Lituhayu D

23 Oktober 2023 22:33

Iklan

Lituhayu D

23 Oktober 2023 22:33

Pertanyaan

buatlah cerpen tentang perbedaan pendapat dengan teman di sekolah Tolong di jawab ya kakk

buatlah cerpen tentang perbedaan pendapat dengan teman di sekolah

 

 

Tolong di jawab ya kakk

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

22

:

58

:

54

Klaim

9

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Rendi R

Community

24 Oktober 2023 00:38

Jawaban terverifikasi

<p><strong>Perbedaan Pendapat dengan Teman</strong></p><p>&nbsp;</p><p>Di sebuah kelas, terdapat dua orang teman yang bernama Andi dan Budi. Keduanya merupakan siswa yang cerdas dan aktif dalam mengikuti pelajaran. Namun, ada satu hal yang berbeda dari keduanya, yaitu Andi lebih suka belajar di rumah, sedangkan Budi lebih suka belajar di sekolah.</p><p>&nbsp;</p><p>Suatu hari, Andi dan Budi sedang berdiskusi tentang pelajaran matematika. Andi berpendapat bahwa cara belajar yang paling efektif adalah belajar di rumah. Menurutnya, belajar di rumah lebih santai dan bisa dilakukan sesuai dengan kecepatan masing-masing. Sedangkan Budi berpendapat bahwa belajar di sekolah lebih efektif karena bisa berdiskusi dengan teman dan guru.</p><p>&nbsp;</p><p>Andi dan Budi pun mulai berdebat. Keduanya sama-sama merasa pendapatnya yang benar. Andi merasa bahwa Budi hanya ingin bermalas-malasan di sekolah. Sedangkan Budi merasa bahwa Andi terlalu individualis dan tidak mau bersosialisasi.</p><p>&nbsp;</p><p>Perdebatan mereka semakin sengit. Keduanya saling melontarkan argumen yang saling bertentangan. Sampai akhirnya, guru mereka datang dan melerai mereka.</p><p>&nbsp;</p><p>Guru mereka pun mencoba menengahi perdebatan mereka. Ia menjelaskan bahwa tidak ada cara belajar yang benar atau salah. Semua cara belajar memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.</p><p>Andi dan Budi pun mulai mendengarkan penjelasan guru mereka. Mereka mulai menyadari bahwa pendapat masing-masing memiliki kebenarannya sendiri.</p><p>&nbsp;</p><p>Setelah itu, Andi dan Budi pun bersepakat untuk mencoba belajar di tempat yang berbeda-beda. Andi akan mencoba belajar di sekolah, sedangkan Budi akan mencoba belajar di rumah.</p><p>&nbsp;</p><p>Setelah beberapa minggu mencoba belajar di tempat yang berbeda, Andi dan Budi pun menemukan pendapat baru. Andi menyadari bahwa belajar di sekolah juga bisa efektif, asalkan ia bisa berdiskusi dengan teman dan guru. Sedangkan Budi menyadari bahwa belajar di rumah juga bisa efektif, asalkan ia bisa mengatur waktunya dengan baik.</p><p>&nbsp;</p><p>Andi dan Budi pun akhirnya menyadari bahwa perbedaan pendapat bukanlah hal yang buruk. Justru, perbedaan pendapat bisa menjadi sarana untuk saling belajar dan bertukar pikiran.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Pesan moral:</strong></p><ul><li>Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar.</li><li>Kita harus saling menghargai perbedaan pendapat.</li><li>Perbedaan pendapat bisa menjadi sarana untuk saling belajar dan bertukar pikiran.</li></ul>

Perbedaan Pendapat dengan Teman

 

Di sebuah kelas, terdapat dua orang teman yang bernama Andi dan Budi. Keduanya merupakan siswa yang cerdas dan aktif dalam mengikuti pelajaran. Namun, ada satu hal yang berbeda dari keduanya, yaitu Andi lebih suka belajar di rumah, sedangkan Budi lebih suka belajar di sekolah.

