Tayooo T

19 Maret 2024 11:40

Iklan

Tayooo T

19 Maret 2024 11:40

Pertanyaan

beri penilaianmu atas pelaksanaan demokrasi terpimpin di indonesia!

beri penilaianmu atas pelaksanaan demokrasi terpimpin di indonesia!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

11

:

15

:

38

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Salsabila M

Community

22 Maret 2024 04:29

Jawaban terverifikasi

<p>Penilaian terhadap pelaksanaan Demokrasi Terpimpin di Indonesia haruslah dilihat dari berbagai sudut pandang. Demokrasi Terpimpin adalah sistem pemerintahan yang diperkenalkan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1957, yang menekankan pada konsep "Gotong Royong" (kerja sama) antara pemerintah, militer, dan rakyat dalam membangun negara.</p><p>Berikut adalah beberapa penilaian terhadap pelaksanaan Demokrasi Terpimpin di Indonesia:</p><p><strong>Partisipasi Masyarakat</strong>: Meskipun Demokrasi Terpimpin menekankan partisipasi masyarakat, namun terdapat kendala dalam praktiknya. Partisipasi politik masyarakat sebagian besar diarahkan dan terkontrol oleh pemerintah, sehingga ruang untuk kritik dan aspirasi yang tidak sejalan dengan pemerintah sangat terbatas.</p><p><strong>Kontrol Pemerintah Terhadap Partai Politik</strong>: Partai politik di Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin dikendalikan secara ketat oleh pemerintah. Hal ini menyebabkan terbatasnya ruang bagi pluralisme politik dan persaingan yang sehat antarpartai.</p><p><strong>Pembatasan Kebebasan Berpendapat</strong>: Dalam suasana Demokrasi Terpimpin, kebebasan berpendapat dan berekspresi dihambat. Media massa dikendalikan secara ketat oleh pemerintah, sehingga informasi yang disampaikan cenderung bersifat pro-pemerintah dan tidak mengkritisi kebijakan pemerintah.</p><p><strong>Ketidakstabilan Politik</strong>: Meskipun secara resmi dinyatakan sebagai sistem yang stabil, namun praktik Demokrasi Terpimpin juga menghadapi tantangan ketidakstabilan politik. Hal ini terutama terjadi pada periode krisis politik pada tahun 1959 dan penggulingan Soekarno pada tahun 1965.</p><p><strong>Perkembangan Ekonomi dan Sosial</strong>: Demokrasi Terpimpin juga berdampak pada perkembangan ekonomi dan sosial. Meskipun terdapat program-program pembangunan yang dijalankan, namun efektivitasnya terkadang terbatas akibat korupsi, nepotisme, dan pengelolaan yang tidak efisien.</p><p><br>&nbsp;</p>

Penilaian terhadap pelaksanaan Demokrasi Terpimpin di Indonesia haruslah dilihat dari berbagai sudut pandang. Demokrasi Terpimpin adalah sistem pemerintahan yang diperkenalkan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1957, yang menekankan pada konsep "Gotong Royong" (kerja sama) antara pemerintah, militer, dan rakyat dalam membangun negara.

Berikut adalah beberapa penilaian terhadap pelaksanaan Demokrasi Terpimpin di Indonesia:

Partisipasi Masyarakat: Meskipun Demokrasi Terpimpin menekankan partisipasi masyarakat, namun terdapat kendala dalam praktiknya. Partisipasi politik masyarakat sebagian besar diarahkan dan terkontrol oleh pemerintah, sehingga ruang untuk kritik dan aspirasi yang tidak sejalan dengan pemerintah sangat terbatas.

Kontrol Pemerintah Terhadap Partai Politik: Partai politik di Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin dikendalikan secara ketat oleh pemerintah. Hal ini menyebabkan terbatasnya ruang bagi pluralisme politik dan persaingan yang sehat antarpartai.

Pembatasan Kebebasan Berpendapat: Dalam suasana Demokrasi Terpimpin, kebebasan berpendapat dan berekspresi dihambat. Media massa dikendalikan secara ketat oleh pemerintah, sehingga informasi yang disampaikan cenderung bersifat pro-pemerintah dan tidak mengkritisi kebijakan pemerintah.

Ketidakstabilan Politik: Meskipun secara resmi dinyatakan sebagai sistem yang stabil, namun praktik Demokrasi Terpimpin juga menghadapi tantangan ketidakstabilan politik. Hal ini terutama terjadi pada periode krisis politik pada tahun 1959 dan penggulingan Soekarno pada tahun 1965.

Perkembangan Ekonomi dan Sosial: Demokrasi Terpimpin juga berdampak pada perkembangan ekonomi dan sosial. Meskipun terdapat program-program pembangunan yang dijalankan, namun efektivitasnya terkadang terbatas akibat korupsi, nepotisme, dan pengelolaan yang tidak efisien.


