Celine K
13 September 2022 13:32
Iklan
Celine K
13 September 2022 13:32
Pertanyaan
3
1
Iklan
S. Suryanti
Mahasiswa/Alumni Universitas Tarumanagara
24 September 2022 04:15
Jawaban yang benar adalah 5 perlawanan rakyat Indonesia kepada kolonial Belanda di beberapa wilayah antara lain Perlawnaan Gowa, Perang Padri, Perang Diponegoro, Perlawanan Pattimura dan Perang Aceh.
Cermati penjelasan berikut!
Praktik kolonial yang dilaksankan oleh Belanda membuat masyarakat pada saat itu sangat menderita. Dengan tindakan sewenang-wenang, para penjajah melakukan hal-hal yang sangat merugikan rakyat demi kepentingan negaranya. Namun disamping itu, beberapa wilayah melakukan perlawanan guna mengusir para penjajah dari tanah airnya, diantaranya ialah:
1. Perlawanan Kesultanan Gowa atau Makkasar yang tejadi pada tahun 1666-1669. Perang tersebit dikenal dengan Perang Makkasar dimana kerajaan Gowa melakukan penyerang terhadap VOC atau Belanda yang dibantu oleh Aru Pallaka. Pemimpin perang ini ialah Sultan Hasanuddin yang dikenal dengan Ayam Jantan dari Timur. Peperangan ini diakhiri dengan kekalahan Gowa dan kemudian ditandatanganinya perjanjian Bongaya.
2. Perang Padri ialah salah satu perang yang terjadi sebagai upaya perjuangan bangsa Indonesia terhadap kekejaman praktik penjajahan dari bangsa Belanda. Perang Padri berlangsung di Sumatera Barat terutama di Kerajaan Pagaruyung dari tahun 1803 hingga 1838. Perang ini bermula dari konflik internal antara masyarakat Minangkabau yaitu golongan adat dan golongan ulama yang pada akhirnya perang ini berubah menjadi perang melawan pemerintah kolonial Belanda dengan kekuatan sesama masyarakat Minangkabau.
3. Perang Diponegoro ialah salah satu bentuk perlawanan dari rakyat Indonesia saat itu. Peperangan dipimpin oleh Pangeran Diponegoro yang merupakan bangsawan dari Jawa. Terjadinya perang ini tidak terlepas dari kondisi sosial-politik saat itu terutama di sekitar Keraton Yogyakarta. Beberapa faktor yang mempengaruhi perlawanan ialah kuatnya campur tangan Belanda terhadap urusan internal kerajaan, raja-raja yang dipelakukan seperti bawahan, adanya pajak yang membebani rakyat, lalu kekecewaan Diponegoro terhadap Belanda karena telah membangun jalan baru di dekat Tegalrejo yang merupakan tempat leluhur dari Pangeran Diponegoro. Perang ini terjadi pada tahun 1825 hingga 1830. Perlawan Diponegoro meluas hingga ke beberapa daerah di Jawa Tengah seperti Yogyakarta, Surakarta, Banyumas, Kedu, Pekalongan, Semarang, Rembang, dan bahkan sampai Jawa Timur.
4. Perlawanan dari Pattimura atau disebut dengan Perang Saparua yang terjadi pada tahun 1817 yang terjadi di Maluku menjadi salah satu perjuangan bangsa Indonesia melawan kekuasaan Belanda atau VOC saat itu. Hal ini tentunya dilatarbelakangi oleh keresahan dari rakyat Maluku mengenai kebijakan yang sangat membebani hidup rakyat saat itu. Kebijakan saat itu ialah rakyat harus menyediakan bahan-bahan untuk perbaikan kapal Belanda dan “wajib militer” bagi pemuda Ambon untuk menjadi pasukan Belanda di Jawa.
5. Perang Aceh yang terjadi pada 1873 hingga 1904, dimana memang perang ini cukup panjang dalam sejarah perlawanan bangsa Indonesia. Latar belakang perlawanan ini ialah Belanda yang berencana untuk menaklukan Aceh dengan mewujudkan Pax Netherlandica yaitu dengan penguasaan seluruh Nusantara termasuk Sumatera lalu mempelias askes seluas-luasnya bagi penguasa-pengusaha swasta asing. Tokoh terkenal dalam perang ini antara lain Teuku Umar dan Cut Nyak Dien.
Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah 5 perlawanan rakyat Indonesia kepada kolonial Belanda di beberapa wilayah antara lain Perlawnaan Gowa, Perang Padri, Perang Diponegoro, Perlawanan Pattimura dan Perang Aceh.
· 0.0 (0)
Iklan
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!