Zalfha M

25 Juli 2024 00:45

Iklan

Zalfha M

25 Juli 2024 00:45

Pertanyaan

Berdasarkan lapangan usahanya badan usaha dibagi menjadi 3 jenis. Jelaskan 3 sektor badan usaha terbesar yang ada di Indonesia

Berdasarkan lapangan usahanya badan usaha dibagi menjadi 3 jenis. Jelaskan 3 sektor badan usaha terbesar yang ada di Indonesia

 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

02

:

50

:

05

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Nanda R

Community

27 Juli 2024 00:48

Jawaban terverifikasi

<p>Di Indonesia, badan usaha dapat dibagi menjadi beberapa sektor berdasarkan lapangan usahanya. Secara umum, sektor-sektor utama dalam perekonomian Indonesia dapat dibagi menjadi tiga kategori besar: <strong>sektor primer, sektor sekunder</strong>, dan <strong>sektor tersier</strong>. Berikut adalah penjelasan tentang ketiga sektor utama badan usaha di Indonesia:</p><p>1. <strong>Sektor Primer</strong></p><p><strong>Definisi:</strong> Sektor primer adalah sektor yang berkaitan dengan ekstraksi dan pemanfaatan sumber daya alam. Ini termasuk kegiatan yang melibatkan pengambilan bahan mentah dari alam.</p><p><strong>Jenis Badan Usaha:</strong></p><ul><li><strong>Pertanian:</strong> Usaha pertanian termasuk budidaya tanaman pangan, hortikultura, dan tanaman perkebunan. Usaha ini mencakup produksi padi, jagung, sayuran, dan buah-buahan.</li><li><strong>Perikanan:</strong> Badan usaha di sektor ini melibatkan kegiatan penangkapan ikan, budidaya ikan, dan produk perikanan lainnya.</li><li><strong>Pertambangan:</strong> Usaha di sektor pertambangan melibatkan ekstraksi mineral, batu bara, dan sumber daya alam lainnya. Contoh perusahaan besar di sektor ini termasuk PT Freeport Indonesia dan PT Timah Tbk.</li></ul><p><strong>Contoh Badan Usaha:</strong> PT Perkebunan Nusantara, PT Aneka Tambang Tbk, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (di sektor agribisnis).</p><p><strong>Ciri-ciri:</strong> Kegiatan di sektor primer seringkali bergantung pada lokasi sumber daya alam dan memiliki dampak langsung pada lingkungan.</p><p>2. <strong>Sektor Sekunder</strong></p><p><strong>Definisi:</strong> Sektor sekunder mencakup kegiatan pengolahan dan manufaktur, di mana bahan mentah dari sektor primer diolah menjadi produk jadi atau setengah jadi.</p><p><strong>Jenis Badan Usaha:</strong></p><ul><li><strong>Manufaktur:</strong> Melibatkan produksi barang-barang industri seperti otomotif, elektronik, tekstil, dan makanan olahan. Contoh perusahaan di sektor ini adalah PT Astra International Tbk (otomotif) dan PT Unilever Indonesia Tbk (produk konsumen).</li><li><strong>Konstruksi:</strong> Usaha di sektor ini berfokus pada pembangunan infrastruktur, seperti jalan, gedung, dan fasilitas umum. Contoh perusahaan konstruksi besar termasuk PT Wijaya Karya Tbk dan PT Adhi Karya Tbk.</li></ul><p><strong>Contoh Badan Usaha:</strong> PT Indorama Synthetics Tbk (tekstil), PT Semen Indonesia Tbk (industri semen), PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (petrokimia).</p><p><strong>Ciri-ciri:</strong> Sektor sekunder biasanya berfokus pada peningkatan nilai tambah dari bahan mentah dan seringkali melibatkan teknologi dan proses industri.</p><p>3. <strong>Sektor Tersier</strong></p><p><strong>Definisi:</strong> Sektor tersier adalah sektor yang berfokus pada penyediaan layanan dan produk non-fisik kepada konsumen dan bisnis. Ini termasuk berbagai layanan yang tidak terkait langsung dengan produksi barang.</p><p><strong>Jenis Badan Usaha:</strong></p><ul><li><strong>Perdagangan:</strong> Usaha yang melibatkan penjualan barang dan jasa, baik dalam bentuk ritel maupun grosir. Contoh perusahaan di sektor ini adalah PT Matahari Department Store Tbk dan PT Alfamart.</li><li><strong>Jasa Keuangan:</strong> Melibatkan bank, asuransi, dan layanan keuangan lainnya. Contoh badan usaha di sektor ini termasuk PT Bank Mandiri Tbk dan PT Prudential Life Assurance.</li><li><strong>Pariwisata dan Hospitality:</strong> Menyediakan layanan akomodasi, makanan, dan hiburan. Contoh perusahaan di sektor ini adalah PT Marriott International dan PT Traveloka.</li></ul><p><strong>Contoh Badan Usaha:</strong> PT Bank Central Asia Tbk (perbankan), PT Garuda Indonesia Tbk (maskapai penerbangan), PT Telkom Indonesia Tbk (telekomunikasi).</p><p><strong>Ciri-ciri:</strong> Sektor tersier seringkali melibatkan interaksi langsung dengan konsumen dan memfokuskan diri pada penyediaan layanan yang meningkatkan kualitas hidup dan efisiensi.</p>

