Gesha O

25 Mei 2024 00:42

Iklan

Iklan

Gesha O

25 Mei 2024 00:42

Pertanyaan

Buatlah Tulisan dengan Tema DIGITALISASI LITERASI MENSEJAHTERAKAN


4

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

NiWayanYulianaWulandari N

25 Mei 2024 12:01

Jawaban terverifikasi

<p>Tema : Digitalisasi Literasi Mensejahterakan</p><p>Judul : Mengakselerasi Kemajuan dalam Era Digital<br><br>Dalam era digital yang semakin berkembang, digitalisasi literasi memiliki potensi besar untuk mensejahterakan individu dan masyarakat. Literasi, yang melibatkan kemampuan untuk membaca, menulis, dan memahami informasi, menjadi lebih penting dari sebelumnya. Seiring dengan digitalisasi, literasi juga harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang terus bergerak maju.<br><br>Digitalisasi literasi menciptakan peluang baru bagi individu untuk menjadi lebih terhubung, berpartisipasi, dan berkontribusi dalam dunia yang semakin terhubung digital. Berikut adalah beberapa aspek mengenai bagaimana digitalisasi literasi dapat mensejahterakan:<br><br>1.&nbsp;Akses ke Informasi dan Pendidikan: Digitalisasi literasi membuka akses yang lebih luas ke informasi melalui internet dan berbagai platform digital. Biaya rendah atau bahkan gratis, serta kemudahan akses melalui perangkat seluler, memungkinkan individu dari berbagai lapisan masyarakat untuk memperoleh pengetahuan dan akses ke pendidikan berkualitas.<br>2.&nbsp;Peningkatan Keterampilan Kerja: Dalam dunia kerja yang semakin terhubung digital, memiliki keterampilan literasi digital menjadi penting. Digitalisasi literasi membantu individu mengembangkan keterampilan seperti pemahaman teknologi, penggunaan alat produktivitas digital, dan kemampuan mencari, menilai, dan menerapkan informasi secara efektif. Ini memberikan peluang karir yang lebih baik dan potensial pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.<br>3.&nbsp;Partisipasi dalam Demokrasi dan Keterlibatan Sosial: Literasi digital memungkinkan individu untuk berpartisipasi dalam demokrasi dengan cara baru. Melalui media sosial, blog, atau forum online, mereka dapat berbagi pandangan, mempelajari sudut pandang yang berbeda, dan membantu membentuk opini publik. Digitalisasi literasi juga memungkinkan partisipasi dalam inisiatif sosial, penggalangan dana, advokasi, dan gerakan lainnya yang mempromosikan perubahan sosial yang positif.<br>4.&nbsp;Pemberdayaan Ekonomi: Digitalisasi literasi memungkinkan individu untuk menjadi pengusaha digital atau menciptakan peluang ekonomi melalui berbagai platform daring. Dengan literasi digital yang baik, mereka dapat memasarkan produk atau layanan, mencapai pasar global, dan meningkatkan pendapatan mereka. Ini berkontribusi pada percepatan pembangunan ekonomi dan secara langsung mensejahterakan individu dan komunitas.<br>5.&nbsp;Pendidikan Digital: Digitalisasi literasi dapat mendukung pendidikan dengan memberikan akses ke sumber daya pendidikan digital, platform pembelajaran daring, dan alat kolaborasi. Ini memperkaya pengalaman belajar dan memberikan kesempatan bagi individu untuk memperoleh pengetahuan baru dan kemampuan yang relevan dengan dunia saat ini.<br><br>Namun, dalam mewujudkan potensi mensejahterakan digitalisasi literasi, juga penting untuk mengatasi kesenjangan digital. Perlu ada upaya untuk memastikan akses yang adil dan inklusif terhadap teknologi dan pendidikan digital. Ini membutuhkan kerjasama antara pemerintah, lembaga pendidikan, sektor swasta, dan masyarakat untuk memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal dalam perjalanan digitalisasi literasi.<br><br>Dalam kesimpulannya, digitalisasi literasi memiliki potensi besar untuk mensejahterakan individu dan masyarakat. Dengan akses ke informasi yang lebih luas, peningkatan keterampilan kerja, partisipasi yang lebih luas dalam demokrasi dan keterlibatan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan perbaikan sistem pendidikan, digitalisasi literasi dapat menjadi motor penggerak kemajuan sosial, ekonomi, dan kesejahteraan. Penting bagi kita untuk terus memperkuat pendekatan inklusif dan berkelanjutan dalam mewujudkan potensi penuh digitalisasi literasi guna mensejahterakan dan membawa manfaat bagi semua orang.</p>