 

Suatu hari, Andi dan Budi sedang berdiskusi tentang pelajaran matematika. Andi berpendapat bahwa cara belajar yang paling efektif adalah belajar di rumah. Menurutnya, belajar di rumah lebih santai dan bisa dilakukan sesuai dengan kecepatan masing-masing. Sedangkan Budi berpendapat bahwa belajar di sekolah lebih efektif karena bisa berdiskusi dengan teman dan guru.

 

Andi dan Budi pun mulai berdebat. Keduanya sama-sama merasa pendapatnya yang benar. Andi merasa bahwa Budi hanya ingin bermalas-malasan di sekolah. Sedangkan Budi merasa bahwa Andi terlalu individualis dan tidak mau bersosialisasi.

 

Perdebatan mereka semakin sengit. Keduanya saling melontarkan argumen yang saling bertentangan. Sampai akhirnya, guru mereka datang dan melerai mereka.

 

Guru mereka pun mencoba menengahi perdebatan mereka. Ia menjelaskan bahwa tidak ada cara belajar yang benar atau salah. Semua cara belajar memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Andi dan Budi pun mulai mendengarkan penjelasan guru mereka. Mereka mulai menyadari bahwa pendapat masing-masing memiliki kebenarannya sendiri.

 

Setelah itu, Andi dan Budi pun bersepakat untuk mencoba belajar di tempat yang berbeda-beda. Andi akan mencoba belajar di sekolah, sedangkan Budi akan mencoba belajar di rumah.

 

Setelah beberapa minggu mencoba belajar di tempat yang berbeda, Andi dan Budi pun menemukan pendapat baru. Andi menyadari bahwa belajar di sekolah juga bisa efektif, asalkan ia bisa berdiskusi dengan teman dan guru. Sedangkan Budi menyadari bahwa belajar di rumah juga bisa efektif, asalkan ia bisa mengatur waktunya dengan baik.

 

Andi dan Budi pun akhirnya menyadari bahwa perbedaan pendapat bukanlah hal yang buruk. Justru, perbedaan pendapat bisa menjadi sarana untuk saling belajar dan bertukar pikiran.

 

 

 

 

Pesan moral:

  • Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar.
  • Kita harus saling menghargai perbedaan pendapat.
  • Perbedaan pendapat bisa menjadi sarana untuk saling belajar dan bertukar pikiran.

