Hasan M

19 Februari 2022 04:14

Iklan

Hasan M

19 Februari 2022 04:14

Pertanyaan

Beri nama senyawa berikut: 1.HNO3 2.CuSO4 3.K2SO4 4.ZnCl2 5.PCl3

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

09

:

21

:

02

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

J. Siregar

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Medan

28 Maret 2022 04:38

Jawaban terverifikasi

Halo Hasan M, jawaban yang benar adalah: 1. HNO₃: asam nitrat 2. CuSO₄: tembaga(II) sulfat 3. K₂SO₄: kalium sulfat 4. ZnCl₂: seng klorida 5. PCl₃ : posfor triklorida Ayo simak pembahasan berikut agar kamu lebih paham ya ^_^ Tata nama senyawa berkaitan dengan nama senyawa kimia sesuai aturan IUPAC maupun nama senyawa trivial (nama lazim/nama dagang) serta rumus kimia dari senyawa itu sendiri. Senyawa kimia dapat berupa: a. Senyawa kovalen biner yang tersusun dari 2 unsur nonlogam. b. Senyawa ionik biner tersusun dari logam dan nonlogam. Dalam senyawa ionik biner, logam berupa kation (ion positif) dari golongan utama maupun kation logam transisi. c. Senyawa poliatom yang tersusun dari beberapa unsur yang umumnya juga berupa kation + anion poliatom dan kation poliatom + anion poliatom. Jika suatu senyawa telah diketahui namanya maka kita dapat menentukan rumus kimia dari senyawa itu sendiri. 1. HNO₃ merupakan salah satu senyawa asam yang dapat berupa asam dengan anion monoatom dan asam dengan anion poliatom. Senyawa asam memiliki penamaan tersendiri yaitu: nama kation (H⁺, asam) + nama anion HNO₃ terdiri dari kation H⁺ (asam) dan anion NO₃⁻ berdasarkan reaksi berikut. HNO₃ ⁻ → H⁺ + NO₃⁻ - Kation H⁺ : asam - Anion poliatom NO₃⁻ : nitrat Dengan demikian, nama senyawa HNO₃ adalah asam nitrat. 2. CuSO₄ merupakan senyawa poliatom yang tersusun dari kation golongan transisi dan anion poliatom. Kation Cu memiliki 2 biloks yaitu +1 dan +2. Sebelum kita memberikan nama senyawa CuSO₄, terlebih dahulu kita tentukan dahulu biloks/muatan kation Cu berdasarkan reaksi ionisasi. AiBn → iAⁿ⁺ + nBⁱ⁻ CuSO₄ → Cu²⁺ + SO₄²⁻ Berdasarkan reaksi ionisasi diatas, dapat kita ketahui bahwa kation Cu yang dimaksud memiliki biloks = muatannya = +2 dan suatu anion poliatom SO₄²⁻. - Kation Cu²⁺ : tembaga(II) - Anion SO₄²⁻ : sulfat Penamaan senyawa poliatom mengikuti aturan berikut. Nama kation + muatan (ditulis dalam angka Romawi) + nama anion Dengan demikian, nama senyawa CuSO₄ adalah tembaga(II) sulfat. 3. K₂SO₄ merupakan senyawa poliatom yang tersusun dari kation golongan utama dan anion poliatom. Kation K hanya memiliki 1 biloks yaitu +1 (sesuai golongan IA) dan anion poliatom SO₄²⁻. AiBn → iAⁿ⁺ + nBⁱ⁻ K₂SO₄ → 2K⁺ + SO₄²⁻ Berdasarkan reaksi ionisasi diatas, maka dapat kita ketahui bahwa: - Kation K⁺ : kalium (hanya ada 1 biloks, jadi tidak perlu dituliskan muatannya) - Anion SO₄²⁻ : sulfat Penamaan senyawa poliatom mengikuti aturan berikut. Nama kation + muatan (ditulis dalam angka Romawi) + nama anion Dengan demikian, nama senyawa K₂SO₄ adalah kalium sulfat. 4. ZnCl₂ merupakan senyawa ionik biner yang tersusun dari unsur logam seng (Zn) dan klor (Cl). Aturan pemberian nama senyawa ionik biner yaitu: nama logam + biloks (ditulis dengan angka Romawi) + nama nonlogam + akhiran -ida. Pada senyawa ZnCl₂, logam Zn termasuk golongan transisi yang pada umumnya memiliki biloks lebih dari 1, tetapi Zn hanya memiliki 1 biloks yaitu +2, sedangkan nonlogam Cl memiliki 1 biloks yaitu -1. Untuk senyawa ion, persamaan reaksi pembentukan senyawa ionnya: AiBn → iAⁿ⁺ + nBⁱ⁻ ZnCl₂ → Zn²⁺ + 2Cl⁻ Dengan demikian, nama senyawa ZnCl₂ adalah seng klorida. 5. PCl₃ merupakan senyawa kovalen biner yang tersusun dari dua unsur nonlogam yaitu posfor (P) dan klor (Cl). Aturan pemberian nama senyawa kovalen biner yaitu: nama nonlogam-1 + awalan nonlogam-2 + nama nonlogam-2 + akhiran -ida NB: Untuk nonlogam-1 jika jumlahnya 1 maka tidak perlu diberi awalan, tetapi jika lebih dari 1 perlu diberi awalan sesuai jumlah dalam bahasa latin. 1 = mono, 2 = di, 3 = tri, 4 = tetra, 5 = penta, dst. Pada senyawa PCl₃, nonlogam-1 (P) berjumlah 1 sehingga tidak diberi awalan, sedangkan pada nonlogam-2 (Cl) ada sebanyak 3 sehingga diberi awalan tri (5) dan mendapat akhiran -id sehingga menjadi klorida. Oleh karena itu, senyawa PCl₃ memiliki nama posfor triklorida.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Tulislah nama yang benar untuk senyawa di bawah ini menggunakan Sistem Yunani dan Bilangan Oksidasi! (j)PCI5

46

5.0

Jawaban terverifikasi