Di Indonesia, badan usaha dapat dibagi menjadi beberapa sektor berdasarkan lapangan usahanya. Secara umum, sektor-sektor utama dalam perekonomian Indonesia dapat dibagi menjadi tiga kategori besar: sektor primer, sektor sekunder, dan sektor tersier. Berikut adalah penjelasan tentang ketiga sektor utama badan usaha di Indonesia:

1. Sektor Primer

Definisi: Sektor primer adalah sektor yang berkaitan dengan ekstraksi dan pemanfaatan sumber daya alam. Ini termasuk kegiatan yang melibatkan pengambilan bahan mentah dari alam.

Jenis Badan Usaha:

  • Pertanian: Usaha pertanian termasuk budidaya tanaman pangan, hortikultura, dan tanaman perkebunan. Usaha ini mencakup produksi padi, jagung, sayuran, dan buah-buahan.
  • Perikanan: Badan usaha di sektor ini melibatkan kegiatan penangkapan ikan, budidaya ikan, dan produk perikanan lainnya.
  • Pertambangan: Usaha di sektor pertambangan melibatkan ekstraksi mineral, batu bara, dan sumber daya alam lainnya. Contoh perusahaan besar di sektor ini termasuk PT Freeport Indonesia dan PT Timah Tbk.

Contoh Badan Usaha: PT Perkebunan Nusantara, PT Aneka Tambang Tbk, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (di sektor agribisnis).

Ciri-ciri: Kegiatan di sektor primer seringkali bergantung pada lokasi sumber daya alam dan memiliki dampak langsung pada lingkungan.

2. Sektor Sekunder

Definisi: Sektor sekunder mencakup kegiatan pengolahan dan manufaktur, di mana bahan mentah dari sektor primer diolah menjadi produk jadi atau setengah jadi.

Jenis Badan Usaha:

  • Manufaktur: Melibatkan produksi barang-barang industri seperti otomotif, elektronik, tekstil, dan makanan olahan. Contoh perusahaan di sektor ini adalah PT Astra International Tbk (otomotif) dan PT Unilever Indonesia Tbk (produk konsumen).
  • Konstruksi: Usaha di sektor ini berfokus pada pembangunan infrastruktur, seperti jalan, gedung, dan fasilitas umum. Contoh perusahaan konstruksi besar termasuk PT Wijaya Karya Tbk dan PT Adhi Karya Tbk.

Contoh Badan Usaha: PT Indorama Synthetics Tbk (tekstil), PT Semen Indonesia Tbk (industri semen), PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (petrokimia).

Ciri-ciri: Sektor sekunder biasanya berfokus pada peningkatan nilai tambah dari bahan mentah dan seringkali melibatkan teknologi dan proses industri.

3. Sektor Tersier

Definisi: Sektor tersier adalah sektor yang berfokus pada penyediaan layanan dan produk non-fisik kepada konsumen dan bisnis. Ini termasuk berbagai layanan yang tidak terkait langsung dengan produksi barang.

Jenis Badan Usaha:

  • Perdagangan: Usaha yang melibatkan penjualan barang dan jasa, baik dalam bentuk ritel maupun grosir. Contoh perusahaan di sektor ini adalah PT Matahari Department Store Tbk dan PT Alfamart.
  • Jasa Keuangan: Melibatkan bank, asuransi, dan layanan keuangan lainnya. Contoh badan usaha di sektor ini termasuk PT Bank Mandiri Tbk dan PT Prudential Life Assurance.
  • Pariwisata dan Hospitality: Menyediakan layanan akomodasi, makanan, dan hiburan. Contoh perusahaan di sektor ini adalah PT Marriott International dan PT Traveloka.

Contoh Badan Usaha: PT Bank Central Asia Tbk (perbankan), PT Garuda Indonesia Tbk (maskapai penerbangan), PT Telkom Indonesia Tbk (telekomunikasi).

Ciri-ciri: Sektor tersier seringkali melibatkan interaksi langsung dengan konsumen dan memfokuskan diri pada penyediaan layanan yang meningkatkan kualitas hidup dan efisiensi.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Pada saat sidang BPUPK tanggal 31 Mei 1945, ada 2 usulan yaitu Indonesia menjadi negara monarki atau Republik. Tokoh yang mengusulkan bentuk negara Indonesia Republik adalah... A. Ir. Soekarno B. Mr. Achmad Soebardjo C. Dr. Soepomo D. Mohammad Yamin

13

4.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

14

0.0

Jawaban terverifikasi

[1] Gaya hidup sedentari alias kurang gerak atau mager (malas gerak) adalah masalah yang sering dialami oleh penduduk perkotaan. [2] Bekerja di depan layar komputer sepanjang hari, kelamaan terjebak macet di jalan,atau hobi main gim tanpa diimbangi olahraga merupakan bentuk dari gaya hidup sedentari. [3] Jika Anda termasuk salah satu orang yang sering melakukan berbagai rutinitas tersebut, Anda harus waspada. [4] Pasalnya, gaya hidup sedentari sangat berbahaya karena membuat Anda berisiko terkena diabetes tipe 2. [5] Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas bergerak. [6] Coba ingat-ingat, dalam sehari ini, sudah berapa kali Anda dalam menggunakan aplikasi online untuk memenuhi kebutuh Anda? [7] Selain itu, tilik juga berapa banyak langkah yang sudah Anda dapatkan pada hari ini? [8] Seiring dengan pengembangan teknologi yang makin canggih, apa pun yang Anda butuhkan kini bisa langsung diantar ke ruangan kantor Anda atau depan rumah. [9] Selain hemat waktu, Anda pun jadi tak perlu mengeluarkan energi untuk mendapatkan apa yang Anda mau. [10] Namun, tahukah Anda bahwa segala kemudahan tersebut menyimpan bahaya bagi tubuh Anda? [11] Minimnya aktifitas fisik karena gaya hidup ini membuatmu berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes. [12] Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa gaya hidup ini juga termasuk 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. [13] Selain itu, data terbaru dari Riskedas 2018 menguak bahwa DKI Jakarta merupakan provinsi dengan tingkat diabetes melitus tertinggi di Indonesia. [14] Ini menunjukkan bahwa gaya hidup mager amat erat kaitannya dengan tingkat diabetes di perkotaan. Bentuk bahasa yang sejenis dengan mager pada kalimat 1 adalah.... a. magang b. oncom c. rudal d. pugar

10

5.0

Jawaban terverifikasi