Tema : Digitalisasi Literasi Mensejahterakan

Judul : Mengakselerasi Kemajuan dalam Era Digital

Dalam era digital yang semakin berkembang, digitalisasi literasi memiliki potensi besar untuk mensejahterakan individu dan masyarakat. Literasi, yang melibatkan kemampuan untuk membaca, menulis, dan memahami informasi, menjadi lebih penting dari sebelumnya. Seiring dengan digitalisasi, literasi juga harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang terus bergerak maju.

Digitalisasi literasi menciptakan peluang baru bagi individu untuk menjadi lebih terhubung, berpartisipasi, dan berkontribusi dalam dunia yang semakin terhubung digital. Berikut adalah beberapa aspek mengenai bagaimana digitalisasi literasi dapat mensejahterakan:

1. Akses ke Informasi dan Pendidikan: Digitalisasi literasi membuka akses yang lebih luas ke informasi melalui internet dan berbagai platform digital. Biaya rendah atau bahkan gratis, serta kemudahan akses melalui perangkat seluler, memungkinkan individu dari berbagai lapisan masyarakat untuk memperoleh pengetahuan dan akses ke pendidikan berkualitas.
2. Peningkatan Keterampilan Kerja: Dalam dunia kerja yang semakin terhubung digital, memiliki keterampilan literasi digital menjadi penting. Digitalisasi literasi membantu individu mengembangkan keterampilan seperti pemahaman teknologi, penggunaan alat produktivitas digital, dan kemampuan mencari, menilai, dan menerapkan informasi secara efektif. Ini memberikan peluang karir yang lebih baik dan potensial pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
3. Partisipasi dalam Demokrasi dan Keterlibatan Sosial: Literasi digital memungkinkan individu untuk berpartisipasi dalam demokrasi dengan cara baru. Melalui media sosial, blog, atau forum online, mereka dapat berbagi pandangan, mempelajari sudut pandang yang berbeda, dan membantu membentuk opini publik. Digitalisasi literasi juga memungkinkan partisipasi dalam inisiatif sosial, penggalangan dana, advokasi, dan gerakan lainnya yang mempromosikan perubahan sosial yang positif.
4. Pemberdayaan Ekonomi: Digitalisasi literasi memungkinkan individu untuk menjadi pengusaha digital atau menciptakan peluang ekonomi melalui berbagai platform daring. Dengan literasi digital yang baik, mereka dapat memasarkan produk atau layanan, mencapai pasar global, dan meningkatkan pendapatan mereka. Ini berkontribusi pada percepatan pembangunan ekonomi dan secara langsung mensejahterakan individu dan komunitas.
5. Pendidikan Digital: Digitalisasi literasi dapat mendukung pendidikan dengan memberikan akses ke sumber daya pendidikan digital, platform pembelajaran daring, dan alat kolaborasi. Ini memperkaya pengalaman belajar dan memberikan kesempatan bagi individu untuk memperoleh pengetahuan baru dan kemampuan yang relevan dengan dunia saat ini.

Namun, dalam mewujudkan potensi mensejahterakan digitalisasi literasi, juga penting untuk mengatasi kesenjangan digital. Perlu ada upaya untuk memastikan akses yang adil dan inklusif terhadap teknologi dan pendidikan digital. Ini membutuhkan kerjasama antara pemerintah, lembaga pendidikan, sektor swasta, dan masyarakat untuk memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal dalam perjalanan digitalisasi literasi.

