Agung S

04 November 2021 19:39

Iklan

Agung S

04 November 2021 19:39

Pertanyaan

Buatlah inventarisasi tentang pergerakan nasional pada masa pemerintahan Jepang dan coba bandingankan dengan era pergerakan nasional masa pemeritah kolonial Belanda!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

03

:

01

:

46

Klaim

4

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Caca P

26 November 2021 06:10

Jawaban terverifikasi

Halo Agung S sifat pergerakan nasional dari masa ke masa antara tahun 1900-an hingga 19230-an berubah-ubah menyesuaikan dengan kondisii saat itu, namun sifat gerakan yang berbeda tersebut tetap mempunyai tujuan yang saam yakni menuju Indonesia merdeka. Pada masa pendudukan Jepang, Indonesia menetapkan sebuah taktik untuk melawan penjajah dari negara tersebut. Salah satu taktik yang dilancarkan adalah taktik Kooperatif. Yuk’s Simak pembahasannya, Pergerakan nasional merupakan sebuah periode dimana Indonesia mengenal dan memulai cara baru dalam memperjuangkan nasibnya sebagai sebuah bangsa yaitu dengan membentuk organisasi-organisasi modern. Perkembangan organisasi modern di bagi menjadi 3 periode yakni tahun 1900-an, tahun 1920-1927-an dan tahun 1930-an. Ketiga periode tersebut menjunjukan sifat pergerakan yang berbeda disesuaikan dengan kondisi rakyat dan politik koloinial. Perbandingan sifat pergerakan nasional sebagai berikut: 1. Tahun 1900-an, disebut juga dengan Masa awal perkembangan dimana organisasi ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi sosial dan budaya rakyat. Sifat gerakannya yaitu moderat (tidak memperlihatkan perilaku ekstream)dan kooperatif (bekerjasama). Contohnya ialah Budi Utomo 2. Tahun 1920-1927-an disebut dengan Masa radikal, dimana keadaan yang semakin tidak terkendali dengan adanya praktifk kolonial yang ada membuat para tokoh bersifat keras dengan mengkritik habis-habisan dan menyebarkan propaganda untuk melawan penjajah. Sifat gerakannya ialah radikal (menunjukan sikap yang ekstream dengan menginginkan perubahan yang cepat yaitu kemerdekaan Indonesia) dan Non-Kooperatif yakni menolak bekerjasama. Contohnya adalah Partai Nasional Indonesia (PNI). 3. Tahun 1930-an, disebut dengan Masa moderat atau bertahan. Organisasi pada masa ini memilih untuk bertahan karena dimasa sebelumnya banyak organisasi yang dibubarkan dan para tokoh dibuang atau diasingkan. Sehingga sifat gerakannya ialah moderat dan kooperatif guna kepentingan bangsa. Contohnya ialah Parindra. Perjuangan kooperatif adalah perjuangan yang sifatnya moderat (lunak) dan bersedia untuk bekerja sama dengan pemerintah penjajah. Perlawanan menggunakan taktik kooperatif ini muncul karena Jepang melarang berdirinya semua organisasi pergerakan nasional. Pada masa itu, Jepang hanya mengakui organisasi-organisasi yang dibentuk dengan tujuan untuk memenangkan Perang Asia-Pasifik. Para tokoh pejuang nasionalis kemudian memanfaatkan keuntungan yang dimiliki di organisasi bentukan Jepang untuk menanamkan nasionalisme kepada para pemuda. Empat Serangkai Kala itu, Jepang sedang berjuang menghadapi Perang Pasifik atau Perang Asia Timur Raya melawan negara-negara barat. Guna memenangkan pertempuran, Jepang merebut sejumlah negara Asia Tenggara yang sebelumnya sudah dikuasai Jepang, salah satunya Indonesia. Pada 1942, Indonesia berhasil direbut oleh Jepang saat sedang dijajah oleh Belanda. Jepang memanfaatkan Indonesia yang kaya dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia untuk membantu Jepang menghadapi perang. Supaya rakyat bersedia membantu, Jepang berusaha mendekati para golongan nasionalis. Pada 1943, Soekarno dan Hatta dipanggil oleh Jepang. Kedua tokoh ini dianggap sebagai pemimpin politik yang dapat membantu Jepang. Selain mereka, diundang juga Ki Hajar Dewantara dan KH Mas Mansyur. Keempat pejuang ini kemudian diberi nama Empat Serangkai, fungsinya adalah agar mereka tidak diadudombakan. Mereka berempat selalu mengadakan hubungan serta pergaulan yang erat. Putera Dari hasil perundingan Jepang bersama dengan para tokoh pergerakan, muncullah ide untuk membentuk sebuah organisasi sosial. Mulanya organisasi ini bernama Gerakan Tiga A, namun karena dianggap kurang efektif untuk menarik simpati rakyat, Gerakan Tiga A berencana dibubarkan. Dari situ, Jepang mulai belajar, bahwa untuk merebut hati rakyat, mereka membutuhkan para tokoh nasional yang sudah dipercaya oleh rakyat. Jepang kemudian membentuk Pusat Tenaga Rakyat (Putera) pada 16 April 1943. Pemimpin dari Putera sendiri adalah Empat Serangkai. Tujuan didirikannya Putera adalah untuk membangun dan menghidupkan kembali hal-hal yang dihancurkan oleh Belanda. Bagi Jepang, Putera bertugas untuk memusatkan segala potensi rakyat guna membantu Jepang dalam perang. Namun, pada Maret 1944, organisasi Putera dibubarkan dan digantikan Himpunan Kebaktian Jawa atau Jawa Hokokai. Semoga membantu ya :)


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

30

5.0

Jawaban terverifikasi