Nabila H

01 Februari 2024 11:49

Iklan

Iklan

Nabila H

01 Februari 2024 11:49

Pertanyaan

Beberapa waktu yang lalu publik dihebohkan adanya produksi film dewasa yang dikemas dengan modus film religi. Berikan pendapatmu atas temuan ini


4

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Nanda R

Gold

13 Februari 2024 06:31

Jawaban terverifikasi

temuan adanya produksi film dewasa yang dikemas dengan modus film religi merupakan hal yang sangat meresahkan dan tidak sesuai dengan nilai-nilai moral dan etika. Ini adalah tindakan yang tidak etis dan dapat merusak citra keagamaan serta kepercayaan masyarakat terhadap produksi film religi. Berikut adalah beberapa pendapat mengenai temuan ini: 1. Pelanggaran Moral dan Agama: Produksi film dewasa dengan modus film religi merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai moral dan agama. Hal ini merusak kesucian dan keberkahan yang seharusnya dihormati dalam konteks keagamaan. 2. Pemanfaatan Agama untuk Keuntungan Pribadi: Pemanfaatan modus film religi untuk tujuan konten dewasa adalah tindakan yang tidak etis dan menunjukkan ketidakpedulian terhadap nilai-nilai keagamaan. Hal ini dapat merugikan kepercayaan masyarakat terhadap media dan industri film. 3. Dampak Buruk pada Masyarakat: Temuan ini dapat memberikan dampak buruk terutama pada masyarakat yang memiliki keyakinan agama yang kuat. Adanya konten dewasa dengan modus film religi dapat menciptakan ketidaknyamanan, kekecewaan, dan kemarahan di kalangan umat beragama. 4. Perlu Tindakan Hukum: Jika tindakan ini melibatkan pelanggaran hukum atau peraturan yang berlaku, perlu adanya tindakan hukum yang tegas terhadap pelaku. Hal ini bertujuan untuk memberikan sanksi yang setimpal dan memberikan efek jera. 5. Perlunya Pengawasan dan Pemantauan yang Ketat: Temuan ini menunjukkan perlunya pengawasan dan pemantauan yang ketat terhadap industri film untuk mencegah praktek-praktek tidak etis semacam ini. Lembaga terkait perlu meningkatkan kontrol dan pemantauan agar konten yang diproduksi sesuai dengan nilai-nilai moral dan etika. 6. Edukasi dan Kesadaran Masyarakat: Masyarakat perlu diberikan edukasi dan peningkatan kesadaran terhadap bahaya dan dampak negatif dari konten dewasa yang dapat merusak nilai-nilai keagamaan. Kesadaran masyarakat dapat menjadi langkah awal untuk menekan praktek-praktek semacam ini.


Iklan

Iklan

lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

PEMBALAKAN LIAR Pembalakan liar atau penebangan liar (bahasa Inggris: ilegal logging) adalah kegiatan penebangan, pengangkutan, dan penjualan kayu yang tidak sah atau tidak memiliki izin dari otoritas setempat. Walaupun angka penebangan liar yang pasti sulit didapatkan karena aktivitasnya yang tidak sah, beberapa sumber terpercaya mengindikasikan bahwa lebih dari setengah semua kegiatan penebangan liar di dunia terjadi di wilayah- wilayah daerah aliran Sungai Amazon, Afrika Tengah, Usia Tenggara, Rusia, dan beberapa Negara Balkan. Sebuah studi kerjasama antara Britania Raya dengan Indonesia mengindikasikan bahwa sekitar 40 %dari seluruh kegiatan penebangan adalah liar, dengan nilai mencapai 365 juta dolar AS. Studi yang lebih baru membandingkan penebangan sah dengan konsumsi domestik ditambah dengan ekspor mengindikasikan bahwa 88% dari seluruh kegiatan penebangan merupakan penebangan liar. Malaysia merupakan tempat transit utama produk kayu ilegal dari Indonesia. Dampak pembalakan liar ini sangat signifikan. Data yang dikeluarkan Bank Dunia menunjukkan bahwa Indonesia telah kehilangan hutan sekitar 1,5 juta hektar setiap tahun. Hutan yang rusak dan tidak dapat berfungsi optimal telah mencapai 59,6 juta hektar dari 120,35 juta hektar kawasan hutan di Indonesia. Pertanyaan : 1. Tuliskan masalah yang ditanggapi dalam teks tersebut! 2. Tuliskan pendukung argumen adanya pembalakan liar yang tertulis pada teks tersebut! 3. Tuliskan dampak pembalakan liar bagi keadaan hutan di Indonesia! 4. Cermati paragraf pertama teks di atas! Tuliskan satu kalimat kompleks! 5. Cermati paragraf kedua teks tersebut! Tuliskan satu kalimat tunggal!