Iklan

Vincent M

Community

24 Oktober 2023 07:17

Jawaban terverifikasi

<p>Judul: Pertemanan yang Mengatasi Perbedaan Pendapat</p><p>Sekolah adalah tempat di mana kita belajar tidak hanya tentang pelajaran, tetapi juga tentang kehidupan dan hubungan antarmanusia. Di satu sisi, kita memiliki banyak teman yang mendukung dan menjadikan hidup kita lebih berwarna. Namun, di sisi lain, perbedaan pendapat bisa muncul dan menguji hubungan tersebut. Inilah kisah tentang perbedaan pendapat antara dua teman di sekolah, Mia dan Rina.</p><p>Mia dan Rina adalah teman sejak mereka duduk di bangku taman kanak-kanak. Mereka memiliki banyak kesamaan dan sering berbagi cerita, tertawa, dan menangis bersama. Tetapi satu hari, sebuah perbedaan pendapat muncul yang hampir merusak persahabatan mereka.</p><p>Mia dan Rina memiliki pandangan yang berbeda tentang pentingnya melestarikan lingkungan. Mia sangat peduli tentang masalah ini dan sering mengikuti kampanye lingkungan di sekolah. Ia berusaha meyakinkan teman-temannya agar lebih peduli tentang alam. Sementara itu, Rina lebih fokus pada pelajaran dan aktivitas sekolah lainnya. Ia merasa bahwa lingkungan adalah masalah besar, tetapi ia memiliki prioritas yang berbeda.</p><p>Suatu hari, Mia mencoba meyakinkan Rina untuk bergabung dalam kampanye penghijauan yang akan mereka adakan di sekolah. Rina menggelengkan kepala dan berkata, "Maaf Mia, aku memang setuju denganmu tentang pentingnya menjaga lingkungan, tapi aku merasa aku harus fokus pada pelajaran dan klub di sekolah. Aku hanya punya begitu banyak waktu."</p><p>Mia merasa terluka dan kecewa. Ia merasa Rina tidak peduli tentang lingkungan dan bahwa persahabatan mereka telah berakhir. Rina merasa bersalah, karena ia merasa Mia marah padanya. Mereka saling menghindari satu sama lain di sekolah.</p><p>Namun, guru mereka, Ibu Maya, melihat perubahan ini dan memutuskan untuk berbicara dengan mereka. Ibu Maya menjelaskan bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, dan itu tidak berarti persahabatan mereka harus berakhir. Ia menekankan pentingnya mendengarkan dan menghargai pandangan teman-teman, meskipun berbeda.</p><p>Mia dan Rina memutuskan untuk duduk bersama untuk berbicara. Mereka berbicara tentang perbedaan pandangan mereka, tetapi juga tentang betapa pentingnya persahabatan mereka. Mereka mencapai kesepakatan bahwa sementara Mia akan tetap berfokus pada kampanye lingkungan, Rina akan mencari waktu untuk membantu sesekali.</p><p>Seiring berjalannya waktu, Mia dan Rina tidak hanya memperkuat persahabatan mereka, tetapi juga menunjukkan bahwa perbedaan pendapat bisa menjadi peluang untuk belajar dan tumbuh bersama. Mereka mengakui bahwa setiap orang punya prioritas dan minat yang berbeda, tetapi itu tidak mengurangi nilai persahabatan mereka.</p><p>Kisah Mia dan Rina mengajarkan kita semua tentang pentingnya merawat hubungan persahabatan dan bagaimana perbedaan pendapat bisa diatasi dengan saling mendengarkan dan menghargai satu sama lain. Selain itu, kisah mereka juga mengingatkan kita bahwa kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dan dunia yang kita huni, meskipun caranya mungkin berbeda-beda.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>

Judul: Pertemanan yang Mengatasi Perbedaan Pendapat

Sekolah adalah tempat di mana kita belajar tidak hanya tentang pelajaran, tetapi juga tentang kehidupan dan hubungan antarmanusia. Di satu sisi, kita memiliki banyak teman yang mendukung dan menjadikan hidup kita lebih berwarna. Namun, di sisi lain, perbedaan pendapat bisa muncul dan menguji hubungan tersebut. Inilah kisah tentang perbedaan pendapat antara dua teman di sekolah, Mia dan Rina.

Mia dan Rina adalah teman sejak mereka duduk di bangku taman kanak-kanak. Mereka memiliki banyak kesamaan dan sering berbagi cerita, tertawa, dan menangis bersama. Tetapi satu hari, sebuah perbedaan pendapat muncul yang hampir merusak persahabatan mereka.

Mia dan Rina memiliki pandangan yang berbeda tentang pentingnya melestarikan lingkungan. Mia sangat peduli tentang masalah ini dan sering mengikuti kampanye lingkungan di sekolah. Ia berusaha meyakinkan teman-temannya agar lebih peduli tentang alam. Sementara itu, Rina lebih fokus pada pelajaran dan aktivitas sekolah lainnya. Ia merasa bahwa lingkungan adalah masalah besar, tetapi ia memiliki prioritas yang berbeda.

Suatu hari, Mia mencoba meyakinkan Rina untuk bergabung dalam kampanye penghijauan yang akan mereka adakan di sekolah. Rina menggelengkan kepala dan berkata, "Maaf Mia, aku memang setuju denganmu tentang pentingnya menjaga lingkungan, tapi aku merasa aku harus fokus pada pelajaran dan klub di sekolah. Aku hanya punya begitu banyak waktu."

Mia merasa terluka dan kecewa. Ia merasa Rina tidak peduli tentang lingkungan dan bahwa persahabatan mereka telah berakhir. Rina merasa bersalah, karena ia merasa Mia marah padanya. Mereka saling menghindari satu sama lain di sekolah.

Namun, guru mereka, Ibu Maya, melihat perubahan ini dan memutuskan untuk berbicara dengan mereka. Ibu Maya menjelaskan bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, dan itu tidak berarti persahabatan mereka harus berakhir. Ia menekankan pentingnya mendengarkan dan menghargai pandangan teman-teman, meskipun berbeda.