Dalam kesimpulannya, digitalisasi literasi memiliki potensi besar untuk mensejahterakan individu dan masyarakat. Dengan akses ke informasi yang lebih luas, peningkatan keterampilan kerja, partisipasi yang lebih luas dalam demokrasi dan keterlibatan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan perbaikan sistem pendidikan, digitalisasi literasi dapat menjadi motor penggerak kemajuan sosial, ekonomi, dan kesejahteraan. Penting bagi kita untuk terus memperkuat pendekatan inklusif dan berkelanjutan dalam mewujudkan potensi penuh digitalisasi literasi guna mensejahterakan dan membawa manfaat bagi semua orang.


Iklan

Iklan

Navniaaa N

25 Mei 2024 12:57

<p>Teman : Digitalisasi Literasi Mensejahterakan</p><p>Judul : <strong>LITERASI DIGITAL MENJADI BUDAYA BARU DI ERA DIGITALISASI</strong></p><p>&nbsp;</p><p>Di era saat ini, perkembangan teknologi semakin pesat, hal tersebut telah memberikan banyak kemajuan dan kemudahan bagi kehidupan manusia. Segala kegiatan dapat dengan mudah dilakukan hanya memanfaatkan komputer dan internet. Melalui hal tersebut segala jenis informasi dapat tersebar luas secara mudah.</p><p>Dilansir oleh Direktorat Sekolah Dasar, berdasarkan hasil surveynya di Indonesia, menyatakan bahwa 73,9 persen penduduknya memanfaatkan teknologi digital dimana hal tersebut setara dengan 202 juta orang dari total 270 juta penduduk Indonesia. Hal tersebut membuktikan bahwa penduduk Indonesia telah memanfaatkan teknologi yang berkembang.</p><p>Persebaran teknologi informasi yang semakin mudah juga tidak semuanya berisi tentang hal positif, namun juga terdapat hal negatif, seperti penyebaran informasi tentang berita hoaks, radikalisme, penipuan, dan lain sebagainnya. Dengan adanya hal tersebut kita sebagai pengguna teknologi perlu adanya cara untuk memahami dan menyaring informasi tersebut, salah satunya yaitu dengan meningkatkan literasi digital.</p><p>Apakah kalian tahu literasi digital itu? Siapa yang mencetuskan istilah literasi digital? Istilah literasi digital dicetuskan oleh Paul Gilster yaitu seorang pemerhati teknologi informasi asal Amerika Serikat yang kemudian istilah tersebut dijadikan istilah baku dalam bukunya <i>Digital Literacy</i> yang terbit pada 1997. Menurut Paul Gilster dalam bukunya yang berjudul Digital Literacy (1997), literasi digital merupakan kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas yang diakses melalui piranti komputer. &nbsp;Selain itu, berdasarkan lansiran Portal Informasi Indonesia, UNESCO memperkuat istilah literasi digital , menurutnya literasi digital yaitu berkaitan dengan kecakapan (life skill) karena tidak hanya melibatkan teknologi, melainkan meliputi kemampuan untuk belajar, berpikir kritis, kreatif, dan inovatif untuk menghasilkan kompetensi digital.</p><p>Di Indonesia, literasi digital telah meningkat. Hal tersebut dibuktikan oleh survey yang dilakukan dalam pengukuran Indeks Literasi Digital Indonesia 2021, yang menyatakan bahwa budaya digital (digital culture) mendapatkan skor tertinggi yaitu 3.90 dalam skala 5 atau baik. Dengan demikian, literasi digital di Indonesia diharapkan dapat terus meningkat supaya masyarakat Indonesia dapat menjadi masyarakat yang cerdas, kreatif, dan inovatif serta dapat memilah – milah informasi yang positif maupun negatif.</p><p>&nbsp;</p>

Teman : Digitalisasi Literasi Mensejahterakan

Judul : LITERASI DIGITAL MENJADI BUDAYA BARU DI ERA DIGITALISASI

 

Di era saat ini, perkembangan teknologi semakin pesat, hal tersebut telah memberikan banyak kemajuan dan kemudahan bagi kehidupan manusia. Segala kegiatan dapat dengan mudah dilakukan hanya memanfaatkan komputer dan internet. Melalui hal tersebut segala jenis informasi dapat tersebar luas secara mudah.