16

5.0

Jawaban terverifikasi

Pro dan Kontra Puisi Esai Selama ini, kita mengenal beberapa jenis puisi seperti puisi deskriptif, puisi lirik, puisi naratif, dan lain sebagainya. Namun, bagaimana jika kemudian muncul puisi esai sebagai jenis puisi baru. Hal inilah yang menjadi polemik atau kontroversi di kalangan penyair dan pemerhati sastra pada beberapa tahun lalu. Perdebatan pun terjadi cukup ramai di media masa cetak maupun elektronik hingga menimbulkan berbagai pro dan kontra. Kalangan penyair dan sastrawan pun beberapa ada yang bersikap mendukung/pro tetapi tidak sedikit pula yang menentang/kontra. Pihak yang mendukung beranggapan bahwa perpuisian Indonesia saat ini mirip dengan kondisi Amerika Serikat sekitar tahun 2006. Pada saat itu, puisi makin sulit dipahami dan seakan berada di wilayah yang lain. Penulisannya mengalami kebuntuan dan tidak mengalami perubahan berarti selama puluhan tahun. Munculnya puisi esai dianggap sebagai upaya menjadikan puisi dekat dan dapat mudah dipahami masyarakat umum. Hal ini terutama ditunjukan dengan kehadiran catatan kaki yang merupakan upaya menjelaskan dan mengaitkan isi puisi dengan konteks sosial di luar puisi. Beberapa pihak yang mendukung bahkan tergerak untuk memunculkan angkatan baru puisi esai selain angkatan yang sudah ada sebelumnya. Hal ini ditunjukan dengan penerbitan 34 buku puisi esai di 34 provinsi di seluruh Indonesia yang melibatkan 170 orang dari kalangan penyair, aktivis, penulis, jurnalis, hingga peneliti. Dalam penyebarannya, puisi esai saat ini bahkan sudah mencapai beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Brunei, dan Thailand. Adapun, pihak yang menentang berargumen bahwa puisi pada dasarnya identik dengan tulisan fiksi dan bersifat imajinatif. Hal ini berbeda dengan esai yang merupakan teks yang bersifat faktual dan realistis sehingga keduanya tidak bisa gabungkan. Selain itu, terkait klaim beberapa pihak sebagai pencipta pertama jenis puisi esai yang beredar dianggap menyesatkan. Hal ini karena puisi semacam itu bukanlah hal yang baru sebab sebenarnya telah ada sejak masa Alexander Pope, penyair Inggris abad ke 18. Beberapa penyair Indonesia juga pernah menulis puisi dengan tema sosial berbentuk transparan dan memiliki catatan kaki sejenis puisi esai. Beberapa pihak juga menyoroti masifnya gerakan puisi esai karena adanya pihak tertentu yang menjadi sponsor dan mendanai dengan maksud dan tujuan tertentu seperti popularitas dan elektabilitas. Apapun itu, pro kontra kemunculan puisi esai saat ini memang tak terhindarkan. Perdebatan pun tetap berlanjut hingga kini. Sekali pun demikian, diakui atau tidak, aksistensi puisi esai akhirnya menjadi fenomena tersendiri dalam dunia sastra. Dalam sudut pandang positif, hal ini menunjukan kreativitas sastrawan Indonesia dan dapat mengaktifkan kembali diskusi intelektual sesama penyair, sastrawan, maupun masyarakat luas tentang perpuisian Indonesia. Mungkin suatu nanti ada penjelasan dan tempat tersendiri puisi esai. Bahkan hal ini mungkin menjadi pembuka kemunculan jenis puisi- puisi baru lainnya yang menambah dinamika perpuisian dan sastra Indonesia. Semoga. Setelah itu analisislah 1.bagian isu 2.bagian isi/argumen 3.kesimpulan 4.saran

1

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

1. Cermatilah teks berikut! Dulu, anak-anak mengenyam pendidikan di bangku sekolah dipandang lebih tinggi daripada yang tidak. Waktu berlalu, tiba masa di mana anak yang sekolah sudah biasa karena memang hampir semua orang mampu bersekolah. Ironi terjadi saat ini. Kini banyak orang sukses yang masa lalunya tidak pernah belajar di bangku pendidikan. Ditambah lagi, zaman sekarang, siswa sudah banyak yang membantah guru dan prestasi mereka menurun. Lalu, dengan masalah yang terjadi saat ini, masih pentingkah siswa mengenyam pendidikan di bangku sekolah? Bukankah kini sudah ada homeschooling atau sekolah di rumah? Yang lebih mengejutkan lagi sudah muncul beberapa ‘sekolah’ yang berbasis daring. Artinya, siswa hanya perlu menyiapkan gawai yang dilengkapi dengan jaringan internet, setelah itu mereka bisa belajar di manapun tempatnya. Komentar yang tepat terhadap isi teks tersebut adalah… A.Seharusnya anak tidak dipaksakan untuk sekolah karena kesuksesan tidak hanya tergantung pada tingginya sekolah yang ditempuh tetapi berdasarkan keberuntungan B.Perkembangan zaman berdampak terhadap kurang pentingnya sekolah formal karena sudah tersedia sekolah yang berbasis daring sehingga anak bisa belajar sendiri C.Pendidikan formal masih diperlukan dan dalam pelaksanaannya harus dilengkapi dengan pembentukan karakter dan selalu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi D.Banyaknya orang sukses yang tidak mengenyam bangku sekolah menandakan teknologi sudah menggantikan sekolah formal.

7

5.0

Jawaban terverifikasi