 


Iklan

Nanda R

Community

24 Maret 2024 07:39

Jawaban terverifikasi

<p>Demokrasi Terpimpin adalah sebuah konsep pemerintahan yang diperkenalkan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1957. Konsep ini memberikan kekuasaan yang lebih besar kepada presiden untuk mengambil keputusan politik secara langsung, tanpa melalui proses demokratis yang lebih luas seperti pemilihan umum. Meskipun konsep ini memiliki tujuan untuk meningkatkan stabilitas politik dan mempercepat pembangunan nasional, namun demokrasi terpimpin di Indonesia dianggap kontroversial dan banyak menuai kritik.</p><p>Penilaian terhadap pelaksanaan demokrasi terpimpin di Indonesia dapat bervariasi tergantung pada sudut pandang dan konteks historis. Di satu sisi, beberapa orang mungkin melihat bahwa demokrasi terpimpin telah memberikan stabilitas politik dan mengarah pada pembangunan nasional yang pesat pada masanya. Pemerintah berhasil melaksanakan program-program pembangunan yang besar, seperti Pembangunan Lima Tahun, dan menggalakkan semangat nasionalisme dan modernisasi.</p><p>Namun, di sisi lain, demokrasi terpimpin juga dikritik karena menghambat partisipasi politik masyarakat, mempersempit ruang demokrasi, dan menekan oposisi politik. Banyak tokoh politik dan aktivis dianggap sebagai lawan politik dan ditindas, sementara hak-hak sipil dan kebebasan berpendapat dibatasi. Hal ini mengakibatkan munculnya ketidakpuasan dan gerakan perlawanan, seperti Gerakan 30 September 1965 (G30S), yang kemudian diikuti oleh masa Orde Baru yang otoriter di bawah pemerintahan Soeharto.</p><p>Secara keseluruhan, penilaian terhadap pelaksanaan demokrasi terpimpin di Indonesia cenderung negatif karena pembatasan terhadap kebebasan politik dan hak asasi manusia. Meskipun demokrasi terpimpin mungkin memberikan stabilitas sementara, namun pendekatan ini telah menimbulkan masalah yang serius terkait dengan hak-hak demokratis dan perlindungan individu.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>

Demokrasi Terpimpin adalah sebuah konsep pemerintahan yang diperkenalkan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1957. Konsep ini memberikan kekuasaan yang lebih besar kepada presiden untuk mengambil keputusan politik secara langsung, tanpa melalui proses demokratis yang lebih luas seperti pemilihan umum. Meskipun konsep ini memiliki tujuan untuk meningkatkan stabilitas politik dan mempercepat pembangunan nasional, namun demokrasi terpimpin di Indonesia dianggap kontroversial dan banyak menuai kritik.

Penilaian terhadap pelaksanaan demokrasi terpimpin di Indonesia dapat bervariasi tergantung pada sudut pandang dan konteks historis. Di satu sisi, beberapa orang mungkin melihat bahwa demokrasi terpimpin telah memberikan stabilitas politik dan mengarah pada pembangunan nasional yang pesat pada masanya. Pemerintah berhasil melaksanakan program-program pembangunan yang besar, seperti Pembangunan Lima Tahun, dan menggalakkan semangat nasionalisme dan modernisasi.

Namun, di sisi lain, demokrasi terpimpin juga dikritik karena menghambat partisipasi politik masyarakat, mempersempit ruang demokrasi, dan menekan oposisi politik. Banyak tokoh politik dan aktivis dianggap sebagai lawan politik dan ditindas, sementara hak-hak sipil dan kebebasan berpendapat dibatasi. Hal ini mengakibatkan munculnya ketidakpuasan dan gerakan perlawanan, seperti Gerakan 30 September 1965 (G30S), yang kemudian diikuti oleh masa Orde Baru yang otoriter di bawah pemerintahan Soeharto.

Secara keseluruhan, penilaian terhadap pelaksanaan demokrasi terpimpin di Indonesia cenderung negatif karena pembatasan terhadap kebebasan politik dan hak asasi manusia. Meskipun demokrasi terpimpin mungkin memberikan stabilitas sementara, namun pendekatan ini telah menimbulkan masalah yang serius terkait dengan hak-hak demokratis dan perlindungan individu.

 

 

 


 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Bu Ambar seorang perajin kipas lipat. la mendapat pesanan 500 kipas lipat seperti gambar di samping. Kipas lipat tersebut terdiri atas 3 bagian yaitu kerangka dari plastik, kain, dan pita perekat untuk tepi kain. Panjang jari-jari kipas 21 cm, sudut pusatnya 162°, dan lebar kain 14 cm. Biaya kerangka dan tali sebesar Rp1.800,00 per buah, kain sebesar Rp40.000,00/m², dan pita perekat Rp350,00/m. Kipas tersebut dijual dengan harga Rp6.500,00 per buah. Tentukan total keuntungan yang diperoleh Bu Ambar.

16

5.0

Jawaban terverifikasi