Mia dan Rina memutuskan untuk duduk bersama untuk berbicara. Mereka berbicara tentang perbedaan pandangan mereka, tetapi juga tentang betapa pentingnya persahabatan mereka. Mereka mencapai kesepakatan bahwa sementara Mia akan tetap berfokus pada kampanye lingkungan, Rina akan mencari waktu untuk membantu sesekali.

Seiring berjalannya waktu, Mia dan Rina tidak hanya memperkuat persahabatan mereka, tetapi juga menunjukkan bahwa perbedaan pendapat bisa menjadi peluang untuk belajar dan tumbuh bersama. Mereka mengakui bahwa setiap orang punya prioritas dan minat yang berbeda, tetapi itu tidak mengurangi nilai persahabatan mereka.

Kisah Mia dan Rina mengajarkan kita semua tentang pentingnya merawat hubungan persahabatan dan bagaimana perbedaan pendapat bisa diatasi dengan saling mendengarkan dan menghargai satu sama lain. Selain itu, kisah mereka juga mengingatkan kita bahwa kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dan dunia yang kita huni, meskipun caranya mungkin berbeda-beda.

 

 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1. Sejak kecil kau telah akrab dengan lingkungan sekolah ini karena sering diajak ibumu kemari. Tak heran ketika sudah waktunya untuk masuk sekolah, kau begitu **supel** dan teman-temanmu pun sudah banyak. Mereka umumnya murid-murid yang pernah diajar ibumu waktu kelas satu. Sedangkan aku? Aku waktu itu baru saja pindah ke kota kecil ini. Makna kata bercetak tebal dalam kutipan cerpen tersebut adalah .... A. ramah C. santun B. sopan D. baik

29

5.0

Jawaban terverifikasi

Teks berikut untuk soai nomor 4. 1) Ilmuwan di berbagai belahan dunia berkejaran dengan waktu untuk menciptakan vaksin guna mengatasi virus Corona jenis baru. Vaksin perlu segera diciptakan karena kematian akibat virus Corona yang terus bertambah dan penyebaran virus yang kian meluas. 2) Pada Jum'at (7-2-2020), Komisi Kesehatan Nasional Cina mencatat jumlah kematian akibat virus Corona baru telah mencapai 636 kasus, sedangkan jumlah warga yang terinfeksi menjadi 31.161 kasus. Kasus terbanyak terjadi di Hubei, Cina, tempat vi kesehatan du niairus pertama muncul. Selain di Cina, virus itu kini telah menyebar ke lebih dari 25 negara. 3) Para ilmuwan bekerja dalam kecepatan penuh untuk menemukan vaksin bagi virus Corona baru atau penyakit pernapasan akut 2019-nCOV. Sebagai pusat epidemic, ilmuwan Cina berupaya menemukan vaksin bagi virus itu. Perkembangan terbaru adalah mereka menciptakan peta genetik virus. 4) Ilmuwan dari Australia, Kanada, hingga Prancis ikut menciptakan berbagai jenis inokulasi bersama sejumlah perusahaan biotek dan vaksin. Beberapa waktu lalu, Kepala Laboratorium Identifikasi Virus dari Institut Peter Doherty untuk Infeksi dan kekebalan, Melbourne, Julian Druce, menyatakan mereka mengembangkan virus Corona versi laboratorium dari tubuh pasien yang terinfeksi untuk uji coba. Tanggapan yang sesuai dengan berita tersebut adalah ... A. Pemerintah Australia telah tanggap menghadapi serangan virus Corona dengan menemukan vaksin virus tersebut. B. Para ilmuan perlu segera mempelajari virus corona yang menjadi masalah besar bagi kesehatan dunia karena persebarannya sangat cepat. C. Masyarakat perlu mawas diri dan menjaga kesehatan dalam menghadapi serangan virus corona yang mulai menyebar di Indonesia, D. Virus corona menjadi masalah besar bagi kesehatan manusia.

10

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan