Okedia O

14 Juli 2022 07:53

Iklan

Okedia O

14 Juli 2022 07:53

Pertanyaan

Bawang Merah dan Bawang Putih Alkisah di sebuah desa hiduplah satu keluarga, yaitu Bawang Merah dan Bawang Putih. Dalam hidupnya, Bawang Putih penuh dengan *siksaan dan *hinaan serta omelan. Suatu ketika Bawang Merah memanggil Bawang Putih dengan penuh amarah*. Bawang Merah : Putih ... Putih ... !! Ke sini kamu. Kamu ... harus membersihkan ruang tamu ini sampai bersih, jangan sampai ada debu-debu yang masih menempel. (sambil berkacak pinggang). Ingat ya! (menjitak kepala Bawang Putih) Kalau sampai aku datang ruangan ini tidak bersih tahu sendiri nanti akibatnya ! (mencebir dan membuang muka). Bawang Putih : Baik, Bawang Merah! (merunduk dan pergi mangambil sapu). Ibu B. Merah : Lho, kok sepi . Bawang Putih kemana ya, kok gak kelihatan! (sambil melihat kanan kiri) Putih ... Putih ... Putih ...! Kemana ya anak itu dipanggil-panggil gak nyaut! Bapak B. Putih : Ada apasih Bu ...! (dengan perasaan tanda tanya). Ibu B. Merah : Eh...! Bapak, lho kapan Bapak datang? Kok Ibu nggak dengar Bapak ngetok-ngetok pintu. (sambil memegang tangannya). Bapak B. Putih : E ... tadi Bu, memang Bapak sengaja nggak ngetok-ngetok pintu, soalnya bapak dengar Ibu berteriak-teriak memanggil-manggil Bawang Putih. Emangnya si Bawang Putih kemana Bu? Dan kenapa dia? (dengan penuh keheranan). Ibu B. Merah : Oh tidak ada apa-apa Pak. (sambil mengelus-ngelus tangan suami) lbu takut Bawang Putih kenapa napa, eh ... tak tahunya lagi istirahat di kamarnya, Pak. (sambil merebah ke pundaknya). Bapak B. Putih : Terima kasih ya Bu, Bapak bangga sekali punya istri sebaik lbu, dan saya sayang sekali sama Ibu juga anak kita berdua (mengelus rambut istri) kalau begitu Bapak berangkat berdagang lagi ya Bu, paling di sana saya 1 minggu. Ibu jaga diri baik-baik ya dan juga anak kita baik-baik. Oh ya ini ada sedikit uang buat belanja (sambil menyodorkan uang). Baiklah Bu, Bapak berang kat dulu ya. (mengulurkan tangannya). lbu B. Merah : Iya, Pak (sambil mencium* tangan Bapak). Hati-hati di jalan, dah ... ! Hem ... dasar suami bodoh*, kamu kira saya betul-betul mencintai kamu apa! Tidak ya, saya hanya mencintai uang dan rumah kamu ini ... ha ... ha ... ha . . . (sambil menepuk-nepuk uang) . Putih ... putih ... putih ... ke sini kamu! (berkacak pinggang). Bawang Putih : Ya ... ya ... bu, ada apa Bu? Ibu B. Merah : Kemana aja sih kamu ha ... kemana aja? (sambil menarik dan mendorong Putih) dipanggil-panggil dari tadi nggak ada jawaban, kamu tuli* ya ... (sambil membuang muka). Bawang Putih : Baik, Bu ...! (dengan nada ketakutan). Ibu B. Merah : Ya bagus, (sambil mengangguk-ngangguk kepala) sekarang kamu cuci baju itu sampai bersih mengerti? Ingat Bawang Putih, sebelum Ibu datang cucian ini dan lantai ini sudah harus bersih! Dengar. . . . ! (nada keras membentak). (Maka berang katlah Bawang Putih ke sungai untuk mencuci baju itu sambil menangis Bawang Putih) Bawang Putih : Ya Allah, ampunilah dosa-dosa lbu tiri ku, beri kanlah kekuatan dalam mengh adapi cobaan ini. Ya Allah bukakanlah pintu hati lbu tiriku dan saudara tiriku agar dia mau menyayangiku. (sambil menangis) Pengawal I : Maaf tuan, lihat disana tuan, seperti nya ada seorang wanita. (sambil menunjuk). Pengawal II : Ya benar tuan, sepertinya lagi mencuci pakaian tuan! (dengan penuh semangat) . Pangeran : lya, betul-betul, tapi ... sama siapa ya dia? Apa dia sendirian pengawal? (dengan penuh keheranan dan melihat kearah wanita itu, sambil berjikir) Pengawal coba kalian lihat ke sana ... ! (sambil menunjuk). Pengawal I & II : Baik tuan ... ! (sambil mengangguk). Pengawal I : Tuan, ternyata perempuan itu sendirian ... Pengawal II : ! Perempuan itu cantik tuan dan kelihatannya orang baik-baik! (Sambil mengangguk-ngangguk) Pangeran : Mari pengawal kita ke sana ...! (sambil menunjuk). Pengawal I & II : Baik tuan ...! Pangeran : E ... e ... nona! (dengan gugup dan malu) Kalau boleh saya tahu nama nona siapa? Dan nona berasal dari mana? Dan kenapa pula sendirian di sungai yang sangat sepi ini ...? Bawang Putih : Maaf ... tuan ... ! (sambil menjinjing rok dan mau berlari pergi). Pangeran : Jangan ... jangan ... nona, jangan lari, saya bermaksud baik, saya lihat nona sendirian, jadi saya memberanikan diri menghampiri nona! (dengan senyuman). Bawang Putih : Nama saya Bawang Putih tuan, saya berasal dari desa seberang. E ... tapi maaf tuan, saya tidak bisa berlama-lama di sini. Saya takut dimarahi Ibu saya , Tuan ... ! Pangeran : Tunggu ... tunggu ...! Tunggu Nona ...! (sambil berteriak) Mari Pengawal kita i kuti Bawang putih itu, dimana sebenarnya rumahnya ! (Kemudian berangkatlah Pangeran dan 2 pengawalnya untuk menuju rumah Bawang Putih, Pangeran merasa dialah wanita yang selalu diidam-idamkan, kemudian si Pangeran bergegas pergi ke rumah si Bawang Putih.) Ibu Bawang Merah : Anakku coba lihat di sana, siapa itu yang datang? (dengan penuh keheranan). Bawang Merah : Iya Bu, seperti nya yang datang Pangeran. Aduh betapa gagah nya dan ganteng Pangeran itu . (dengan senyuman). Ibu Bawang Merah : Tenang sayang, Ibu tahu kedatangan Pangeran itu ingin mencari permaisuri. (sambil memegang pundaknya). Bawang Merah : Benarkah itu Bu? Tolong saya Bu, saya mau menjadi permaisuri Pangeran itu Bu. (berloncat kegirangan). Pangeran : Permisi ... , permisi ... ! Tuan ... ! (dengan terkejut) Ibu Bawang Merah : E ... ada apa gerangan tuan datang ke gubuk kami ini? apa tuan mau mempersunting anak kami, yang cantik dan manis ini tuan? (sambil memegang dagu Bawang Merah). Pangeran : Tidak. ..! ( dengan lantang) Saya ke sini hanya untuk melamar anak ibu si Bawang Putih untuk menjadi permaisuriku. (dengan penuh senyuman). Bawang Merah : Kenapa sih Pangeran lebih suka Bawang Putih dari pada saya? Padahal Pangeran, Bawang Putih orangnya licik sekali dan suka mempermainkan lelaki , tidak seperti saya yang baik, patuh dan setia. (sambil senyum gembira). Lagian Pangeran Bawang Putih itu orang nya jelek* tidak seperti saya cantik, manis, dan menarik, ia kan Pangeran? Pangeran : E ... iya-ya betul, kamu juga cantik, manis dan menarik nona, tapi sayang hati saya sudah terpikat sama si Bawang Putih. Saya mohon tolong panggilkan Bawang Putih segera ... ! Bawang Merah : Huuuh ... ! Bawang Putih, Bawang Putih lagi, emangnya nggak ada orang lain selain Bawang Putih, huuuh ... sebel . . . ! ! (sambil menghentakkan kaki). Putih ... ! Putih ... !! Bawang Putih : Iya, mbak ...!!! Bawang Merah : Kesini kamu lihat ini ada Pangeran mau mempersunting kamu menjadi istrinya. (dengan mimik yang sinis penuh kebencian). Pangeran : Bawang Putih, maukah kamu menjadi permaisuri ku? (memberikan senyuman). Bawang Putih : (Merunduk penuh senyuman dan malu-malu, berarti dia mau) . Ibu Bawang Merah : Maaf tuan, itu berarti tandanya Bawang Putih setuju menjadi permaisuri tuan! Pangeran : Mari ke sini Bawang Putih, ikutlah kamu ke istanaku. Kamu akan aku persunting menjadi permaisuriku! (mengulurkan tangan dan menggandeng Bawang Putih pergi). Bawang Putih : Ibu ... ! (menghampiri Ibu dan memeluknya) Bawang Merah ... ! (menghampiri Bawang Merah dan memeluknya). Pangeran : Baiklah Bu, saya akan membawa Bawang Putih ke istanaku dan akan aku jadikan permaisuriku. (dengan senang hati) Kalau begitu kami berangkat dulu Bu, permisi ... ! (berjalan keluar rumah). Ibu Bawang Merah : Ya tuan ... ! (Maka berangkatlah Pangeran dan Bawang Putih beserta pengawalnya untuk menuju istana kerajaan dan dijadikanlah Bawang Putih sebagai permaisuri, sampai akhirnya Pangeran dan Bawang Putih bahagia selamanya.) (Sumber: Naskah drama diunduh di file. upi. edu) 6. Unsur kebahasaan lain yang dapat ditemukan dalam teks drama adalah Kalimat Tunggal dan Kalimat Majemuk. Identifikasilah Kalimat Majemuk dalam teks drama "Bawang Merah dan Bawang Putih"!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

18

:

27

:

06

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

R. Mulia

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

05 September 2022 12:06

Jawaban terverifikasi

Jawaban yang benar adalah "Tokoh Pangeran datang ke rumah Bawang Putih untuk menjadikannya sebagai permaisuri." Berikut ini penjelasannya. Drama merupakan salah satu bentuk sastra yang berisi tentang suatu kehidupan yang disajikan atau dipertunjukkan dalam bentuk gerak. Kalimat majemuk adalah kalimat yang memiliki dua atau lebih struktur kalimat. Berikut adalah tafsiran isi isi naskah drama menggunakan kalimat majemuk: Tokoh Pangeran datang ke rumah Bawang Putih untuk menjadikannya sebagai permaisuri. Dengan demikian, tafsiran isi teks drama di atas menggunakan kalimat majemuk adalah "Tokoh Pangeran datang ke rumah Bawang Putih untuk menjadikannya sebagai permaisuri."


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1. Sejak kecil kau telah akrab dengan lingkungan sekolah ini karena sering diajak ibumu kemari. Tak heran ketika sudah waktunya untuk masuk sekolah, kau begitu **supel** dan teman-temanmu pun sudah banyak. Mereka umumnya murid-murid yang pernah diajar ibumu waktu kelas satu. Sedangkan aku? Aku waktu itu baru saja pindah ke kota kecil ini. Makna kata bercetak tebal dalam kutipan cerpen tersebut adalah .... A. ramah C. santun B. sopan D. baik

43

5.0

Jawaban terverifikasi

Teks berikut untuk soai nomor 4. 1) Ilmuwan di berbagai belahan dunia berkejaran dengan waktu untuk menciptakan vaksin guna mengatasi virus Corona jenis baru. Vaksin perlu segera diciptakan karena kematian akibat virus Corona yang terus bertambah dan penyebaran virus yang kian meluas. 2) Pada Jum'at (7-2-2020), Komisi Kesehatan Nasional Cina mencatat jumlah kematian akibat virus Corona baru telah mencapai 636 kasus, sedangkan jumlah warga yang terinfeksi menjadi 31.161 kasus. Kasus terbanyak terjadi di Hubei, Cina, tempat vi kesehatan du niairus pertama muncul. Selain di Cina, virus itu kini telah menyebar ke lebih dari 25 negara. 3) Para ilmuwan bekerja dalam kecepatan penuh untuk menemukan vaksin bagi virus Corona baru atau penyakit pernapasan akut 2019-nCOV. Sebagai pusat epidemic, ilmuwan Cina berupaya menemukan vaksin bagi virus itu. Perkembangan terbaru adalah mereka menciptakan peta genetik virus. 4) Ilmuwan dari Australia, Kanada, hingga Prancis ikut menciptakan berbagai jenis inokulasi bersama sejumlah perusahaan biotek dan vaksin. Beberapa waktu lalu, Kepala Laboratorium Identifikasi Virus dari Institut Peter Doherty untuk Infeksi dan kekebalan, Melbourne, Julian Druce, menyatakan mereka mengembangkan virus Corona versi laboratorium dari tubuh pasien yang terinfeksi untuk uji coba. Tanggapan yang sesuai dengan berita tersebut adalah ... A. Pemerintah Australia telah tanggap menghadapi serangan virus Corona dengan menemukan vaksin virus tersebut. B. Para ilmuan perlu segera mempelajari virus corona yang menjadi masalah besar bagi kesehatan dunia karena persebarannya sangat cepat. C. Masyarakat perlu mawas diri dan menjaga kesehatan dalam menghadapi serangan virus corona yang mulai menyebar di Indonesia, D. Virus corona menjadi masalah besar bagi kesehatan manusia.

14

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan