Himma A

22 Maret 2023 13:36
Iklan
Himma A

22 Maret 2023 13:36
Pertanyaan
4
1
Iklan
A. Mareta
Mahasiswa/Alumni Universitas Brawijaya
23 Maret 2023 04:08
Jawaban yang tepat adalah sebagai berikut.
Parit asam
Ini berfungsi sebagai cairan sekresi dari kulit dan membran mukosa, menghancurkan penyusup yang berhasil masuk ke dalam pekarangan kastil
Panah yang terdapat di sekitar gerbang
Berfungsi sebagai rambut hidung dan silia sebab melindungi penyusup yang masuk ke gerbang utama atau seperti hidung.
Tembok Kastil
Tembok Kastil mengelilinginya, untuk melindunginya dari penjajah, mirip dengan kulit manusia.
Ketika tembok runtuh, kastil menyebarkan jebakan atau anak panah dengan cepat menghentikan gangguan apa pun, mirip dengan lisozim yang ditemukan di kulit dan sel pembunuh alami yang terpisah dari sistem kekebalan bawaan.
Tapi Terkadang Tembok Gagal
Invasi Telah Dimulai
Sekali, penyerbu (patogen) berada di dalam dinding, prajurit pertahanan benteng biasa (sistem kekebalan bawaan) mulai memburu penyerbu, mirip dengan fagosit, dan menghapusnya sebelum mereka mengambil alih (fagositosis).
Di dalam Kastil
Prajurit kastil (neutrofil, basofil, dan eosinofil) sekarang fokus untuk mengisolasi penyerbu ke area tertentu (peradangan) dan mulai membakar area yang dipilih (demam) untuk mendorong penyerbu menyerah. Padahal para pekerja yang lain mulai mengeluarkan sinyal (sitokin) untuk mengaktifkan sisa respon kastil (sistem kekebalan tubuh).
Responnya
Pelepasan sinyal, memicu kastil untuk mengirimkan pertahanan paling elit para ksatria (Imunitas yang Diperoleh)
Kastil telah memutuskan untuk melepaskan para ksatria, (beralih dari kekebalan bawaan ke kekebalan yang adaptif), ada tiga jenis ksatria. Ksatria strategis (sel memori), ksatria pembantu (Sel B dan Sel T Pembantu), dan Ksatria Prajurit (Sel T sitotoksik). Para ksatria strategis mengenali penyerang (sekarang, antigen) melalui pertahanan awal dan mengirimkan pesan (antibodi) kepada para ksatria pembantu.
Pelepasan Ksatria
Ksatria pembantu (Sel-B dan Sel-T Pembantu), kemudian menciptakan lingkungan yang memungkinkan mereka menemukan, mengidentifikasi, dan menandai penyerbu untuk diserang oleh Ksatria Prajurit.
Kesatria prajurit (Cytotoxic T Cells) kemudian menyerang penyerang dan membunuh mereka (Apoptosis).
Koleksi
Penyerbu yang baru saja meninggal didokumentasikan dan disimpan dalam catatan, untuk mencegah invasi lain semacam itu terjadi lagi
Dengan demikian, analogi yang bisa diberikan adalah seperti di atas ya.
· 0.0 (0)
Himma A

23 Maret 2023 22:07
terimakasih kak
Iklan
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!