Dilansir oleh Direktorat Sekolah Dasar, berdasarkan hasil surveynya di Indonesia, menyatakan bahwa 73,9 persen penduduknya memanfaatkan teknologi digital dimana hal tersebut setara dengan 202 juta orang dari total 270 juta penduduk Indonesia. Hal tersebut membuktikan bahwa penduduk Indonesia telah memanfaatkan teknologi yang berkembang.

Persebaran teknologi informasi yang semakin mudah juga tidak semuanya berisi tentang hal positif, namun juga terdapat hal negatif, seperti penyebaran informasi tentang berita hoaks, radikalisme, penipuan, dan lain sebagainnya. Dengan adanya hal tersebut kita sebagai pengguna teknologi perlu adanya cara untuk memahami dan menyaring informasi tersebut, salah satunya yaitu dengan meningkatkan literasi digital.

Apakah kalian tahu literasi digital itu? Siapa yang mencetuskan istilah literasi digital? Istilah literasi digital dicetuskan oleh Paul Gilster yaitu seorang pemerhati teknologi informasi asal Amerika Serikat yang kemudian istilah tersebut dijadikan istilah baku dalam bukunya Digital Literacy yang terbit pada 1997. Menurut Paul Gilster dalam bukunya yang berjudul Digital Literacy (1997), literasi digital merupakan kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas yang diakses melalui piranti komputer.  Selain itu, berdasarkan lansiran Portal Informasi Indonesia, UNESCO memperkuat istilah literasi digital , menurutnya literasi digital yaitu berkaitan dengan kecakapan (life skill) karena tidak hanya melibatkan teknologi, melainkan meliputi kemampuan untuk belajar, berpikir kritis, kreatif, dan inovatif untuk menghasilkan kompetensi digital.

Di Indonesia, literasi digital telah meningkat. Hal tersebut dibuktikan oleh survey yang dilakukan dalam pengukuran Indeks Literasi Digital Indonesia 2021, yang menyatakan bahwa budaya digital (digital culture) mendapatkan skor tertinggi yaitu 3.90 dalam skala 5 atau baik. Dengan demikian, literasi digital di Indonesia diharapkan dapat terus meningkat supaya masyarakat Indonesia dapat menjadi masyarakat yang cerdas, kreatif, dan inovatif serta dapat memilah – milah informasi yang positif maupun negatif.

 


lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Perhatikan kedua kutipan berikut! Kutipan 1 Pada tahun 1942 Asrul Sani pindah ke SMP Taman Siswa, Jakarta. Di sekolah ini Asrul berkenalan dengan Pramoedya Ananta Toer dan bersama-sama menjadi anggota kelompok “Penggemar Sastra”. Setelah tamat SMP, Asrul masuk ke Sekolah Kedokteran Hewan, Bogor dan melanjukan ke Perguruan Tinggi Kedokteran. Kutipan 2 S. Sinansari Ecip merupakan nama samaran dari Sution yang terkenal sebagai pengarang novel, puisi, cerpen dan cerita anak. Dia pernah memimpin redaksi majalah Almamater yang diterbitkan oleh Dewan Mahasiswa UI. Dia juga aktif menulis dalam Harian Kami edisi Jakarta, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Dia bekerja sebagai penulis dan dosen. Seabagai seorang penulis, ia beberapa kali memperoleh penghargaan atas hasil karyanya. Perbedaan penggunaan kaidah kebahasaan kedua kutipan tersebut adalah ..... * Kutipan 1 : Menggunakan keterangan waktu Kutipan 2 : Menggunakan kata ganti orang/pronomina persona Kutipan 1 : Menggunakan konjungsi antarkalimat Kutipan 2 : Menggunakan keterangan waktu Kutipan 1 : Mengguanakan kata ganti orang/pronomina Kutipan 2 : Menggunakan konjungsi antar kalimat Kutipan 1 : Menggunakan konjungsi koordinatif Kutipan 2 : Menggunakan kata ganti pronomina penunjuk Kutipan 1 : Menggunakan konjungsi subordinatif Kutipan 2 : Menggunakan konjungsi korelatif

10

5.0

Jawaban terverifikasi