Naura N

30 April 2024 10:01

Iklan

Iklan

Naura N

30 April 2024 10:01

Pertanyaan

Buatlah karangan narasi yang berisi cerita sejarah berdasarkan urutan kronologis


4

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Kirana N

30 April 2024 10:47

Jawaban terverifikasi

<p>ituu ya</p>

ituu ya

alt

Iklan

Iklan

Nanda R

Gold

30 April 2024 14:22

Jawaban terverifikasi

<p>Judul: "Perjalanan Kehidupan Ratu Kalinyamat"</p><p>Ratu Kalinyamat, atau yang lebih dikenal dengan nama aslinya, Raden Ajeng Kartini, adalah salah satu tokoh perempuan yang sangat berpengaruh dalam sejarah Indonesia. Perjalanan hidupnya penuh dengan liku-liku yang menginspirasi banyak orang.</p><p>Cerita dimulai pada tahun 1879, di sebuah desa kecil bernama Mayong, Jepara, Jawa Tengah. Kartini lahir dalam keluarga bangsawan Jawa yang kaya raya. Meskipun dari kalangan ningrat, Kartini tidak diizinkan untuk melanjutkan pendidikannya ke sekolah Eropa karena pada saat itu, kebanyakan perempuan hanya dididik untuk menjadi istri yang taat dan mengurus rumah tangga.</p><p>Namun, Kartini tidak menyerah begitu saja. Dia belajar secara mandiri di rumahnya dengan bantuan buku-buku yang diberikan oleh ayahnya, termasuk buku-buku tentang pemikiran modern dan kesetaraan gender. Kartini tumbuh menjadi sosok yang penuh semangat untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan kesetaraan dalam pendidikan.</p><p>Pada tahun 1903, Kartini menikah dengan Raden Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, seorang bangsawan dari Rembang. Meskipun menikah, Kartini tetap bersemangat dalam perjuangannya. Dia menggunakan posisinya sebagai istri bangsawan untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan pendidikan.</p><p>Kartini aktif mendirikan sekolah untuk perempuan di daerahnya. Dia juga menulis banyak surat kepada teman-temannya di Belanda, menyampaikan pandangannya tentang pentingnya pendidikan bagi perempuan. Surat-suratnya kemudian diterbitkan dan menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang.</p><p>Sayangnya, perjalanan hidup Kartini tidak berjalan mulus. Pada tahun 1904, dia meninggal dunia pada usia yang masih muda, yaitu 25 tahun, setelah melahirkan anaknya yang pertama. Meskipun begitu, warisannya tetap hidup dan terus menginspirasi perjuangan kesetaraan gender dan pendidikan di Indonesia.</p><p>Dalam cerita ini, kita melihat bagaimana perjalanan hidup Kartini yang singkat namun berpengaruh telah membuka jalan bagi perubahan sosial dan pendidikan di Indonesia. Dari seorang gadis bangsawan di desa kecil, Kartini menjadi simbol perjuangan bagi hak-hak perempuan dan pendidikan yang adil.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>

Judul: "Perjalanan Kehidupan Ratu Kalinyamat"

Ratu Kalinyamat, atau yang lebih dikenal dengan nama aslinya, Raden Ajeng Kartini, adalah salah satu tokoh perempuan yang sangat berpengaruh dalam sejarah Indonesia. Perjalanan hidupnya penuh dengan liku-liku yang menginspirasi banyak orang.

Cerita dimulai pada tahun 1879, di sebuah desa kecil bernama Mayong, Jepara, Jawa Tengah. Kartini lahir dalam keluarga bangsawan Jawa yang kaya raya. Meskipun dari kalangan ningrat, Kartini tidak diizinkan untuk melanjutkan pendidikannya ke sekolah Eropa karena pada saat itu, kebanyakan perempuan hanya dididik untuk menjadi istri yang taat dan mengurus rumah tangga.

Namun, Kartini tidak menyerah begitu saja. Dia belajar secara mandiri di rumahnya dengan bantuan buku-buku yang diberikan oleh ayahnya, termasuk buku-buku tentang pemikiran modern dan kesetaraan gender. Kartini tumbuh menjadi sosok yang penuh semangat untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan kesetaraan dalam pendidikan.

Pada tahun 1903, Kartini menikah dengan Raden Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, seorang bangsawan dari Rembang. Meskipun menikah, Kartini tetap bersemangat dalam perjuangannya. Dia menggunakan posisinya sebagai istri bangsawan untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan pendidikan.

Kartini aktif mendirikan sekolah untuk perempuan di daerahnya. Dia juga menulis banyak surat kepada teman-temannya di Belanda, menyampaikan pandangannya tentang pentingnya pendidikan bagi perempuan. Surat-suratnya kemudian diterbitkan dan menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang.

Sayangnya, perjalanan hidup Kartini tidak berjalan mulus. Pada tahun 1904, dia meninggal dunia pada usia yang masih muda, yaitu 25 tahun, setelah melahirkan anaknya yang pertama. Meskipun begitu, warisannya tetap hidup dan terus menginspirasi perjuangan kesetaraan gender dan pendidikan di Indonesia.

Dalam cerita ini, kita melihat bagaimana perjalanan hidup Kartini yang singkat namun berpengaruh telah membuka jalan bagi perubahan sosial dan pendidikan di Indonesia. Dari seorang gadis bangsawan di desa kecil, Kartini menjadi simbol perjuangan bagi hak-hak perempuan dan pendidikan yang adil.

 

 

 


lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

apa yang dimaksud dengan atletik

3

0.0

Jawaban terverifikasi