan dengan kecakapan (life skill) karena tidak hanya melibatkan teknologi, melainkan meliputi kemampuan untuk belajar, berpikir kritis, kreatif, dan inovatif untuk menghasilkan kompetensi digital.

Di Indonesia, literasi digital telah meningkat. Hal tersebut dibuktikan oleh survey yang dilakukan dalam pengukuran Indeks Literasi Digital Indonesia 2021, yang menyatakan bahwa budaya digital (digital culture) mendapatkan skor tertinggi yaitu 3.90 dalam skala 5 atau baik. Dengan demikian, literasi digital di Indonesia diharapkan dapat terus meningkat supaya masyarakat Indonesia dapat menjadi masyarakat yang cerdas, kreatif, dan inovatif serta dapat memilah – milah informasi yang positif maupun negatif.

 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Cermatilah puisi " Aku " Karya CHAIRIL ANWAR benkut ini! Aku Kalau sampai waktuku Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau Tak pertu sedu sedan itu Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Tema puisi di atas adalah.... A. ketekunan dan kemauan seseorang dalam memperjuangan hak dirinya B. kemauan untuk hidup tenang tanpa beban C. kegigihan sesorang dalam mendapatkan cinta sejati D. seseorang yang tidak mau diganggu oleh siapapun E. kepasrahan kepada keadaan yang sedang terjadi

24

5.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

14

0.0

Jawaban terverifikasi

26. Ciri" masyarakat lembaga abad 21 27. 3 pilar fondasi dalam berinteraksi dan dana digital 28. Kemampuan pengangkutan barang dagangan bisa menjadi optimal dan efisien, hal ini merupakan kemajuan teknologi dalam sistem perdagangan di bidang 29. Maksud kartu kredit 30. Manfaat penggunaan teknologi informasi di bidang perdagangan bagi masyarakat 31. Keuntungan menggunakan ATM dan kartu debit dalam pembayaran 32. Prinsip" sistem pembayaran yang di terapkan oleh bank indonesia dan mencegah terjadinya kegiatan praktek monopoli dalam industri sistem perdagangan 33. Tujuan dari lembaga OJK 34. Maksud cek bank 35. Kelebihan uang elektronik sebagai alat pembayaran 36. Penyebab dari rendahnya tingkat presentase penggunaan layanan keuangan di indonesia di bandingkan dengan negara lain di ASEAN 37. Maksud dengan flash livevitate dalam tingkatan kemampuan literasi keuangan 38. Cara meningkatkan akses keuangan digital di indonesia yang masih rendah 39. Maksud dengan while literate 40. Tujuan dari adanya literasi keuangan 41. Penyebab perubahan sosial yang terkait dengan fenomena globalisasi 42. Seringkali terdapat beberapa kesalahpahaman konsep mengenal modernisasi di masyarakat, salah satunya menganggap jika modern adalah dengan 43. contoh perilaku yg bisa kita lakukan dalam kesendirian untuk ikut menjaga tradisi di kearifan lokal Nusantara 44. perubahan sosial merupakan penekanan kondisi teknologi yang menyebabkan perubahan pada aspek tertentu dalam kehidupan sosial manusia, definisi trsbt merupakan pendapat dari siapa 45. perubahan sosial yang berpengaruh kecil terhadap kehidupan manusia 46. fungsi asli uang 47. pengertian lending dlm per bank - an 48. beberapa kegiatan yang dilakukan keuangan 49. sebutkan pengertian dari : 1. asuransi 2. lesing 3.inden 4. sewa 50. peran bank dlm menyalurkan kredit ke nasabah

12

5.0

Jawaban terverifikasi